Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 24 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Data Madani: Karhutla Capai 71 Ribu Hektare Sebelum Musim Kemarau 2026
Nasional

Data Madani: Karhutla Capai 71 Ribu Hektare Sebelum Musim Kemarau 2026

owrite-adi-briantika
Last updated: April 23, 2026 11:02 pm
Adi Briantika - Asred
Share
Sinyal krisis karhutla telah dimulai secara masif jauh sebelum musim kemarau.
Sinyal krisis karhutla telah dimulai secara masif jauh sebelum musim kemarau. (Sumber: Multi Media Center Kalimantan Tengah)
SHARE

Data Area Indikatif Terbakar (AIT) MADANI Berkelanjutan menunjukkan sinyal krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dimulai secara masif jauh sebelum musim kemarau tiba. Total AIT sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 71 ribu hektare.

Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama pada 2025 (4,1 ribu hektare) ketika Indonesia menghadapi El Nino. Dari jumlah tersebut, 94 persen di antaranya merupakan area terbakar baru selama periode tersebut, yang artinya memperluas dampak lingkungan akibat karhutla.

Sementara itu, 3,6 ribu hektare (5,1 persen) adalah area kebakaran berulang yang terindikasi terbakar setiap bulannya selama periode ini.

“Meningkatnya angka kebakaran di awal tahun ini sangat mengkhawatirkan mengingat BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal, berlangsung lebih panjang, dan berpotensi dipengaruhi oleh El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua,”

kata Direktur MADANI Berkelanjutan Nadia Hadad, dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.

Laju kebakaran meningkat secara tajam pada Maret 2026 di beberapa provinsi terdampak. Kalimantan Barat menjadi area terbakar terluas, yaitu 23,85 ribu hektare, disusul Provinsi Riau dengan 16,67 ribu hektare.

Emisi Karbon Lahan Gambut

Temuan paling signifikan menunjukkan 65,1 persen dari total area terbakar (43,9 ribu hektare) berada di fungsi ekosistem gambut. Kebakaran pada ekosistem esensial ini menyebabkan pelepasan emisi karbon dalam jumlah masif, sehingga secara langsung mengancam target iklim Indonesia.

Di sisi lain, sektor Forest and Other Land Use (FOLU) ditargetkan mencapai net sink pada 2030. Namun, kebakaran seluas 53,52 persen (36 ribu hektare) justru terjadi di dalam wilayah rencana operasional FOLU Net Sink.

“Kondisi ini menandakan komitmen net sink belum sepenuhnya dapat memberikan perlindungan yang kuat bagi ekosistem gambut,”

ujar Nadia.

Analisis juga mengungkapkan kelemahan tata kelola yang kritis. Kesatu, lebih dari separuh area terbakar (52,23 persen atau 35 ribu hektare) tumpang tindih dengan izin dan konsesi. Izin sawit mendominasi dengan 19 ribu hektare area terbakar, menegaskan bahwa praktik pengelolaan lahan di wilayah perusahaan masih menjadi faktor utama kerentanan.

Lonjakan AIT di izin sawit naik hampir dua kali lipat periode Januari ke Maret 2026. Sebagai catatan, pada 2025 Kementerian Kehutanan telah beberapa kali menindak perusahaan yang area izinnya terbakar. Namun, terus berulangnya kebakaran pada area izin menunjukkan sampai hari ini, penindakan belum menimbulkan efek jera bagi perusahaan.

Kedua, moratorium tidak efektif. Hampir separuh area terbakar (49 persen atau 33 ribu hektare) berada di area moratorium izin baru (PIPPIB), menunjukkan instrumen perlindungan ini tidak berjalan efektif di lapangan. Selain merusak tutupan hutan area ini, kebakaran akan menurunkan nilai ekologis kawasan moratorium sebagai kawasan yang seharusnya dilindungi bukan hanya pada tutupan, tapi juga nilai ekologis.

“Temuan kami pada 2025 menunjukkan 49 ribu hektare AIT berada di area moratorium. Baru 3 bulan tahun berjalan, AIT di area moratorium menembus 33 ribu hektare. Dengan ancaman kemarau panjang ke depan, peristiwa ini harus jadi alarm bagi Kementerian Kehutanan selaku pemegang kelola atas area tersebut,”

jelas Fadli Ahmad Naufal, GIS Specialist MADANI Berkelanjutan.

Ketiga, lemahnya perlindungan di area biodiversitas. 7,8 ribu area AIT berada di Key Biodiversity Area (KBA) yang merupakan wilayah penting bagi kelangsungan spesies dan ekosistem. Di tengah upaya bersama dalam mendorong perlindungan di area konservasi melalui UU KSDAE dan dokumen Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP), tingginya kebakaran di area KBA harus menjadi catatan serius bagi pemangku kebijakan.

Menghadapi prediksi kemarau yang parah, MADANI Berkelanjutan mendesak pemerintah mengambil langkah drastis dan konkret, antara lain memperketat pengawasan izin dan konsesi dengan pemberian sanksi tegas, bukan sekadar teguran administratif kepada pemegang izin dan konsesi; memperkuat dan menegakkan moratorium hutan di lapangan, mengingat hampir separuh area yang terbakar berada di zona moratorium; mengakselerasi restorasi gambut secara masif dan responsif.

Data mencatat sekitar 65 persen kebakaran terjadi di gambut yang sudah rusak, menunjukkan bahwa upaya restorasi saat ini belum memadai untuk mencegah kebakaran berulang, serta pencegahan karhutla harus dimasukkan sebagai komponen utama dalam strategi pencapaian NDC dan FOLU Net Sink, bukan hanya sebagai program pengendalian bencana.

Tag:FOLU Net SinkGambutKarbonKarhutlaKemarauKemenhut
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Nasional

BGN Butuh 19 Ribu Ekor Sapi, Dadan: Hanya Andai-andai

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengklarifikasi soal kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dadan, angka tersebut merupakan simulasi atau pengandaian perhitungan, bukan kondisi…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Selebrasi pemain Persib Bandung usai mencetak gol
Olahraga

Jadwal Pertandingan BRI Super League: Persib Wajib Menang atau Terancam Tergusur

Persib Bandung akan menghadapi laga sulit pada pertandingan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Maung Bandung akan menjamu Arema FC pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Kejagung tetapkan tiga tersangka baru kasus tambang ilegal Samin Tan.
Hukum

Ini Peran Tiga Tersangka Baru Kasus Samin Tan

Penyidik Kejaksaan Agung kembali menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi tambang ilegal PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) milik Samin Tan. Tersangka pertama ialah Handry Sulfian. Ia merupakan Kepala Kantor Kesyahbandaran…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh
Nasional

(Part II) Ambisi Avtur Sawit Prabowo: Potensi Deforestasi Hutan dan Risiko Penerbangan

Mengacu pada data yang dihimpun Auriga, deforestasi di konsesi sawit masih sering…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
11 jam lalu
Ilustrasi MRT Jakarta
Nasional

Progres MRT Fase 2A Sudah 57,87 Persen, Ditargetkan Rampung 2029

Proses pembangunan MRT Jakarta fase 2A lintas utara-selatan menunjukkan progres yang signifikan.…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
12 jam lalu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Nasional

Mentan Sebut Cadangan Beras Capai Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk pertama…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
12 jam lalu
Pakar Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto
Nasional

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Ekonomi, ISESS Sorot Keterlibatan Polri

Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up