Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 16 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Sedang Umrah, Mentan Amran Tetap Perintahkan Satgas Pangan Sikat Mafia
Nasional

Sedang Umrah, Mentan Amran Tetap Perintahkan Satgas Pangan Sikat Mafia

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 5:50 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Instagram @a.amran_sulaiman)
SHARE

Meski sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, Menteri Pertanian Amran Sulaiman tetap memantau dan memerintahkan Satgas Pangan Polri untuk tetap menindak mafia pangan yang merugikan masyarakat dan petani.

“Dari Tanah Suci pun Pak Menteri tetap memberikan arahan agar Satgas bergerak menangkap dan mengusut praktik mafia pangan yang memainkan stok dan harga pangan,”

kata Arief, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga:
Kejagung Buka Suara soal Isu Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah… Beredar kabar Febrie Adriansyah melancong ke Tanah Suci setelah mengundurkan diri dari…
Pedas! Netizen Sindir Umrah Eks Kapolres Bima: 'Setan Bilang Bukan… Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan penggunaan uang hasil setoran bandar narkoba…
Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per… Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga live bird (ayam pedaging hidup) sebesar Rp19.500…
  • Kejagung Buka Suara soal Isu Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Sebelum Dicekal
  • Pedas! Netizen Sindir Umrah Eks Kapolres Bima: 'Setan Bilang Bukan Gue'
  • Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per Kg, Telur…

Merujuk data Kementerian Pertanian sepanjang 2024-2029, Satgas Pangan Polri berhasil menangani 92 kasus mafia pangan dengan total 77 tersangka, yang terdiri dari 46 kasus beras, 16 kasus minyak goreng, 27 kasus pupuk, dan 3 kasus yang melibatkan pegawai internal.

Kasus terbesar yang diungkap adalah dugaan beras oplosan dengan potensi kerugian mencapai Rp99 triliun hingga Rp100 triliun per tahun. Berdasar hasil pemeriksaan terhadap 268 sampel beras di 13 laboratorium pada 10 provinsi, ditemukan 212 merek beras premium dan medium tidak memenuhi standar mutu, berat, maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah juga menemukan 85,56 persen beras premium tidak sesuai standar. Selain itu, ada juga kasus beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas ulang lalu dijual kembali sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi.

“Keresahan muncul ketika stok Bulog saat itu berada pada titik tertinggi, tetapi harga gabah petani masih ada yang di bawah HPP. Namun di lapangan muncul teriakan kekurangan beras dan stok berkurang,”

ucap Arief.

Problem Sektor

Di sektor minyak goreng, Kementan menemukan produk MinyaKita kemasan satu liter dijual hingga Rp18 ribu, padahal HET ditetapkan Rp15.700; dan ditemukan juga isi kemasan yang tidak sesuai takaran.

Tak hanya itu, pengawasan pada Februari 2026 juga menemukan produk bermasalah masih beredar di pasar. Mentan Amran kemudian meminta penelusuran hingga tingkat distribusi bawah.

“Pak Menteri meminta penindakan tegas terhadap pelaku. Tidak boleh kompromi. Menteri perintahkan untuk pidanakan,”

ujar Arief.

Sementara di sektor pupuk, Kementan membongkar peredaran lima jenis pupuk palsu dengan kandungan unsur hara nihil, ulah itu diperkirakan merugikan petani hingga Rp3,2 triliun sampai Rp3,3 triliun.

Akibat pupuk palsu tersebut, banyak petani disebut mengalami gagal panen, termasuk petani pengguna Kredit Usaha Rakyat (KUR). Merujuk pengungkapan kasus itu, 27 orang ditetapkan sebagai tersangka dan pemerintah mencabut lebih dari 2.230 izin pengecer, serta distributor pupuk bermasalah.

Pembersihan juga dilakukan di internal Kementerian Pertanian, dengan 11 pejabat Eselon II Kementan dijatuhi sanksi, bahkan ada yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Langkah tegas Amran terhadap mafia pangan bukan hal baru, pada periode 2017–2019 Satgas Pangan juga menangani ratusan kasus dengan total 411 tersangka.

Tag:Andi Amran SulaimanberasHETKementanMafiaMentanPanganSatgas PanganUmrah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Kejagung Teken 3 Sprindik Baru: Febrie Diperiksa Sebagai Saksi, Belum Ada Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna
1
Gibran Dikenal karena Jokowi Itu Hal Biasa, Sudah Jadi Budaya Politik di Indonesia
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga dan pekerja saat meninjau perkebunan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
2
Spanyol Gilas Prancis 2-0! Mbappe Frustrasi, La Roja Melaju ke Final Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Spanyol selebrasi usai cetak gol ke gawang Prancis.
3
NCB Polri Sukses Pulangkan Buron Saham Tambang Kariatun Tan dari China
By Rahmat Baihaqi
NCB Interpol Polri bersama Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok.
4
Trump Mau Ambil Alih Selat Hormuz, Iran Balas Ultimatum: Kami akan Paksa AS Tunduk!
By Natania Longdong
Ilustrasi foto Selat Hormuz memanas imbas militer AS dan Iran saling serang.
5

BERITA LAINNYA

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Merasa jadi Korban Bullying, Pigai ‘Ngamuk’ ke Aparat: Kenapa Polisi Tak Hentikan?

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai, melontarkan kritik kepada aparat…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
4 jam lalu
Kementerian Kebudayaan RI menyiapkan basis data terpadu masyarakat adat.
Nasional

Kementerian Kebudayaan Waspadai Masyarakat Adat ‘Jadi-jadian’, Basis Data Segera Disiapkan

Kementerian Kebudayaan RI menyiapkan basis data terpadu masyarakat adat sebagai bagian dari…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Menteri HAM Natalius Pigai dalam rapat bersama Baleg DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Juli 2026.
Nasional

RUU Masyarakat Adat: Pigai Usul Bikin Komnas Baru sebagai Benteng Terakhir

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan pembentukan Komisi Nasional Masyarakat Adat dalam Rancangan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 jam lalu
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan di gedung DPR, 15 Juli 2026.
Nasional

Data Kemenbud: 2.506 Komunitas Masyarakat Adat di RI Masih Luntang-lantung tanpa Pengakuan

Kementerian Kebudayaan RI mengungkap dari total 3.292 komunitas masyarakat adat yang terdata,…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up