Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerataan akses listrik menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia.
Menurut dia, anak-anak sulit memperoleh pendidikan yang optimal di tengah perkembangan digital jika belum menikmati akses listrik.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat melakukan penyalaan simbolis listrik bagi salah satu penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam cepat. Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi, saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,”
kata Bahlil, Minggu, 21 Juni 2026.
Maka itu, dia menyebut pemerintah terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan BPBL. Pada 2026, pemerintah menargetkan Program BPBL menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk 24.000 rumah tangga di Jawa Tengah.
Sementara sepanjang 2025, Program BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga secara nasional. 19.161 rumah tangga di antaranya berada di Jawa Tengah.
Selain BPBL, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui Program Lisdes.
Bahlil menyampaikan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), bisa menikmati akses listrik.
Menurut Bahlil, banyak daerah yang hingga kini belum teraliri listrik karena lokasinya jauh dari gardu induk sehingga tidak layak secara bisnis bagi PLN. Padahal, setiap warga negara berhak mendapatkan fasilitas pelayanan listrik.
Karena itu, ia menekankan negara harus hadir untuk menjamin pemerataan layanan dasar bagi masyarakat.
Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik,”
ujar Bahlil.
Adapun untuk diketahui sepanjang 2025, Program Lisdes telah terealisasi di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia. Hal itu termasuk 113 lokasi di Jawa Tengah.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di Jawa Tengah.


























