Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Psikolog Forensik Bongkar Motif Air Keras jadi Senjata: Buah Agresi Instrumental
Nasional

Psikolog Forensik Bongkar Motif Air Keras jadi Senjata: Buah Agresi Instrumental

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: April 7, 2026 11:09 am
Adi Briantika
Ivan Syahruna Lubis
Share
Psikologi Forensik, Meity Arianty
Psikologi Forensik, Meity Arianty (Foto: Instagram meityarianty)
SHARE

Air keras dipilih untuk dijadikan senjata penyerangan. Beberapa perkara kriminal menjadikan zat berbahaya tersebut untuk melumpuhkan target.

Dosen Psikologi Universitas Gunadarma sekaligus anggota Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) Meity Arianty berpendapat ada alasan psikologis ekstrem pelaku memilih air keras dibandingkan senjata api atau senjata tajam.

Jika merujuk pada teori barang bukti, maka kasus penyiraman air keras menunjukkan adanya mens rea/niat jahat yang terencana, yakni pelaku secara sadar memilih cara yang tidak langsung mematikan, melainkan merusak secara permanen,”

kata Meity kepada owrite, Senin, 6 April 2026.

Kemudian, berdasar sudut pandang psikologi forensik dan teori agresi, tindakan ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk agresi instrumental yang digabungkan dengan dorongan sadistik, sehingga pelaku atau aktor di belakang ini bisa disebut keji.

Agresi instrumental adalah perilaku agresif yang direncanakan dan bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu (seperti kekuasaan, uang, atau status), bukan didorong oleh emosi marah semata. Tindakan ini bersifat “dingin” dan manipulatif, kekerasan atau intimidasi digunakan sebagai alat (instrumen) untuk mencapai hasil. https://www.simplypsychology.org/instrumental-aggression.html

Meity menyatakan pelaku memilih air keras daripada senjata tajam karena didorong oleh motif kontrol dan dominasi psikologis yang ekstrem, tujuannya bisa jadi memberikan penderitaan berkepanjangan pada korbannya.

Secara teoritis, hal ini berkaitan erat dengan konsep deindividuasi dan penghancuran identitas, yaitu pelaku ingin merampas wajah dan harga diri korban sebagai bentuk hukuman sosial yang konstan seumur hidupnya, sekaligus menempatkan pelaku pada posisi pemegang kendali mutlak atas masa depan korban,”

jelas Meity.

Selain dorongan oleh hasrat sadistis, Meity memaparkan secara taktis dan logistik bahwa air keras adalah “senjata sempurna” yang menuntut pelaku, antara lain:

Air keras jika dibawa tidak mudah dideteksi. Ketika dibawa, orang akan sulit atau bahkan tidak menduga bahwa yang dibawa adalah air keras karena zat tersebut tidak berwarna, cenderung jernih, tidak berbau dan sekilas seperti air biasa;

Praduga yang lemah, ketika seseorang membeli air keras ini dapat digunakan untuk pembersih karat, lumut, atau hal lainnya. Ini membuat regulasi hukum atas penjualan air keras masih lemah dan dapat mudah dibeli;

Cara yang mudah, tidak perlu keahlian khusus atau bahkan tenaga besar jika ingin menggunakan air keras untuk tindakan kejahatannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah melapisi kulit dengan bahan tebal dan berhati-hati agar tubuh pelaku tidak terkena air keras.

Jika pelaku menggunakan sarung tangan pada gelas berisi air keras, maka penyidik akan kesulitan menemukan sidik jari pada wadah yang digunakan untuk melakukan kejahatan.

Berikut adalah kasus-kasus air keras dijadikan senjata mematikan:

  • Novel Baswedan, April 2017. Dampaknya kerusakan parah pada jaringan mata Novel, yang mengakibatkan kebutaan mata kirinya usai disiram air keras pada subuh hari;
  • Abdul Latief, November 2021. Latief merupakan warga negara asing. Ia menyiram air keras kepada tubuh istrinya. Akibatnya sekujur tubuh korban melepuh, kemudian ia meninggal dalam perawatan di RSUD Cianjur;
  • Aji, September 2024. Ia membuntuti korban yang merupakan atasannya, kemudian ia menyiram air keras sehingga korban mengalami luka bakar 90 persen dan kebutaan;
  • Andrie Yunus, Maret 2026. Ia disiram air keras oleh pelaku yang diduga sebagai anggota BAIS TNI. Akibatnya ia mengalami luka bakar tingkat primer 20 persen;
  • T, Maret 2026. Ia disiram air keras oleh orang suruhan mantan tetangganya. Akibatnya T mengalami luka bakar 30 persen.
Tag:Air KerasDosen PsikologiKriminalMeity AriantyPsikolog Forensik
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Nasional

Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Polda Metro Jaya memperluas penyelidikan kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Rapat DPR Komisi III
Nasional

DPR Minta Semua Polisi Pakai Bodycam Saat Penangkapan, Cegah Polemik Kekerasan Aparat

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri segera…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai.
Nasional

Komnas HAM Sebut MBG Ada Indikasi Langgar HAM, Pigai Balik Menyerang: Mereka Tak Paham!

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai membantah penilaian Komnas HAM…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Komisi III DPR rapat dengan PPATK terkait pagu anggaran tahun 2027.
Nasional

PPATK Menjerit! Anggaran 2027 Cuma Sepertiga Kebutuhan, Perang Lawan Judi Online Terancam

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluhkan minimnya pagu anggaran tahun…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up