Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Pertamax Ditinggal, Pertamina Ungkap Konsumsi Pertalite Tembus 80 Persen

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite meningkat sejak penyesuaian harga BBM dilakukan pada April 2026. PT Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan konsumsi tersebut terjadi seiring pergeseran masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite dan Biosolar.

Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite meningkat sejak penyesuaian harga BBM dilakukan pada April 2026. PT Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan konsumsi tersebut terjadi seiring pergeseran masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite dan Biosolar.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, perubahan pola konsumsi membuat porsi penggunaan Pertalite terhadap total konsumsi gasoline semakin besar. Kondisi ini juga berdampak pada operasional perusahaan untuk memastikan ketersediaan stok di seluruh jaringan SPBU.

Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk Pertalite secara komposisi sekitar 75 persen saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO (BBM subsidi),”

ujar Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Pertamina mencatat konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat 9,4 persen atau bertambah sekitar 7.129 kiloliter per hari dibandingkan rata-rata konsumsi normal. 

Iklan

Kenaikan tersebut membuat pangsa Pertalite terhadap seluruh produk gasoline, termasuk Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo, naik menjadi 80,3 persen dari sebelumnya 75,4 persen pada periode Januari hingga Mei 2026.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi BBM subsidi berimbas pada turunnya penggunaan produk nonsubsidi, khususnya Pertamax Series. Pertamina mencatat konsumsi Pertamax Series mengalami penurunan hampir 18 persen dibandingkan kondisi normal.

Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah khususnya di setiap MOR (Marketing Operation Region) yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita khususnya SPBU,”

terang Eko.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian operasi dengan meningkatkan ketersediaan stok di berbagai SPBU, terutama di wilayah yang mengalami kenaikan konsumsi paling tinggi.

Tak hanya Pertalite, konsumsi Biosolar juga mengalami peningkatan. Sepanjang Juli 2026, volume penggunaan Biosolar naik 13,9 persen sehingga porsinya terhadap seluruh konsumsi gasoil mencapai 94,2 persen.

Sebaliknya, konsumsi BBM nonsubsidi pada segmen diesel, yakni Dex Series yang terdiri dari Dexlite dan Pertadex, tercatat turun 6,4 persen dibandingkan rata-rata sebelumnya.

Eko mengungkapkan pergeseran konsumsi BBM tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi. Sejumlah kendaraan yang digunakan sektor industri juga mulai beralih mengisi Biosolar di SPBU.

Ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal