Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Narasi Prestasi vs Realitas Aduan: Paradoks Polri dalam Catatan HAM 2025
Nasional

Narasi Prestasi vs Realitas Aduan: Paradoks Polri dalam Catatan HAM 2025

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Januari 4, 2026 9:31 am
Adi Briantika
Dusep Malik
Share
Dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor.
Dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor. (Sumber: Humas Polri)
SHARE

Dua institusi negara menyajikan potret bertolak belakang perihal kondisi penegakan hukum dan HAM di Indonesia sepanjang tahun 2025. Di satu sisi, Polri menutup tahun dengan memaparkan sederet capaian nyata dan dukungan terhadap program pemerintah. 

Sebaliknya, Komnas HAM membuka tahun 2026 dengan menempatkan Polri sebagai lembaga yang paling banyak dilaporkan masyarakat atas dugaan pelanggaran HAM.

Dalam rilis akhir tahun yang digelar di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor sebagai bagian dari upaya menyukseskan program pemerintah.

Dengan berbagai capaian dan kontribusi nyata di berbagai sektor, Polri senantiasa hadir dalam membantu menyukseskan berbagai program pemerintah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,”

ujar Sigit.

Ia juga menekankan peran Polri dalam mitigasi bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, serta keberhasilan kepolisian mengamankan Natal dan Tahun Baru. Kapolri juga sempat meminta maaf kepada publik atas pelaksanaan tugas Polri yang ia anggap masih belum sempurna.

Kami menyadari pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat Indonesia atas nama Pimpinan Polri dan seluruh keluarga besar Polri kami mengajukan dari lubuk hati yang terdalam permohonan maaf,”

lanjut Sigit. 

Polri kata Sigit tidak akan berhenti mengevaluasi dan memperbaiki diri dalam menjalankan tugas demi meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik. 

Sigit menyebutkan tiga komitmen pembenahan Korps Bhayangkara yakni:

  • Memastikan kehadiran Polri untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga;
  • Memperkuat pendekatan humanis dan meningkatkan responsivitas dalam pelayanan publik, sehingga masyarakat mudah mengakses seluruh layanan kepolisian; dan
  • Polri bakal bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat serta merugikan keuangan negara.

Realitas Aduan 

Dua hari kemudian, “narasi baik” Polri berubah drastis ketika Komnas HAM merilis catatannya. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengungkap data yang menohok: Polri adalah pihak yang terbanyak diadukan oleh masyarakat sepanjang 2025.

Total 2.796 aduan dugaan pelanggaran HAM yang diterima Komnas HAM, 752 aduan ditujukan kepada Polri. Ini melampaui aduan terhadap korporasi (452), pemerintah pusat/daerah (445), dan individu (309).

Sementara, berdasar klasifikasi isu yang diadukan antara lain:

  • Ketidakprofesionalan/ketidaksesuaian prosedur oleh aparat penegak hukum (612),
  • Konflik agraria (484),
  • Pengabaian hak kelompok rentan dan marginal (219),
  • Ketenagakerjaan (182), dan
  • Kekerasan dan/atau penyiksaan oleh aparat (116). 

Komnas HAM menindaklanjuti aduan tersebut melalui fungsi pemantauan, penyelidikan, pengawasan, mediasi, serta pemberian pendapat HAM dalam persidangan (amicus curiae),”

kata Anis. 

Tren aduan kasus 2025 adalah konflik agraria; kebebasan berekspresi dan berpendapat; kebebasan pers dan serangan terhadap jurnalis, termasuk Tempo, Kantor Jubi dan teror terhadap aktivis Greenpeace; kekerasan seksual; kekerasan aparat negara; pemenuhan hak pencari suaka dan pengungsi; kebebasan beragama dan berkeyakinan. 

Merujuk tren tersebut beberapa perkara yang menjadi perhatian yakni eksploitasi oleh eks Kapolres Ngada, kematian Affan Kurniawan dalam unjuk rasa dan kerusuhan pada 28 Agustus 2025 seperti kekerasan, intimidasi, perusakan, pengusiran, pembubaran paksa dan persekusi di Cidahu dan Padang. 

Isu dan konflik agraria masih menjadi laporan tertinggi dugaan pelanggaran HAM yang juga berimbas pada isu HAM lainnya seperti perlindungan masyarakat adat, kerusakan lingkungan, intimidasi, ancaman dan kriminalisasi pegiat HAM. Kekerasan terhadap kelompok rentan, perempuan dan anak masih terus terjadi. Demikian juga dengan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional,”  

jelas Anis.

Anis menegaskan bahwa permasalahan HAM dapat ditimbulkan lantaran minimnya pemahaman aparat dalam pelaksanaan hak asasi, sehingga penyebarluasan wawasan HAM perlu diperkuat.

Tag:agrariaBerita PentingKomnas HAMKonflikPelanggaran HAMPenegakan HukumPolriSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
3
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
4
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk Gedung DPR RI pada Senin, 22 Juni 2026.
Nasional

Reforma Agraria Mandek, Aksi ‘1000 Caping’ Tuntut Pemerintah Stop Manjakan Korporasi

Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk gedung DPR RI…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
55 menit lalu
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi (kedua kiri) berdialog dengan siswa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
Nasional

Menteri PPPA Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung Segera Ditangkap

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak aparat penegak…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Sumber: dpr.go.id)
Nasional

DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Tegas Tanpa Kompromi

Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat mendapat…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kiri) dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin (kedua kiri) saat meninjau progres rehabilitasi dan renovasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Nasional

Pembangunan Lintas Generasi: ‘Giant Sea Wall’ Pantura Bukan Proyek Roro Jonggrang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up