Pihak keluarga Yasinta Moiwend alias Mama Sinta menduga ada tekanan dari aparat di balik pelaporan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya terkait film dokumenter Pesta Babi.
Dugaan muncul setelah pihak keluarga mengaku sempat kehilangan kontak dengan Mama Sinta sejak 24 Mei 2026 alias beberapa hari sebelum laporan polisi tersebut dibuat pada 29 Mei.
“Mama sudah tidak komunikasi dengan keluarga mulai Minggu dan diduga saat itu Mama ditekan dan (aparat diduga) sudah membangun perencanaan yang cukup panjang untuk mengambil data dari Mama Sinta,”
ujar salah seorang pihak keluarga melalui keterangan videonya, yang dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.
15 Mei 2026, pihak keluarga menduga salah seorang prajurit TNI bersama pejabat distrik di Kampung Wanam, Kabupaten Merauke, yang menyelundupkan Mama Sinta ke Merauke dan Kabupaten Boven Digoel dengan sebuah pesawat jet. Sejak itu keluarga mengaku tidak tahu keberadaannya.






