Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Kedeputian Intelijen KPK, Deteksi Dini Korupsi Lebih Canggih 
Nasional

Kedeputian Intelijen KPK, Deteksi Dini Korupsi Lebih Canggih 

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 21, 2025 12:45 am
Rahmat Baihaqi
Ivan Syahruna Lubis
Share
mantan penyidik senior KPK, Praswad Nugraha
Foto: Istimewa
SHARE

Wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin membentuk Kedeputian Intelijen menjadi angin segar setelah 23 tahun berdiri.

Sejak berdirinya KPK pada tahun 2002, kegiatan surveillance atau pemantauan terhadap target operasi khususnya pada OTT masih terbilang manual, bahkan tertinggal dari lembaga Aparat Penegak Hukum (APH) lain seperti Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut mantan penyidik senior KPK, Praswad Nugraha dengan adanya kedeputian Intelijen ini dapat memberikan dampat positif.

Dengan berbagai alat canggih yang nantinya dimiliki oleh KPK bisa mempermudah dalam melakukan pemantauan dugaan terjadinya tindak pidana rasuah.

Dengan penguatan kapasitas intelijen yang terstruktur dan terintegrasi, KPK akan memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang semakin canggih, terstruktur, dan melibatkan jaringan yang luas,”

Praswad kepada Owrite.id, Kamis (20/11/2025).

Praswad menceritakan saat masih menjadi penyidik aktif KPK kegiatan surveillance masih terbilang manual dan harus melalui banyak lapisan.

Biasanya kegiatan pemantauan baru dilakukan setelah masuk laporan dugaan tindak pidana korupsi dari Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas).

Dumas ini menjadi ujung tombak penerima informasi dari publik untuk selanjutnya dilakukan verifikasi informasi dan penilaian dari kredibilitas narasumber

Data hasil surveillance awal ini kemudian ditingkatkan ke tahap Penyelidikan, di mana tim penyelidik bersama-sama dengan tim Dumas melanjutkan surveillance lebih mendalam untuk memetakan modus operandi dan mengidentifikasi jaringan,”

Praswad.

Biasanya kata Praswad, di tahap operasional, tim pemantau akan memberikan dukungan teknis lanjutan dengan pengamatan intensif di lapangan mulai dari pergerakan target operasi hingga pengumpulan bukti terkait.

Penghujung dari kegiatan surveillance ini bakal menjadi Operasi senyap tangkap tangan alias OTT terhadap target. 

Pola kerja berlapis ini memastikan setiap informasi dapat diverifikasi secara cross-check dan menghasilkan bukti yang komprehensif untuk menentukan waktu yang tepat dalam pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT),”

Praswad.

Dengan adanya Kedeputian Intelijen didukung dengan sumber daya dan kewenangan yang lebih memadai, dia meyakini KPK bisa melakukan deteksi dini dugaan terjadinya korupsi. Namun disatu sisi harus ada payung hukum yang memadai mendukung kegiatan intelijen.

Kegiatan intelijen dapat dilaksanakan dengan lebih optimal namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga dapat meminimalisir potensi pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan privasi warga negara,”

mantan penyidik senior KPK itu.

Menurutnya, lanjut Praswad fungsi intelijen selama ini telah menjadi tulang punggung dan nyawa dari seluruh operasi pemberantasan korupsi, meskipun dijalankan tanpa struktur deputi yang khusus dan terintegrasi.

Nantinya Deputi Intelijen ini bisa diisi dengan Direktorat Surveillance yang berwenang melakukan pengawasan dan pengintaian di lapangan.

Lalu Direktorat Interception yang secara khusus menangani penyadapan komunikasi dan pengumpulan bukti elektronik dengan perangkat teknologi dan payung hukum yang jelas.

Konsolidasi ini pada akhirnya akan memungkinkan KPK melakukan proses pengumpulan informasi, analisis data, dan perekaman bukti secara lebih komprehensif, sistematis, dan akurat, sehingga secara signifikan dapat memperkuat kualitas proses penyelidikan dan penyidikan, serta mempercepat penanganan perkara,”

Praswad.

Disatu sisi, meski nantinya Kedeputian Intelijen telah terbentuk masih tidak menutup kemungkinan modus kasus rasuah juga ikut berkembang seiring berkembangnya teknologi.

Dia menegaskan suksesnya pengungkapan kasus korupsi tergantung pada SDM di kedeputian itu.

Pembentukan deputi ini harus dipandang sebagai bagian dari proses transformasi berkelanjutan, bukan sebagai solusi final,”

Praswad.

Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan KPK dalam merekrut dan mengembangkan SDM yang kompeten, berintegritas tinggi, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah lainnya, juga akan semakin memperkuat efektivitas Deputi Intelijen KPK dalam memberantas korupsi hingga ke akarnya,”

Praswad.

Tag:Deteksi Dini KorupsiKedeputian IntelijenKPKOTT
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Nasional

Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Polda Metro Jaya memperluas penyelidikan kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Rapat DPR Komisi III
Nasional

DPR Minta Semua Polisi Pakai Bodycam Saat Penangkapan, Cegah Polemik Kekerasan Aparat

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri segera…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai.
Nasional

Komnas HAM Sebut MBG Ada Indikasi Langgar HAM, Pigai Balik Menyerang: Mereka Tak Paham!

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai membantah penilaian Komnas HAM…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Komisi III DPR rapat dengan PPATK terkait pagu anggaran tahun 2027.
Nasional

PPATK Menjerit! Anggaran 2027 Cuma Sepertiga Kebutuhan, Perang Lawan Judi Online Terancam

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluhkan minimnya pagu anggaran tahun…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up