Kabar duka menyelimuti dunia militer Tanah Air. Mantan Menteri Pertahanan periode 2014-2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
“Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun. Turut berdukacita atas wafatnya Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan ke-25, periode 2014–2019) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada Minggu, 31 Mei 2026,”
tulis pesan tersebut.
Ryamizard tutup usia pada pukul 14.03 WIB. Saat ini Ryamizard disemayamkan di rumah duka di kediaman di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas Udik, Jawa Barat.
Rekam Jejak
Ryamizard pernah pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 2002 hingga 2005. Di era Presiden Joko Widodo, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2014-2019.
Ryamizard lahir pada 21 April 1950. Ia adalah lulusan Akabri Darat pada 1974. Kariernya mulai menanjak saat menjabat Pangdam V/Brawijaya pada 1999 yang dilanjutkan dengan menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta pada 1999-2000.
Ryamizard adalah putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI AD yang dekat dengan Soekarno. Dia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari Try Sutrisno dan juga merupakan kakak dari Syamsurya Ryacudu.
Riwayat Pendidikan
Ryamizard lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan melakukan pendidikan Sekolah Khusus Calon Perwira dari tahun 1985 hingga 1986. Lima tahun kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1991.
Ayah tiga anak ini megawali karier sebagai Pangdam V/Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jayakarta. Ia sempat mengancam orang-orang yang mengganggu wilayahnya, terutama saat terjadinya gesekan elite nasional ketika Gus Dur menduduki kursi presiden.
Karier Ryamizard makin meroket. Usai jadi Pangdam Jayakarta, ia mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah. Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001, menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian menggantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.
Di akhir masa jabatan Presiden Megawati, ia pernah dicalonkan sebagai Panglima TNI. Namun pada saat pergantian presiden dari Megawati ke SBY namanya dianulir, nama Marsekal Djoko Suyanto yang akhirnya dipilih sebagai Panglima TNI pada tahun 2006, karena namanya dianulir oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Karier Politik
Ryamizard disebut sebagai orang kepercayaan Megawati. Usai pencalonannya sebagai Panglima TNI dibatalkan oleh SBY, menimbulkan kecurigaan konflik pribadi antara SBY dan Ryamizard, seperti yang diungkapkan oleh Gus Dur.
Usia pensiun dari militer, ia mengaku tidak ingin masuk ke dunia politik, namun pada tahun 2008, saat ikut dalam deklarasi Majelis Kebangsaan Indonesia, ia sempat mempertimbangkan menjadi calon presiden bila mendapat dukungan.
Pada 27 Januari 2009, ia diundang ke Rakernas PDIP, menggantikan Hidayat Nur Wahid yang tidak jadi diundang, sehingga memunculkan namanya sebagai salah satu cawapres Megawati.
Tak hanya itu, Ryamizard sempat diisukan sebagai salah satu calon wakil presiden Joko Widodo, namun akhirnya Jusuf Kalla yang terpilih. Lalu ia mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan terlibat dalam pembekalan relawan selama kampanye Pilpres. Ryamizard Ryacudu kemudian ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja.


