Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 27 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Reformasi 28 Tahun Diuji, Demokrasi dan Kebebasan Sipil Sedang Tak Baik-baik Saja
Nasional

Reformasi 28 Tahun Diuji, Demokrasi dan Kebebasan Sipil Sedang Tak Baik-baik Saja

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 27, 2026 2:52 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Gambar ilustrasi aktivis HAM
Gambar ilustrasi aktivis HAM. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Komnas HAM menyoroti menyempitnya ruang kebebasan sipil yang dinilai menjadi tantangan serius dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) setelah 28 tahun reformasi.

Daftar isi Konten
  • Independensi Jadi Syarat Penting Penegakan HAM
  • Komnas HAM Dorong Pembaruan UU HAM

Hal itu disampaikan Anggota Komnas HAM, Amiruddin dalam diskusi publik bertajuk “28 Tahun Reformasi Diuji: Menguji Penegakan HAM dan Reposisi Komnas HAM di Tengah Ancaman Otoritarianisme?” di Auditorium Mochtar Riyadi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, pada 25 Mei lalu.

Menurut Amiruddin, kondisi sosial-politik saat ini menghadirkan tantangan baru bagi penegakan HAM, termasuk perubahan format ketatanegaraan, postur kelembagaan Komnas HAM yang dinilai tidak lagi responsif, hingga menyempitnya ruang kebebasan sipil.

Komnas HAM berada dalam tarikan antara negara dan civil society. Ketegangan inilah yang menuntut Komnas HAM harus independen,”

kata Amiruddin, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.
Baca juga:
Atasi Celah Kebijakan, Komnas HAM Minta Pemerintah Susun Tata Kelola… Komnas HAM RI bersama Sekretariat Komnas HAM Provinsi Aceh menyelenggarakan rangkaian kegiatan…
'Pesta Babi' Dibubarkan, Komnas HAM Ingatkan Aparat dan Pemerintah Wajib… Komnas HAM merespons perihal intimidasi, pelarangan, dan pembubaran pemutaran film Pesta Babi…
RPP Tugas TNI dalam Objek Vital Nasional, Pakar Ingatkan Risiko… Rancangan Peraturan Pemerintah soal Tugas TNI yang diduga membuka ruang bagi militer…
  • Atasi Celah Kebijakan, Komnas HAM Minta Pemerintah Susun Tata Kelola Bencana Responsif…
  • 'Pesta Babi' Dibubarkan, Komnas HAM Ingatkan Aparat dan Pemerintah Wajib Jamin Kebebasan…
  • RPP Tugas TNI dalam Objek Vital Nasional, Pakar Ingatkan Risiko Militerisasi Data…

Independensi Jadi Syarat Penting Penegakan HAM

Ia mengatakan independensi lembaga menjadi syarat penting agar Komnas HAM mampu menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan HAM secara efektif.

Amiruddin menekankan, kemandirian Komnas HAM setidaknya harus ditopang oleh empat aspek, yakni independensi kelembagaan, independensi pejabat, independensi operasional, dan otonomi anggaran.

Kalau kita bicara kemandirian Komnas HAM, mengacu kepada empat hal ini. Ini standar minimal. Mestinya Komnas HAM lebih dari itu. Tapi yang minimal ini pun belum kita dapatkan,”

ujarnya.
Sejumlah pimpinan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Solidaritas untuk Andrie Yunus membentangkan spanduk dan menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Presiden Prabowo di halaman Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Surat tersebut berisikan permintaan agar Presiden memastikan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus secara transparan, akuntabel, dan imparsial, serta meminta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
Sejumlah pimpinan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Solidaritas untuk Andrie Yunus membentangkan spanduk dan menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Presiden Prabowo di halaman Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.)

Komnas HAM Dorong Pembaruan UU HAM

Selain menyoroti kondisi kebebasan sipil, Amiruddin juga mendorong pembaruan Undang-Undang HAM agar memperkuat fungsi perlindungan dan promosi HAM di Indonesia.

Ia menilai penguatan kelembagaan, proses rekrutmen anggota yang lebih ketat, dukungan sumber daya manusia profesional, serta kecukupan anggaran menjadi kebutuhan mendesak agar Komnas HAM mampu menjalankan fungsi pengawasan di 38 provinsi.

Baca juga:
Bukannya Dilindungi Malah Diseleksi, Komnas HAM Semprot Wacana Tim Asesor… Menteri HAM Natalius Pigai, merencanakan pembentukan tim asesor untuk menilai dan menetapkan…
Komnas HAM Soroti Kelemahan Lembaganya, Revisi UU Jadi Mendesak Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.…
Program MBG Disorot, Komnas HAM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik… Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong pemerintah untuk memperkuat pembenahan…
  • Bukannya Dilindungi Malah Diseleksi, Komnas HAM Semprot Wacana Tim Asesor Pembela Hak…
  • Komnas HAM Soroti Kelemahan Lembaganya, Revisi UU Jadi Mendesak
  • Program MBG Disorot, Komnas HAM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Dapur SPPG
Tag:Hak Asasi Manusia (HAM)independensi pejabatKebebasan SipilKomnas HAMUU HAM
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rupiah ‘Berkurban’ Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
1
TNI Makin Dalam ke Ranah Sipil, DPR Dituding Gagal Jadi Penjaga Demokrasi
By Ani Ratnasari
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
2
Batal Berhaji, Purbaya Rogoh Kocek Pribadi Boyong Sapi 1 Ton ke Ciganjur
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
3
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 27 Mei 2026 Didominasi Cerah Berawan
By Ivan
Ilustrasi Berawan
4
Setelah Bawa Juara Tiga Kali Beruntun Bojan Hodak Pilih Mundur dari Persib, Ada Apa?
By Hadi Febriansyah
Bojan Hodak berpisah dengan Persib Bandung usai mebawa hattrick juara
5

BERITA LAINNYA

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, saat menjadi narasumber dalam diskusi di Menteng Kleb, Kamis, 19 Maret 2026. (Foto; owrite/Syifa)
Nasional

Indonesia Sudah “Tabola-Bale”, Sipil Jadi Militer, Tentara Urus Rakyat

Buramnya batas antara ranah militer dan sipil di Indonesian semakin "tabola-bale" atau…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
1 jam lalu
Sejumlah prajurit Yonif 315/Garuda meneriakkan yel-yel usai mengikuti upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) mobile tahun anggaran 2026 di Yonif 315/Garuda, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026).
Nasional

Pusaka Tolak RPP Tugas TNI: Masa Depan Indonesia Bakal Jadi ‘Papua Jilid Dua’?

Kemunculan draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tugas TNI jadi kekhawatiran publik. Perluasan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
3 jam lalu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan), Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi Soeharto (kedua kanan), dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali (kiri) mengangkat tanaman kedelai saat panen raya kedelai ketahanan pangan di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Kegiatan secara simbolis tersebut menjadi awal dimulainya panen kedelai seluas 400 hektare di Kabupaten Nganjuk sebagai upaya menuju swasembada kedelai nasional. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Nasional

Pelibatan TNI di Program Pemerintah Dinilai Kaburkan Batas Sipil

Pertanyaan mengenai posisi TNI di tengah pemerintahan sipil kembali mencuat, setelah maraknya…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 jam lalu
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto (kedua kiri) bersama Wakil Bupati Manokwari Mugiyono (kiri) menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga saat penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Distrik Tanah Rubuh Manokwari Utara, Manokwari, Papua Barat, Kamis (21/5/2026).
Nasional

Soroti RPP Tugas TNI, Koalisi Sindir Militer Makin ‘Multitalenta’ Masuk Ranah Sipil

Kelompok masyarakat sipil menilai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tugas TNI berpotensi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up