Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengultimatum akan menindak tegas, seluruh produsen dan penyedia benih perkebunan agar tidak bermain-main dalam pelaksanaan program pemerintah. Hal ini terutama terkait kualitas, jumlah, dan ketepatan distribusi benih kepada petani.
Amran mengatakan, akan menindak tegas setiap pelanggaran, mulai dari pencoretan sebagai mitra hingga proses hukum.
Jangan coba-coba bermain dengan kualitas benih, jumlah benih, ataupun proses pengadaannya kalau ada yang melanggar, kami tidak akan kompromi. Kami minta Satgas, aparat penegak hukum, KPK, TNI, dan Polri ikut mengawal,”
ujar Amran dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Anggarkan Rp9,95 Triliun
Amran menjelaskan, pengawasan ketat dilakukan karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk program penyediaan dan pengembangan bibit komoditas perkebunan strategis yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian.
Ini program strategis dengan anggaran hampir Rp10 triliun, tidak boleh ada yang bermain-main. Uang negara harus benar-benar sampai kepada petani dalam bentuk benih yang berkualitas dan sesuai spesifikasi,”
katanya.
Menurutnya, seluruh penyedia benih harus bertanggung jawab penuh terhadap kontrak yang telah disepakati dan memastikan benih yang disalurkan sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Ia menegaskan, Kementan telah menyiapkan sistem pengawasan hingga tingkat desa untuk memastikan setiap bantuan benih dapat dipantau secara real time.
Kami akan cek langsung sampai ke lapangan. Kalau jumlahnya kurang atau kualitasnya tidak sesuai, wajib diganti dan bisa diproses secara hukum. Jangan pernah berpikir bisa lolos dari pengawasan,”
terangnya.
Amran mengingatkan tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi pihak tertentu dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan diperlakukan sama tanpa memandang kedekatan dengan pejabat atau pihak manapun.
Kalau ada yang mengaku keluarga saya, orang dekat saya, atau merasa dibekingi oleh siapa pun, langsung saya batalkan. Tidak ada perlakuan khusus. Presiden juga sudah menegaskan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran,”
ujarnya.
Terus Evaluasi
Ia menuturkan, pemerintah akan menerapkan sistem evaluasi ketat terhadap seluruh penyedia benih. Perusahaan yang menunjukkan kinerja baik akan diprioritaskan dalam program berikutnya, sedangkan perusahaan yang tidak memenuhi standar akan dicoret dari daftar mitra pemerintah.
Tahun depan ditentukan oleh kinerja tahun ini yang bekerja baik akan kami beri kesempatan lebih besar. Yang tidak baik, kami blacklist,”
imbuhnya.



