Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite meningkat sejak penyesuaian harga BBM dilakukan pada April 2026. PT Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan konsumsi tersebut terjadi seiring pergeseran masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite dan Biosolar.
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, perubahan pola konsumsi membuat porsi penggunaan Pertalite terhadap total konsumsi gasoline semakin besar. Kondisi ini juga berdampak pada operasional perusahaan untuk memastikan ketersediaan stok di seluruh jaringan SPBU.
Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk Pertalite secara komposisi sekitar 75 persen saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO (BBM subsidi),”
ujar Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.
Pertamina mencatat konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat 9,4 persen atau bertambah sekitar 7.129 kiloliter per hari dibandingkan rata-rata konsumsi normal.







