Komnas HAM menyoroti menyempitnya ruang kebebasan sipil yang dinilai menjadi tantangan serius dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) setelah 28 tahun reformasi.
Hal itu disampaikan Anggota Komnas HAM, Amiruddin dalam diskusi publik bertajuk “28 Tahun Reformasi Diuji: Menguji Penegakan HAM dan Reposisi Komnas HAM di Tengah Ancaman Otoritarianisme?” di Auditorium Mochtar Riyadi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, pada 25 Mei lalu.
Menurut Amiruddin, kondisi sosial-politik saat ini menghadirkan tantangan baru bagi penegakan HAM, termasuk perubahan format ketatanegaraan, postur kelembagaan Komnas HAM yang dinilai tidak lagi responsif, hingga menyempitnya ruang kebebasan sipil.







