Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / P2G Sentil Prabowo soal Bahasa Prancis: Guru Kurang Ratusan Ribu, Pemerintah Malah Tambah Beban Baru
Nasional

P2G Sentil Prabowo soal Bahasa Prancis: Guru Kurang Ratusan Ribu, Pemerintah Malah Tambah Beban Baru

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 30, 2026 1:09 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS). (BPMI Setpres/Laily Rachev)
SHARE

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk sekolah-sekolah mempelajari Bahasa Prancis tidak jelas, tidak terencana, terkesan terburu-buru, tanpa perencanaan matang, belum menjadi kebutuhan prioritas, dan dirasa lebih kepada basa-basi diplomatik belaka. 

Daftar isi Konten
  • Kebijakan Tak Sesuai Prioritas Pendidikan
  • Kekurangan Guru Akan Makin Parah
  • Sudah Ada dalam Kurikulum Pilihan
  • Fokus Perbaiki Kemampuan Dasar Murid
  • Usulkan Jadi Ekstrakurikuler Saja

Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba Pak Presiden memerintahkan sekolah di semua tingkatan mengajarkan bahasa Prancis kepada murid,”

ujar Koorrinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim, dalam keterangannya.

Satriwan menambahkan, kalau setiap habis pertemuan bilateral lalu bahasa negara tersebut langsung dimasukkan ke kurikulum, tentu itu tidak tepat. Misalnya setelah bertemu Jepang jadi ingin mewajibkan bahasa Jepang, bertemu Tiongkok lalu ingin memasukkan bahasa Mandarin, atau sepulang dari Belanda kemudian mewajibkan bahasa Belanda. Menurutnya, pengelolaan pendidikan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu.

Baca juga:
Pemecatan 2 Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dibatalkan, Pigai Dorong… Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta pembatalan pemecatan dua prajurit…
Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menerbitkan surat edaran untuk seluruh satuan pendidikan…
Deddy Sitorus: RUU Perampasan Aset Harus Sasar Koruptor, Bukan Kelompok… Isi draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang tersebar di publik dinilai…
  • Pemecatan 2 Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dibatalkan, Pigai Dorong Kasasi hingga…
  • Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ
  • Deddy Sitorus: RUU Perampasan Aset Harus Sasar Koruptor, Bukan Kelompok Kritis

Kebijakan Tak Sesuai Prioritas Pendidikan

P2G menyebut instruksi terkait Bahasa Prancis dan Portugis tidak masuk dalam prioritas RPJMN 2025–2029 yang diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025.

Selain itu, instruksi Presiden terkait pengajaran bahasa Portugis yang disampaikan setahun lalu juga disebut belum terealisasi hingga saat ini.

Instruksi presiden Prabowo setahun lalu agar sekolah mengajarkan bahasa Portugis kepada murid saja belum terwujud hingga hari ini, kini ditambah lagi bahasa Prancis,”

lanjut Satriwan.

Pemerintah tidak bisa membuat kebijakan pendidikan yang melenceng dari RPJMN yang sudah ditetapkan,”

kata Satriwan.

Menurut P2G, mewajibkan pelajaran Bahasa Prancis di semua jenjang sekolah artinya mulai SD, SMP, SMA/sederajat akan menambah beban kurikulum bagi murid, mengingat struktur kurikulum nasional masih relatif padat mata pelajaran.

Presiden Prabowo Bakal Lebaran Idul Adha di Prancis, Tak Lupa Sebar Sapi Monster di RI

Kekurangan Guru Akan Makin Parah

P2G menyoroti data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 374 ribu guru ASN di sekolah negeri. Dengan memasukkan pelajaran Bahasa Portugis dan Prancis mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/sederajat, maka kekurangan guru nasional dinilai akan bertambah.

Dengan asumsi satu sekolah membutuhkan dua guru Prancis dan Portugis, dari total sekitar 240 ribu sekolah SD-SMA/sederajat, maka dibutuhkan 480 ribu guru bahasa asing tersebut.

Dan kebutuhan 480 ribu guru tidak akan bisa terpenuhi oleh pemerintah, apalagi sudah 6 tahun pemerintah tak lagi merekrut guru PNS. Alhasil tak ada guru profesional yang akan mengajar pelajaran tersebut,”

tukas Satriwan.
Prabowo Dihujat Satu Indonesia soal Sapi Kurban, Anak Buah Pasang Badan

Satriwan melanjutkan, jangankan merekrut 480 ribu guru baru bahasa Portugis dan Prancis, untuk memenuhi kebutuhan dasar 374 ribu guru saja, pemerintah gagal merealisasikannya. Sementara itu UU ASN sudah melarang pemda dan sekolah merekrut guru honorer.

P2G khawatir nantinya guru mata pelajaran lain yang akan mengajar pelajaran bahasa Prancis dan Portugis. Hal ini dinilai menyalahi prinsip profesionalitas dan menjadi beban baru bagi guru.

Baca juga:
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Siaga Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati…
Abu Vulkanik Tutup Langit: Bandara Soetta Perpanjang Penghentian Penerbangan hingga… Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) memperpanjang penghentian operasional penerbangan hingga pukul 17.30…
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait perpanjangan waktu penutupan sementara terhadap ruang…
  • Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Siaga
  • Abu Vulkanik Tutup Langit: Bandara Soetta Perpanjang Penghentian Penerbangan hingga 17.30 WIB
  • Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan

Sudah Ada dalam Kurikulum Pilihan

P2G mengingatkan, bahwa mata pelajaran bahasa Prancis dan bahasa asing lainnya seperti bahasa Arab, Korea, Mandarin, Jerman, dan Jepang sudah menjadi mata pelajaran pilihan bagi murid yang berminat dan masuk dalam struktur kurikulum nasional sejak Kurikulum 2006 hingga Kurikulum Merdeka saat ini.

Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris sudah termaktub eksplisit dalam struktur kurikulum nasional jenjang SMA/MA/SMK berdasarkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum Pada Jenjang PAUD DIKDASMEN,”

ungkap Satriwan.

Di jenjang SMK jurusan perhotelan dan pariwisata, mata pelajaran Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris juga sudah masuk sebagai program keahlian untuk mendukung keterampilan siswa dalam menghadapi dunia kerja.

Bahkan Mei 2026 ini Kemdikdasmen disebut berencana meluncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa.

Baca juga:
Ili Lewotolok Erupsi, Kolom Abu 400 Meter Membubung ke Barat Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi…
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengintai, Bandara Soetta Ditutup hingga… Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) resmi diperpanjang akibat paparan sebaran abu…
Bandara Soetta Ditutup 4 Jam akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara akibat dampak aktivitas erupsi Gunung…
  • Ili Lewotolok Erupsi, Kolom Abu 400 Meter Membubung ke Barat
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengintai, Bandara Soetta Ditutup hingga 09.30 WIB
  • Bandara Soetta Ditutup 4 Jam akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Fokus Perbaiki Kemampuan Dasar Murid

Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengatakan pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi kemampuan dasar siswa dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan matematika sejak sekolah dasar.

Ia menyoroti hasil TKA SMA 2025 yang masih rendah, dengan rata-rata nilai Bahasa Inggris 24,93, Matematika 36,10, dan Bahasa Indonesia 55,38.

Sementara di jenjang SD dan SMP, hasil TKA juga dinilai masih rendah. Nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,14 untuk jenjang SD/sederajat dan 60,83 untuk SMP/sederajat. Sedangkan nilai Matematika SD/sederajat sebesar 43,41 dan Matematika SMP/sederajat sebesar 40,35 dari skala 0–100.

Ketimbang memaksakan bahasa Prancis dan Portugis diajarkan di semua jenjang sekolah, justru lebih mendesak pemerintah membenahi buruknya kemampuan murid untuk matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia di sekolah,”

lanjut Iman Zanatul Haeri, Kabid Advokasi P2G.
Baca juga:
Sinabung Naik Level Siaga, 650 Jiwa Didata Mengungsi Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat setelah erupsi…
Reza Indragiri Sebut Slipi-Grogol-Palmerah “Kawasan Angker” Ahli psikologi forensik Reza Indragiri menyoroti tiga kawasan di Jakarta yang memiliki…
Prabowo Klaim Ekonomi Tumbuh Lewat MBG, Pengamat: PHK Meningkat dan… Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program andalan pemerintahan Presiden…
  • Sinabung Naik Level Siaga, 650 Jiwa Didata Mengungsi
  • Reza Indragiri Sebut Slipi-Grogol-Palmerah “Kawasan Angker”
  • Prabowo Klaim Ekonomi Tumbuh Lewat MBG, Pengamat: PHK Meningkat dan Daya Beli…

Usulkan Jadi Ekstrakurikuler Saja

Dalam konteks pendidikan, P2G juga menyoroti data UNESCO yang menunjukkan Prancis belum masuk 10 negara favorit tujuan studi pelajar Indonesia di luar negeri.

Prancis berada di posisi ke-11 dengan jumlah pelajar Indonesia sekitar 812 orang dari total 59.224 WNI yang melanjutkan studi di luar negeri.

Selain itu, berdasarkan data BKPM 2025, negara dengan investasi terbesar di Indonesia masih didominasi Singapura, Hong Kong, Cina, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Prancis tidak masuk dalam daftar tersebut. Artinya penggunaan bahasa Prancis dalam kepentingan komunikasi perdagangan global Indonesia belum mendesak. Apalagi sudah ada bahasa Inggris yang digunakan sebagai alat komunikasi bersama secara internasional,”

jelas Iman.

Sebagai solusi, P2G merekomendasikan agar Kemdikdasmen dan Kemenag menjadikan bahasa Prancis dan Portugis sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, bukan mata pelajaran wajib.

Sebagai solusi, pemerintah dapat menjadikan bahasa Prancis dan Portugis sebagai kegiatan ekstrakurikuler murid di sekolah, jadi bentuknya klub siswa, bagi yang berminat saja, tidak wajib,”

pungkas Iman.
Baca juga:
Prabowo Pamer MBG di Forum Dunia Saat Kasus Keracunan Marak,… Presiden Prabowo Subianto memamerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri penutupan…
Dugaan Minta 3.000 Riyal, KPK Bidik "Jatah Preman" Anggota DPR Mantan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Jaja Jaelani mengaku…
8 WNI Jadi Tentara Rusia, Migrant Watch: Karena Sulit Cari… Direktur Migrant Watch, Aznil Tan, menyoroti kasus delapan warga negara Indonesia (WNI)…
  • Prabowo Pamer MBG di Forum Dunia Saat Kasus Keracunan Marak, Saidiman: Korban…
  • Dugaan Minta 3.000 Riyal, KPK Bidik "Jatah Preman" Anggota DPR
  • 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Migrant Watch: Karena Sulit Cari Kerja Layak…
Tag:bahasaguruHeadlinePerhimpunan Pendidikan dan GuruPrabowo SubiantoPrancisPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
1
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah siswa berjalan kaki saat berangkat sekolah di Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026).
Nasional

Sekolah di Tengah Abu Anak Krakatau: Pemerintah Siapkan Opsi PJJ

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI M. Qodari mengatakan pemerintah terus memantau kondisi…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
10 jam lalu
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
Nasional

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Lontaran Material Pijar Paling Diwaspadai

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
10 jam lalu
Personel TNI AU memasukkan garam untuk operasi modifikasi cuaca ke dalam pesawat Casa NC-212 di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026).
Nasional

BNPB Siapkan Dua Jurus Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
11 jam lalu
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Soetta hingga Budiarto Curug Terdampak

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan.…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up