Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • MBG
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / P2G Sentil Prabowo soal Bahasa Prancis: Guru Kurang Ratusan Ribu, Pemerintah Malah Tambah Beban Baru
Nasional

P2G Sentil Prabowo soal Bahasa Prancis: Guru Kurang Ratusan Ribu, Pemerintah Malah Tambah Beban Baru

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 30, 2026 1:09 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS). (BPMI Setpres/Laily Rachev)
SHARE

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk sekolah-sekolah mempelajari Bahasa Prancis tidak jelas, tidak terencana, terkesan terburu-buru, tanpa perencanaan matang, belum menjadi kebutuhan prioritas, dan dirasa lebih kepada basa-basi diplomatik belaka. 

Daftar isi Konten
  • Kebijakan Tak Sesuai Prioritas Pendidikan
  • Kekurangan Guru Akan Makin Parah
  • Sudah Ada dalam Kurikulum Pilihan
  • Fokus Perbaiki Kemampuan Dasar Murid
  • Usulkan Jadi Ekstrakurikuler Saja

Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba Pak Presiden memerintahkan sekolah di semua tingkatan mengajarkan bahasa Prancis kepada murid,”

ujar Koorrinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim, dalam keterangannya.

Satriwan menambahkan, kalau setiap habis pertemuan bilateral lalu bahasa negara tersebut langsung dimasukkan ke kurikulum, tentu itu tidak tepat. Misalnya setelah bertemu Jepang jadi ingin mewajibkan bahasa Jepang, bertemu Tiongkok lalu ingin memasukkan bahasa Mandarin, atau sepulang dari Belanda kemudian mewajibkan bahasa Belanda. Menurutnya, pengelolaan pendidikan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu.

Baca juga:
Polemik Kasus Eks Jampidsus jadi 'Bola Liar', Analis: Prabowo Harus… Sikap Presiden Prabowo Subianto yang belum memberikan pernyataan terbuka terkait polemik penanganan…
"Skibidi", "Sigma", "Aura"… Bahasa Apaan Sih Ini? Bingung melihat komentar seperti "Skibidi," "Sigma," hingga "Aura +1000" di media sosial?…
Prabowo Blak-blakan Indonesia Butuh Investor Demi Gaji Guru dan Tenaga… Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia membutuhkan investasi untuk memberikan ruang bagi pemerintah…
  • Polemik Kasus Eks Jampidsus jadi 'Bola Liar', Analis: Prabowo Harus Keluar Beri…
  • "Skibidi", "Sigma", "Aura"… Bahasa Apaan Sih Ini?
  • Prabowo Blak-blakan Indonesia Butuh Investor Demi Gaji Guru dan Tenaga Kesehatan

Kebijakan Tak Sesuai Prioritas Pendidikan

P2G menyebut instruksi terkait Bahasa Prancis dan Portugis tidak masuk dalam prioritas RPJMN 2025–2029 yang diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025.

Selain itu, instruksi Presiden terkait pengajaran bahasa Portugis yang disampaikan setahun lalu juga disebut belum terealisasi hingga saat ini.

Instruksi presiden Prabowo setahun lalu agar sekolah mengajarkan bahasa Portugis kepada murid saja belum terwujud hingga hari ini, kini ditambah lagi bahasa Prancis,”

lanjut Satriwan.

Pemerintah tidak bisa membuat kebijakan pendidikan yang melenceng dari RPJMN yang sudah ditetapkan,”

kata Satriwan.

Menurut P2G, mewajibkan pelajaran Bahasa Prancis di semua jenjang sekolah artinya mulai SD, SMP, SMA/sederajat akan menambah beban kurikulum bagi murid, mengingat struktur kurikulum nasional masih relatif padat mata pelajaran.

Presiden Prabowo Bakal Lebaran Idul Adha di Prancis, Tak Lupa Sebar Sapi Monster di RI

Kekurangan Guru Akan Makin Parah

P2G menyoroti data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 374 ribu guru ASN di sekolah negeri. Dengan memasukkan pelajaran Bahasa Portugis dan Prancis mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/sederajat, maka kekurangan guru nasional dinilai akan bertambah.

Dengan asumsi satu sekolah membutuhkan dua guru Prancis dan Portugis, dari total sekitar 240 ribu sekolah SD-SMA/sederajat, maka dibutuhkan 480 ribu guru bahasa asing tersebut.

Dan kebutuhan 480 ribu guru tidak akan bisa terpenuhi oleh pemerintah, apalagi sudah 6 tahun pemerintah tak lagi merekrut guru PNS. Alhasil tak ada guru profesional yang akan mengajar pelajaran tersebut,”

tukas Satriwan.
Prabowo Dihujat Satu Indonesia soal Sapi Kurban, Anak Buah Pasang Badan

Satriwan melanjutkan, jangankan merekrut 480 ribu guru baru bahasa Portugis dan Prancis, untuk memenuhi kebutuhan dasar 374 ribu guru saja, pemerintah gagal merealisasikannya. Sementara itu UU ASN sudah melarang pemda dan sekolah merekrut guru honorer.

P2G khawatir nantinya guru mata pelajaran lain yang akan mengajar pelajaran bahasa Prancis dan Portugis. Hal ini dinilai menyalahi prinsip profesionalitas dan menjadi beban baru bagi guru.

Baca juga:
Kopdes Merah Putih Berpotensi jadi Proyek Kekuasaan, Desa Bisa Terjebak… Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur, mengkritik pelaksanaan…
Catat! BPH Migas Janji Normalkan Antrean BBM di Beberapa Daerah… Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan antrean panjang…
Satgas PASTI Bongkar Dugaan Investasi Bodong PT EVI, Modusnya Berkedok… Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan usaha PT Econext…
  • Kopdes Merah Putih Berpotensi jadi Proyek Kekuasaan, Desa Bisa Terjebak Beban Fiskal
  • Catat! BPH Migas Janji Normalkan Antrean BBM di Beberapa Daerah dalam Dua…
  • Satgas PASTI Bongkar Dugaan Investasi Bodong PT EVI, Modusnya Berkedok Gini

Sudah Ada dalam Kurikulum Pilihan

P2G mengingatkan, bahwa mata pelajaran bahasa Prancis dan bahasa asing lainnya seperti bahasa Arab, Korea, Mandarin, Jerman, dan Jepang sudah menjadi mata pelajaran pilihan bagi murid yang berminat dan masuk dalam struktur kurikulum nasional sejak Kurikulum 2006 hingga Kurikulum Merdeka saat ini.

Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris sudah termaktub eksplisit dalam struktur kurikulum nasional jenjang SMA/MA/SMK berdasarkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum Pada Jenjang PAUD DIKDASMEN,”

ungkap Satriwan.

Di jenjang SMK jurusan perhotelan dan pariwisata, mata pelajaran Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris juga sudah masuk sebagai program keahlian untuk mendukung keterampilan siswa dalam menghadapi dunia kerja.

Bahkan Mei 2026 ini Kemdikdasmen disebut berencana meluncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa.

Baca juga:
Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari… Kejaksaan Agung merevisi pernyataannya terkait status hukum mantan Jaksa Muda Bidang Pidana…
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus, Istana Kebut Proses di TPA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin…
Kejagung Turunkan Sembilan Jaksa Khusus 'Keroyok' Kasus Febrie, Mayoritas Eks… Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjuk sembilan jaksa khusus yang akan menangani kasus dugaan…
  • Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari Status Tersangka
  • Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus, Istana Kebut Proses di TPA
  • Kejagung Turunkan Sembilan Jaksa Khusus 'Keroyok' Kasus Febrie, Mayoritas Eks KPK

Fokus Perbaiki Kemampuan Dasar Murid

Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengatakan pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi kemampuan dasar siswa dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan matematika sejak sekolah dasar.

Ia menyoroti hasil TKA SMA 2025 yang masih rendah, dengan rata-rata nilai Bahasa Inggris 24,93, Matematika 36,10, dan Bahasa Indonesia 55,38.

Sementara di jenjang SD dan SMP, hasil TKA juga dinilai masih rendah. Nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,14 untuk jenjang SD/sederajat dan 60,83 untuk SMP/sederajat. Sedangkan nilai Matematika SD/sederajat sebesar 43,41 dan Matematika SMP/sederajat sebesar 40,35 dari skala 0–100.

Ketimbang memaksakan bahasa Prancis dan Portugis diajarkan di semua jenjang sekolah, justru lebih mendesak pemerintah membenahi buruknya kemampuan murid untuk matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia di sekolah,”

lanjut Iman Zanatul Haeri, Kabid Advokasi P2G.
Baca juga:
Tepis Isu Pecah Kongsi, Relawan Klaim Gibran Tak Bakal Lawan… Wakil Ketua Umum Relawan Gibran Nusantara Burhanudin Abdullah mengatakan tak ada skenario…
Prabowo Jangan Diam, Segera Ganti Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI,… Analis politik Exposit Strategic, Arif Susanto mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,…
Formappi: Komisi III DPR Sok Jadi Pendamai, Padahal Tak Paham… Manajer Riset Formappi Lucius Karus, mengkritik langkah sejumlah anggota Komisi III DPR…
  • Tepis Isu Pecah Kongsi, Relawan Klaim Gibran Tak Bakal Lawan Prabowo di…
  • Prabowo Jangan Diam, Segera Ganti Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Menhan
  • Formappi: Komisi III DPR Sok Jadi Pendamai, Padahal Tak Paham Akar Konflik…

Usulkan Jadi Ekstrakurikuler Saja

Dalam konteks pendidikan, P2G juga menyoroti data UNESCO yang menunjukkan Prancis belum masuk 10 negara favorit tujuan studi pelajar Indonesia di luar negeri.

Prancis berada di posisi ke-11 dengan jumlah pelajar Indonesia sekitar 812 orang dari total 59.224 WNI yang melanjutkan studi di luar negeri.

Selain itu, berdasarkan data BKPM 2025, negara dengan investasi terbesar di Indonesia masih didominasi Singapura, Hong Kong, Cina, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Prancis tidak masuk dalam daftar tersebut. Artinya penggunaan bahasa Prancis dalam kepentingan komunikasi perdagangan global Indonesia belum mendesak. Apalagi sudah ada bahasa Inggris yang digunakan sebagai alat komunikasi bersama secara internasional,”

jelas Iman.

Sebagai solusi, P2G merekomendasikan agar Kemdikdasmen dan Kemenag menjadikan bahasa Prancis dan Portugis sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, bukan mata pelajaran wajib.

Sebagai solusi, pemerintah dapat menjadikan bahasa Prancis dan Portugis sebagai kegiatan ekstrakurikuler murid di sekolah, jadi bentuknya klub siswa, bagi yang berminat saja, tidak wajib,”

pungkas Iman.
Baca juga:
Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Tak Jelas, Polri dan Kejaksaan… Manajer Riset Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, penanganan…
Rencana Komisi III DPR Buat Panja Kasus Eks Jampidsus Dinilai… Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan, rencana Komisi III DPR RI…
Kata 'Reformasi' Bikin Prabowo Trauma, Pembenahan Hukum Dinilai Sulit Terwujud Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, agenda pembenahan penegakan…
  • Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Tak Jelas, Polri dan Kejaksaan Sedang Main…
  • Rencana Komisi III DPR Buat Panja Kasus Eks Jampidsus Dinilai Gimik Politik…
  • Kata 'Reformasi' Bikin Prabowo Trauma, Pembenahan Hukum Dinilai Sulit Terwujud
Tag:bahasaguruHeadlinePerhimpunan Pendidikan dan GuruPrabowo SubiantoPrancisPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan
By Ani Ratnasari
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
1
Hotman Paris Datangi Kejagung, Jawaban soal Jadi Pengacara Febrie Adriansyah Bikin Heboh
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
2
Final Piala Dunia 2026 Bikin Messi Pecahkan Rekor Langka yang Bertahan 32 Tahun
By Hadi Febriansyah
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi
3
Prabowo soal LNG Masela: Para Investor Harus Untung, Kita Malu Kalau Mitra Tidak Puas
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
4
Final Piala Dunia 2026: Dulu Guru dan Murid, Kini De la Fuente vs Scaloni Berebut Trofi Juara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente dan Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) menyapa warga usai meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).
Nasional

Prabowo Blak-blakan Indonesia Butuh Investor Demi Gaji Guru dan Tenaga Kesehatan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia membutuhkan investasi untuk memberikan ruang bagi pemerintah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
5 jam lalu
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Nasional

Pertamax Ditinggal, Pertamina Ungkap Konsumsi Pertalite Tembus 80 Persen

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite meningkat sejak penyesuaian harga…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
5 jam lalu
Pengendara antre membeli BBM jenis pertalite di salah satu SPBU di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). PT Pertamina Patra Niaga berupaya melakukan normalisasi antrean panjang dengan menambah jam operasional menjadi 24 jam dan menambah sebanyak 30 unit mobil tangki BBM untuk disalurkan ke sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Mana)
Nasional

Pertamina Akui Panic Buying BBM di Sumatera, Antrean Mengular Dipicu Peralihan ke BBM Subsidi

PT Pertamina Patra Niaga mengakui sempat terjadi aksi panic buying atau pembelian…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
5 jam lalu
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

Skema Kopdes Merah Putih Disarankan Dievaluasi, Jangan Cuma Kejar Jumlah

The Indonesian Institute (TII) menilai implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up