Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara rampung sebelum Ramadan. Sebanyak 1.606 unit huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman. Target pembangunan ini pun sejalan dengan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB,”
kata Dody dalam keterangannya dikutip Senin, 19 Januari 2026.
Bila dirinci, pembangunan huntara tersebar di Sumatera Utara yakni Tapanuli Selatan sebanyak 431 unit. Kemudian di Provinsi Aceh meliputi 480 unit di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Pidie Jaya, dan 84 unit di Aceh Tamiang.
Dody mengatakan, seluruh pembangunan huntara dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan kecepatan, kualitas, dan keselamatan. Lalu dari sisi teknis, bangunan huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang kuat, cepat dibangun, serta tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.
Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa kita pakai selama ini di mana-mana, dan sudah terbukti secara kualitas serta tahan lama,”
jelasnya.
Saat ini kata Dody, pembangunan huntara di Kabupaten Aceh Tamiang 1 sebanyak 84 unit telah rampung. Huntara ini dirancang untuk menampung sekitar 336 jiwa atau 84 kepala keluarga (KK) dalam satu kawasan, dengan setiap blok huntara menampung hingga 12 KK atau sekitar 48 jiwa.
Kawasan huntara Aceh Tamiang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung diantaranya toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.




