Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar, melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pemerintah menggelar pertemuan dan diskusi serius membahas kondisi ekonomi, serta nilai tukar rupiah yang tengah menjadi sorotan.
Akademisi yang akrab disapa Uceng itu menilai ada ironi ketika pemerintah kini mengandalkan forum diskusi dan focused group discussion (FGD). Adapun sebelumnya Presiden Prabowo pernah melontarkan pernyataan yang dianggap meremehkan kegiatan semacam FGD dan seminar.
Melalui unggahan di media sosial yang ramai mendapat respons publik, Uceng menyampaikan sindiran tersebut secara terbuka. Unggahan itu tercatat memperoleh sekitar 2.400 tanda suka, 344 komentar, dan dibagikan sebanyak 141 kali.
Saya lihat Pemerintah akhirnya kumpul, ‘focused group discussion’ dan diskusi serius tentang mata uang dan ekonomi saat ini,”
tulis Prof Uceng yang dikutip, Senin, 8 Juni 2026.
Uceng kemudian menitipkan pesan khusus kepada para peserta pertemuan, agar mengingatkan Presiden mengenai fungsi penting diskusi dalam pengambilan kebijakan publik.
Titip satu hal, tolong sekaligus ingatkan Pak Presiden, inilah gunanya diskusi dan FGD,”
lanjutnya.
Sindiran itu merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo, yang sebelumnya sempat melontarkan kritik terhadap berbagai forum diskusi dan seminar, yang dianggap terlalu banyak bicara tanpa menghasilkan tindakan nyata.
Prabowo saat itu menyampaikan anggaran kegiatan FGD atau seminar lebih baik dialihkan untuk program nyata seperti memberi makan rakyat yang lapar, mengatasi stunting, hingga memperbaiki sekolah.
Namun, menurut Uceng, pengalaman tersebut justru membuatnya selalu teringat pada komentar Presiden Prabowo setiap kali mendengar istilah FGD.
Soale, sekarang setiap ada undangan atau kata FGD yang saya dengar, saya ingat penghinaan pak Presiden untuk FGD dan diskusi,”
tuturnya.
Tak berhenti di situ, Uceng bahkan menyinggung ekspresi Presiden Prabowo saat menyampaikan kritik tersebut.
Bahkan saya ingat betul muka, mimik dan gerak bibir mencucu beliau. Katanya diskusi gak penting😂,”
tulisnya.
Pernyataan Uceng segera memancing perdebatan di ruang publik. Sebagian warganet menilai kritik itu sebagai pengingat bahwa diskusi, dan pertukaran gagasan tetap menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan negara.



