Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 9 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Lelucon Akademik: Sekolah 9 Tahun Cuma Diringkas dalam Hitungan Jam, Hasil TKA 2026 Dikritik
Nasional

Lelucon Akademik: Sekolah 9 Tahun Cuma Diringkas dalam Hitungan Jam, Hasil TKA 2026 Dikritik

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 1, 2026 10:24 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr)
SHARE

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai instrumen baru untuk mengukur capaian belajar siswa secara lebih objektif menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, rata-rata nilai siswa berada pada level belum memuaskan, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Kondisi ini memicu perdebatan mengenai relevansi TKA sebagai tolok ukur keberhasilan siswa, sebab kurikulum pendidikan saat ini tidak hanya fokus pada hasil akademik semata.

Konsultan pendidikan, Ina Liem, menilai hasil TKA yang diumumkan pemerintah sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

“Sebetulnya kalau dari saya tidak mengejutkan. (Publik) sudah tahu literasi dan numerasi siswa (Indonesia) memang masih rendah dan itu sudah diketahui selama bertahun-tahun,”

kata Ina kepada Owrite.id

Ia berpendapat persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan sekadar angka yang muncul dalam hasil TKA, melainkan tes tersebut digunakan untuk menilai kualitas siswa dan sekolah. Pendidikan seharusnya tidak direduksi hanya menjadi skor yang diperoleh siswa dalam satu kali tes.

Sebab, proses pendidikan selama bertahun-tahun juga mencakup pembentukan karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keterampilan memecahkan masalah yang tidak seluruhnya dapat diukur melalui ujian akademik.

“Seolah-olah pendidikan selama SD enam tahun dan SMP tiga tahun diringkas menjadi hasil tes yang dikerjakan hanya dalam waktu beberapa jam,”

ujar Ina.

Ia juga mengkhawatirkan kembalinya budaya mengejar nilai di sekolah. Fokus yang berlebihan terhadap hasil TKA dinilai berpotensi mendorong praktik pembelajaran yang hanya berorientasi pada latihan soal dan pencapaian skor tinggi.

“Hasil TKA ini akhirnya jadi sorotan utama. Yang dikhawatirkan adalah (siswa) kembali ke paradigma lama, mengejar nilai dan peringkat,”

tutur Ina.

Kondisi tersebut dapat membuat sekolah lebih sibuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian dibandingkan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.

Baca juga:
Rantai Korban Tak Kunjung Putus, Amnesty Desak Penegak Hukum Usut… Amnesty International Indonesia mendesak aparat penegak hukum mengusut seluruh kasus keracunan akibat…
Petaka MBG Sapu Ingatan Siswi di Karo: Amnesty Indonesia Desak… Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah…
174.520 Guru Belum S-1, PR Pendidikan Belum Kunjung Lunas Pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam memenuhi standar kualifikasi akademik guru.…
  • Rantai Korban Tak Kunjung Putus, Amnesty Desak Penegak Hukum Usut Keracunan MBG
  • Petaka MBG Sapu Ingatan Siswi di Karo: Amnesty Indonesia Desak Hentikan Total
  • 174.520 Guru Belum S-1, PR Pendidikan Belum Kunjung Lunas

Pertanyakan Hasil

Ina mempertanyakan mengapa hasil yang banyak ditampilkan kepada publik hanya berupa capaian akademik siswa. Padahal, dalam sistem evaluasi pendidikan sebelumnya terdapat indikator lain yang tidak kalah penting, seperti survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Menurutnya, indikator tersebut justru dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai keberhasilan pendidikan nasional.

“Mana hasil survei lingkungan belajar dan survei karakternya? Bukankah itu lebih penting untuk melihat apakah pendidikan (Indonesia) berhasil atau tidak?”

ujar dia.

Kebutuhan dunia kerja saat ini telah berubah. Selain kemampuan literasi dan numerasi, dunia industri juga membutuhkan lulusan yang memiliki kreativitas, inovasi, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan persoalan yang kompleks.

Karena itu, Ina menganggap hasil TKA sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya parameter untuk mengukur keberhasilan siswa maupun kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Hasil TKA 2026 menunjukkan capaian kemampuan siswa masih relatif rendah, terutama pada mata pelajaran ,atematika. Berdasar data nasional, rerata nilai Bahasa Indonesia pada jenjang SD/MI sederajat mencapai 60,14, sedangkan matematika 43,41; pada jenjang SMP/MTs sederajat, rerata nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,83 dan matematika 40,34.

Tag:KurikulumPendidikanSekolahSiswaTes Kemampuan AkademikTKA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
3
Erick Thohir Turun Langsung Cek Stadion Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK Sudah 86 Persen
By Hadi Febriansyah
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengecek kesiapan sejumlah stadion
4
DPR Gerah Pertanyakan Aturan Sawit RI: Bangun Standar Sendiri atau Ikuti Ekspektasi Eropa?
By Rika Pangesti
Sejumlah truk pengangkut TBS kelapa sawit mengantre sebelum pembongkaran muatan.
5

BERITA LAINNYA

Personel Basarnas Banten bersiap untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak.
Nasional

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, DPR Desak Pencarian Maksimal

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan prihatin terhadap sejumlah jurnalis…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 detik lalu
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki (kiri) bersama Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro (kedua kanan) melihat informasi data korban penumpang kapal yang hilang kontak di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten
Nasional

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Begini Kronologinya

Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026).
Nasional

Petaka MBG Sapu Ingatan Siswi di Karo: Amnesty Indonesia Desak Hentikan Total

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
1 jam lalu
Dua petugas menata ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).
Nasional

Rantai Korban Tak Kunjung Putus, Amnesty Desak Penegak Hukum Usut Keracunan MBG

Amnesty International Indonesia mendesak aparat penegak hukum mengusut seluruh kasus keracunan akibat…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up