Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Narasi Prestasi vs Realitas Aduan: Paradoks Polri dalam Catatan HAM 2025
Nasional

Narasi Prestasi vs Realitas Aduan: Paradoks Polri dalam Catatan HAM 2025

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Januari 4, 2026 9:31 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor.
Dalam rilis akhir tahun di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor. (Sumber: Humas Polri)
SHARE

Dua institusi negara menyajikan potret bertolak belakang perihal kondisi penegakan hukum dan HAM di Indonesia sepanjang tahun 2025. Di satu sisi, Polri menutup tahun dengan memaparkan sederet capaian nyata dan dukungan terhadap program pemerintah. 

Sebaliknya, Komnas HAM membuka tahun 2026 dengan menempatkan Polri sebagai lembaga yang paling banyak dilaporkan masyarakat atas dugaan pelanggaran HAM.

Dalam rilis akhir tahun yang digelar di Mabes Polri, 30 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kontribusi pihaknya dalam berbagai sektor sebagai bagian dari upaya menyukseskan program pemerintah.

Dengan berbagai capaian dan kontribusi nyata di berbagai sektor, Polri senantiasa hadir dalam membantu menyukseskan berbagai program pemerintah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,”

ujar Sigit.

Ia juga menekankan peran Polri dalam mitigasi bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, serta keberhasilan kepolisian mengamankan Natal dan Tahun Baru. Kapolri juga sempat meminta maaf kepada publik atas pelaksanaan tugas Polri yang ia anggap masih belum sempurna.

Kami menyadari pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat Indonesia atas nama Pimpinan Polri dan seluruh keluarga besar Polri kami mengajukan dari lubuk hati yang terdalam permohonan maaf,”

lanjut Sigit. 

Polri kata Sigit tidak akan berhenti mengevaluasi dan memperbaiki diri dalam menjalankan tugas demi meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik. 

Sigit menyebutkan tiga komitmen pembenahan Korps Bhayangkara yakni:

  • Memastikan kehadiran Polri untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga;
  • Memperkuat pendekatan humanis dan meningkatkan responsivitas dalam pelayanan publik, sehingga masyarakat mudah mengakses seluruh layanan kepolisian; dan
  • Polri bakal bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat serta merugikan keuangan negara.

Realitas Aduan 

Dua hari kemudian, “narasi baik” Polri berubah drastis ketika Komnas HAM merilis catatannya. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengungkap data yang menohok: Polri adalah pihak yang terbanyak diadukan oleh masyarakat sepanjang 2025.

Total 2.796 aduan dugaan pelanggaran HAM yang diterima Komnas HAM, 752 aduan ditujukan kepada Polri. Ini melampaui aduan terhadap korporasi (452), pemerintah pusat/daerah (445), dan individu (309).

Sementara, berdasar klasifikasi isu yang diadukan antara lain:

  • Ketidakprofesionalan/ketidaksesuaian prosedur oleh aparat penegak hukum (612),
  • Konflik agraria (484),
  • Pengabaian hak kelompok rentan dan marginal (219),
  • Ketenagakerjaan (182), dan
  • Kekerasan dan/atau penyiksaan oleh aparat (116). 

Komnas HAM menindaklanjuti aduan tersebut melalui fungsi pemantauan, penyelidikan, pengawasan, mediasi, serta pemberian pendapat HAM dalam persidangan (amicus curiae),”

kata Anis. 

Tren aduan kasus 2025 adalah konflik agraria; kebebasan berekspresi dan berpendapat; kebebasan pers dan serangan terhadap jurnalis, termasuk Tempo, Kantor Jubi dan teror terhadap aktivis Greenpeace; kekerasan seksual; kekerasan aparat negara; pemenuhan hak pencari suaka dan pengungsi; kebebasan beragama dan berkeyakinan. 

Merujuk tren tersebut beberapa perkara yang menjadi perhatian yakni eksploitasi oleh eks Kapolres Ngada, kematian Affan Kurniawan dalam unjuk rasa dan kerusuhan pada 28 Agustus 2025 seperti kekerasan, intimidasi, perusakan, pengusiran, pembubaran paksa dan persekusi di Cidahu dan Padang. 

Isu dan konflik agraria masih menjadi laporan tertinggi dugaan pelanggaran HAM yang juga berimbas pada isu HAM lainnya seperti perlindungan masyarakat adat, kerusakan lingkungan, intimidasi, ancaman dan kriminalisasi pegiat HAM. Kekerasan terhadap kelompok rentan, perempuan dan anak masih terus terjadi. Demikian juga dengan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional,”  

jelas Anis.

Anis menegaskan bahwa permasalahan HAM dapat ditimbulkan lantaran minimnya pemahaman aparat dalam pelaksanaan hak asasi, sehingga penyebarluasan wawasan HAM perlu diperkuat.

Tag:agrariaBerita PentingKomnas HAMKonflikPelanggaran HAMPenegakan HukumPolriSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up