PT KAI wajib bercermin pada beberapa negara yang telah membenahi sistem keselamatan transportasi mereka usai insiden mengerikan.
Di Inggris, contohnya, tragedi Ladbroke Grove rail crash di dekat Paddington Station memperlihatkan kereta cepat dan kereta komuter yang menggunakan lintasan yang sama dapat berujung pada bencana ketika sistem perlindungan tidak memadai.
Peristiwa tersebut mendorong reformasi besar, termasuk penguatan sistem proteksi otomatis seperti Train Protection and Warning System, serta peningkatan standar keselamata berbasis risiko.
Selain itu, ada Belanda. Negara Kincir juga mengembangkan pendekatan Sustainable Safety, yang menekankan sistem transportasi harus dirancang untuk mengantisipasi kesalahan manusia.
Dalam pendekatan ini, pemisahan fungsi jaringan menjadi prinsip utama, arus cepat (Kereta Jarak Jauh) tidak boleh bercampur dengan arus lambat (KRL), serta titik konflik harus diminimalkan.
Prinsip homogenitas kecepatan juga ditekankan, karena perbedaan kecepatan yang tinggi dalam satu jalur akan meningkatkan fatalitas ketika terjadi gangguan,”
ujar Tri.
Pembelajaran dari berbagai negara sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Dia pun memberikan empat upaya vital yang perlu dilakukan oleh PT KAI demi memperbaiki sistem keselamatan.
- Pemisahan jalur operasional. Pemisahan ini harus menjadi prioritas utama. KRL dan kereta antarkota memiliki karakteristik fundamental yang berbeda. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang bukan perihal meningkatkan kapasitas, tapi krusial bagi keselamatan. Konsep ini perlu diperluas seiring ekspansi layanan KRL. Selama pemisahan jalur belum terwujud sepenuhnya, pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta wajib memberikan margin keselamatan yang memadai, meski konsekuensinya kapasitas rel bakal berkurang dan jadwal perjalanan harus direvisi total.
- Percepatan penghapusan perlintasan sebidang. Hal ini haram ditunda. Tingginya frekuensi perjalanan kereta membuat durasi penutupan palang semakin lama, ini memicu antrean kendaraan. Dengan tingkat kedisiplinan pengguna jalan yang masih rendah, risiko pelanggaran dapat terus meningkat. Pembangunan infrastruktur tidak sebidang seperti underpass atau overpass harus menjadi prioritas berbasis risiko.
- Penguatan penataan ruang sepanjang jalur. Harus ada sterilisasi jalur kereta api. Aktivitas masyarakat tak terkendali, kemunculan akses tidak resmi, hingga lemahnya penegakan hukum tata ruang menjadi sumber gangguan serius bagi operasional. Maka, dibutuhkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan area sekitar jelur tetap aman.
- Evaluasi menyeluruh sistem keselamatan. Audit dan evaluasi total sistem keselamatan harus dilaksanakan. Pendekatan keselamatan modern harus bersifat preventif, sistem harus dirancang mampu mengintervensi kesalahan manusia agar tak berkembang menjadi kecelakaan.
Ubah Perspektif
Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Sotijowarno, menegaskan bahwa cara pandang terhadap keselamatan harus diubah secara total.
Keselamatan transportasi adalah investasi jangka panjang, bukan beban biaya,”
kata Djoko.
Dia juga memberi peringatan keras soal arah kebijakan anggaran negara terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengambil jatah anggaran jumbo.
Anggaran 2026 untuk Koperasi Desa ditetapkan 58,03 persen dari total dana desa (sekitar Rp34,57 triliun) Sementara. program MBG memiliki total pagu Rp335 triliun, dengan realisasi Rp44 triliun per Maret 2026, dan dipastikan tidak dikurangi.
Silakan anggaran Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa sebesar-besarnya, namun jangan dikurangi atau dipangkas anggaran keselamatan transportasi. Perkeretaapian tidak sekadar membangun. Keselamatan jangan dilupakan,”
tegas Djoko.
Si Bebal Asbun
Akibat insiden ini, negara hadir. Namun, permyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, bikin hati rakyat panas.
Begitu bebalnya seorang pejabat dengan hal yang dia ungkapkan ketika merespons tragedi Bekasi Timur.
Arifah meminta PT KAI agar gerbong prioritas perempuan dipindahkan—yang semula di bagian depan dan belakang KRL Commuter Line—ke bagian tengah.
Kalau bisa (gerbong perempuan) di posisi di tengah. Supaya lebih aman,”
kata dia di RSUD Bekasi.
Omongan Arifah yang “asal bunyi” alias asbun itu direspons sarkas oleh warganet. Mereka merasa pernyataan Arifah tak menelurkan solusi; dan malah hanya “menukar” korban bila ada kejadian serupa.
Statement-nya kurang lebih nggak apa-apa kalau laki-laki meninggal,”
kata @storiesbyandr.
Dikira cowok kebal ditabrak kereta,”
komen @fantasy
Dia pikir laki-laki bisa kuat menahan benturan lokomotif,”
ucap @adumekanikbola.
Mentang-mentang cowok sakitnya pas demam doang, malah dijadiin tumbal,”
kata @youmf1176.
Mulai Berbenah
Di jalur seberang alias jalur berlawanan dari insiden, beberapa menit sebelum KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong kereta di depannya, KRL Commuter Line menabrak taksi Green SM.
Ada dugaan kecelakaan maut ini akibat taksi yang berhenti di tengah rel. Meski ada keterkaitan, pemerintah mengupayakan menyelesaikan problem perkeretaapian secara komprehensif.
Misal, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono berkata, banyak perlintasan sebidang—titik perpotongan langsung antara jalur kereta api dan jalan raya (jalan umum/desa) yang berada pada ketinggian atau bidang tanah yang sama.
Area ini berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan dan kemacetan, sehingga memerlukan kepatuhan dari pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta. Maka, pemerintah bakal membenahi secara menyeluruh aspek strategis hingga teknis operasional.
Sebagai langkah awal pasca insiden, pemerintah bakal meningkatkan pengamanan di setiap titik perlintasan sebidang, termasuk menempatkan penjaga di sekitar area. Untuk selanjutnya, direncanakan pembangunan infrastruktur demi mengantisipasi risiko.
Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia,”
ucap AHY.
Bahkan Presiden Prabowo bakal menggelontorkan Rp4 triliun yang digunakan untuk membangun flyover dan memperbaiki 1.800 perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang merupakan warisan peninggalan Belanda.
Merespons hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan anggaran itu akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.




