Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 27 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Mengusut Dana MBG: Jejak Politik, Aparat, dan Elite di Balik Anggaran Ratusan Triliun
Nasional

(Part I) Mengusut Dana MBG: Jejak Politik, Aparat, dan Elite di Balik Anggaran Ratusan Triliun

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 21, 2026 6:42 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.
Ilustrasi Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz)
SHARE

Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya digaungkan dalam salah satu daftar janji kampanye saat Pemilihan Presiden 2024, dan masuk sebagai satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat. 

Daftar isi Konten
  • Politik Patronase dan Konflik Kepentingan
  • Klaim sudah Lewati Proses Verifikasi

Sejak dimulai pada Januari 2025, pemerintah mengumbar janji tinggi mengenai MBG, yakni untuk memperbaiki status gizi, membebaskan anak Indonesia dari malnutrisi, dan menekan angka stunting.

Targetnya, menjangkau 19,47 juta penerima manfaat di tahun 2025, dan menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di tahun 2026.

Besarnya ambisi tersebut diikuti dengan kucuran dana jumbo untuk program MBG. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG hingga Rp71 triliun. Pada tahun 2026, pemerintah menambah anggaran MBG hingga lima kali lipat dengan alokasi mencapai Rp335 triliun.

Lebih jauh, anggaran masif tersebut tidak dibarengi dengan kualitas implementasi dan pengawasan yang baik, termasuk minimnya transparansi.

Informasi mengenai rincian anggaran, penyusunan peraturan, hingga data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak terbuka. Hal tersebut mempersulit pengawasan publik untuk mendeteksi potensi penyimpangan. 

Selain itu, masalah lain yang jarang tersorot adalah program MBG rawan akan konflik kepentingan, patronase, dan kronisme. Program ini mudah dieksploitasi sebagai alat untuk merawat dan memperluas jejaring pendukung, ataupun loyalis pemerintahan saat ini.

Oleh sebab itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan penelusuran untuk mengungkap praktik patronase serta keterlibatan Politically Exposed Person (PEPs) dalam pelaksanaan program MBG. 

Politik Patronase dan Konflik Kepentingan

Menurut ICW, penelusuran itu dianggap penting lantaran praktik patronase dan keterkaitan PEPs dengan program MBG dapat membuka ruang korupsi dan hanya menguntungkan pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara bebannya justru ditanggung oleh publik.

Temuan dari penelitian ICW menunjukan bahwa program MBG diduga sarat akan praktik politik patronase dan konflik kepentingan, yang terlihat dari hubungan yayasan pengelola SPPG dengan partai politik, tim pemenangan, pendukung Prabowo maupun mantan presiden Joko Widodo (Jokowi), militer, dan aparat penegak hukum. 

Keterkaitan ini mengindikasikan dugaan distribusi sumber daya kepada banyak pihak untuk memperkuat dan memperluas dukungan politik. Sehingga, program ini diduga digunakan sebagai alat konsolidasi politik daripada manfaat untuk publik.

Tidak hanya keluarga dan orang terdekat Prabowo, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga turut serta dalam penyediaan SPPG. Hingga September 2025, sudah ada 452 unit SPPG yang dikelola oleh TNI tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut akan terus bertambah, sebab institusi ini menargetkan sebanyak 2000 unit SPPG untuk didirikan. 

Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga menyatakan mengelola 672 SPPG di seluruh Indonesia. Termasuk yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari di Polda maupun Polsek berbagai daerah.

Berdasarkan temuan ICW, dari 102 yayasan mitra penyelenggara MBG yang ditelusuri, terdapat 27,45% atau 28 yayasan yang memiliki afiliasi politik formal.

Afiliasi ini timbul dugaan relasi yang dimiliki oleh individu di dalam yayasan dengan partai politik, yang meliputi kedudukan dalam partai politik berupa jabatan sebagai pengurus pusat dan daerah, pengusungan oleh partai politik dalam kontestasi pemilu, maupun status sebagai pejabat publik yang terpilih melalui pemilu. 

Tidak hanya partai yang mendapatkan kursi legislatif nasional, partai dengan kursi di daerah juga ditemukan dalam kategori ini. Dari 28 yayasan, tiga partai memiliki relasi teratas yakni 6 yayasan terafiliasi dengan Partai Gerindra.

Jumlah tersebut menempatkan Partai Gerindra sebagai partai yang paling banyak terafiliasi dengan yayasan mitra MBG dengan persentase 25%.

Kemudian, pada urutan berikutnya diisi oleh PKS dengan afiliasi terhadap 5 yayasan (17,8%), dan PAN dengan afiliasi terhadap 4 yayasan (10,7%).

Bila dihitung berdasarkan jumlah individu dalam yayasan yang terafiliasi dengan partai, terdapat 43 individu dari 28 yayasan yang memiliki afiliasi politik.

Tiga posisi teratas dengan afiliasi terbanyak diisi oleh PKS dengan afiliasi sebanyak 10 orang (35,7%). Setelah PKS terdapat PDI-P dengan afiliasi terhadap 7 individu (25%), dan Gerindra dengan 6 individu (21,4%).

Data Yayasan dan Individu yang Memiliki Afiliasi dengan Partai Politik (Sumber: Laporan ICW 2025 'Ada Siapa di Balik MBG)
Data Yayasan dan Individu yang Memiliki Afiliasi dengan Partai Politik (Sumber: Laporan ICW 2025 ‘Ada Siapa di Balik MBG)

Pada kategori ini, baik pendiri, pengurus, maupun pembina suatu yayasan dapat terafiliasi dengan partai yang berbeda-beda. Ini menjadikan yayasan tertentu dapat dimasukan ke penghitungan afiliasi lebih dari satu partai. 

Hasil penelusuran ICW juga menemukan empat orang anggota legislatif periode 2024–2029 yang menjadi bagian dari yayasan mitra MBG, yakni:

1. Asep Rahmat, anggota DPRD Ciamis dari Partai PAN sebagai ketua Yayasan Asra Bakti Maritim

2. Raden Muhammad Nizar, anggota DPRD Garut dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai ketua sekaligus pengawas Yayasan Cahaya Wirabangsa

3. Sulaeman Lessu Hamzah anggota DPR RI dari Partai Nasdem yang menjabat sebagai pengawas dan anggota Yayasan Insan Cendikia Jayapura

4. Raden Ayu Amrina Rosyada, anggota DPRD Ogan Ilir dari Partai Hanura yang terdaftar sebagai pendiri Yayasan Sahabat Pelangi.

Selain empat nama anggota legislatif aktif di atas, penelusuran dalam kategori ini juga menemukan informasi terkait yayasan yang keseluruhan strukturnya ditempati oleh kader PDIP. Yayasan tersebut adalah Yayasan Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Terdapat pula mantan kepala daerah terpilih dan kontestan dalam pemilihan kepala daerah yang namanya tercatat dalam akta sebagai pendiri dari Yayasan Lazuardi Kendari. Mereka adalah Nur Alam dan Mohammad Zayat Kaimoeddin.

Nur Alam merupakan mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode yang menjabat sejak tahun 2008 dari Partai Amanat Nasional (PAN). 

Tidak sampai rampung jabatan periode keduanya, Nur Alam tersangkut korupsi perizinan tambang nikel dengan kerugian negara Rp4,3 triliun pada 2016.

Sedangkan Zayat Kaimoeddin pernah mengikuti Pilkada Kota Kendari pada tahun 2017, meski tidak terpilih. Dirinya juga merupakan putra dari mantan Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Kaimoeddin yang menjabat sejak tahun 1992 hingga 2003.

Lebih jauh, terdapat dua yayasan yang memiliki keterkaitan dengan aparat penegak hukum yaitu Yayasan Inklusi Pelita Bangsa yang diduga terhubung dengan individu dalam Kejaksaan RI dan Yayasan Kemala Bhayangkari yang diduga terhubung dengan individu dalam Kepolisian RI.

Sejak April 2025, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa diketahui menginisiasi program MBG di berbagai sekolah. Yayasan tersebut mengklaim, program tersebut sebagai MBG-Swasta.

Klaim sudah Lewati Proses Verifikasi

Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan seluruh pelaksanaan MBG pasti berafiliasi dan sudah melewati proses verifikasi oleh BGN. Ia juga menyatakan, bahwa tidak ada SPPG yang berada di luar sistem yang dijalankan oleh BGN.

Dua dari lima orang pendiri Yayasan Inklusi Pelita Bangsa adalah Reda Manthovani, dan Denny Achmad. Reda merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Sedangkan Denny merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu.

Yayasan Kemala Bhayangkari terafiliasi dengan Polri melalui hubungan keluarga dari ketua dan pembina yayasan ini. Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari adalah Martha Dwi Maryani, istri dari Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. 

Sedangkan pembina dari yayasan ini terdiri dari dua orang yaitu Juliati Sapta Dwi M, yang merupakan istri dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Diana Wahyuni yaitu istri dari Ahmad Dofiri.

Ahmad Dofiri sendiri merupakan mantan Wakapolri periode 2024-2025, yang saat ini menjadi Penasihat Khusus Presiden untuk Reformasi Polri.

Sementara itu dari sisi militer, diduga ada indikasi individu militer aktif dan non-aktif yang terlibat dalam program MBG.

Dari 102 yayasan yang ditelaah, terdapat enam yayasan yang memiliki afiliasi dengan militer, baik yang masih aktif maupun purna tugas. 

Enam yayasan tersebut yaitu:

  1. Yayasan Adi Upaya
  2. Yayasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya
  3. Yayasan Kartika Purna Yudha
  4. Yayasan Manunggal Kartika Jaya
  5. Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan
  6. Yayasan Mualaf Indonesia Timur

Dari keenam yayasan tersebut muncul nama menteri, mantan menteri, serta pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan, yakni Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard, Sjafrie Sjamsoeddin, Musa Bangun, dan Rui Fernando Guedes.

Ryamizard yang terafiliasi dengan Yayasan Mualaf Indonesia Tim, yang merupakan Mantan Menteri Pertahanan pada era Presiden Joko Widodo di tahun 2014–2019. Pada yayasan ini, ia menjabat sebagai ketua sekaligus pembina. 

Sebelum pensiun dari tugas kemiliteran di tahun 2008. Ryamizard juga pernah menempati berbagai posisi militer, antara lain Kepala Staf Kodam Sriwijaya, Pangdam Brawijaya, Panglima Divisi 2/Kostrad, Kepala Staf TNI AD tahun 2002–2005, dan pernah dicalonkan Presiden Megawati sebagai Panglima TNI.

Temuan ICW yang menunjukkan hampir sepertiga yayasan mitra Program MBG terafiliasi dengan partai politik, aparat negara, militer, hingga keluarga elite dinilai mengindikasikan persoalan serius dalam desain kebijakan program sosial nasional. 

Tag:HeadlineICWKepala Daerahmakan bergizi gratisMBGparpolPrabowo SubiantoPresidenSpillyayasan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dembele Mengamuk! Prancis Gilas Norwegia dan Kunci Juara Grup I Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Dembele mencetak Hattrick saat Prancis gilas Norwegia
1
Ekuador Berpesta! Kalahkan Jerman, Presiden Langsung Umumkan Hari Libur Nasional
By Hadi Febriansyah
Suporter Ekouador larut dalam euforia kemenangan timnya atas Jerman
2
Panas! Amien Rais Minta Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Singgung Kasus Roy Suryo
By Rahmat Tunny
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/wsj)
3
Pidato Prabowo Dinilai Penuh Tuduhan, Pengamat: Banyak Pernyataan Nggak Berguna
By Rahmat Tunny
Presiden RI Prabowo Subianto.
4
Islah Bahrawi: Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Setiap Pidato Hanya Salahkan Rakyatnya
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo. (Sumber: YT BPMI)
5

BERITA LAINNYA

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

Bakal Dievaluasi, Calon Manajer Kopdes Kembali Menelan Korban Saat Latsarmil

Program pelatihan dasar militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat Baihaqi
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati menemui keluarga korban.
Nasional

Bukan Kasus Biasa, LPSK Pakai Pasal ‘Situasi Khusus’ demi Selamatkan Sisa Hidup Korban Penyekapan Bandung

Kasus dugaan penganiayaan berat dan penyekapan yang dialami perempuan berinisial YTR di…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
17 jam lalu
Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026
Nasional

Prabowo Bangga Naik Maung, Tapi Pertanyakan RI yang Belum Punya Industri Mobil Mandiri

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya hilirisasi dan penguatan riset nasional sebagai…

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hardani Triyoga
17 jam lalu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kanan), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Cucun Ahmad Syamsurijal (kedua kiri), dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Nasional

Gagalkan Rencana ‘Bedol Desa’ ke Vietnam, Satgas Mitigasi PHK Tahan 2 Raksasa Otomotif

Satgas Mitigasi PHK mengklaim berhasil menunda rencana relokasi dua perusahaan otomotif dari…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up