Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Haji Kacau Lagi, DPR Temukan Bus Telat hingga Makanan Hilang

Petugas pendorong kursi roda melayani jamaah calon haji Indonesia menuju Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi
Petugas pendorong kursi roda melayani jamaah calon haji Indonesia menuju Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi (ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd)

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Nasir Djamil, mengungkap berbagai persoalan serius yang masih menghantui penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dalam pemantauan langsung di Maktab 602, Makkah, Senin, 25 Mei 2026 kemarin, Nasir menemukan sejumlah kendala operasional yang dinilai berulang dari tahun-tahun sebelumnya.

Terutama menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Iklan

Masalah utama yang disorot meliputi keterlambatan armada bus penjemput jemaah, serta distribusi makanan siap saji yang belum berjalan maksimal.

Ternyata kita menemukan masalah, yang masalah ini juga ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya. Soal keterlambatan bus yang menjemput jemaah haji, kemudian juga ada persoalan makanan yang terlambat diberikan, bahkan juga tidak diberikan sama sekali,”

kata Nasir Djamil, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menilai, persoalan tersebut mencerminkan belum optimalnya kesiapan penyelenggara, khususnya dari pihak pemerintah yang bertanggung jawab atas operasional haji.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI itu, lemahnya sistem mitigasi berdampak langsung pada kondisi jemaah yang seharusnya fokus menjalani rangkaian ibadah, terutama saat fase wukuf yang menjadi inti ibadah haji.

Tim Pengawas Haji DPR pun mendesak adanya perbaikan menyeluruh, dan cepat terhadap aspek teknis di lapangan agar permasalahan serupa tidak terus berulang.

Nasir mengakui, pengelolaan jemaah dalam jumlah besar memang bukan hal mudah. Namun pengalaman panjang Indonesia dalam penyelenggaraan haji, seharusnya menjadi modal utama untuk memperbaiki sistem.

Pilihan EditorRahmat Baihaqi

Kasus Kuota Haji, KPK Dalami Diskresi Era Yaqut Lewat Muhadjir Effendy

Kami menyadari bahwa tidak mudah untuk mengurus ratusan ribu jemaah haji yang dari berbagai macam provinsi, bahkan di seluruh provinsi di Indonesia ini,”

ucapnya. 

Tapi paling tidak, pengalaman bertahun-tahun kita mengelola haji ini kan akan bisa membuat kita melakukan semacam mitigasi, mengurangi risiko terkait dengan potensi-potensi masalah yang akan dihadapi oleh jemaah haji,”

jelas Nasir.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal