Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 8 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 15 Tahun Sawitan Tanpa HGU, Bikin Warga Kapuas Langganan Banjir: PT KMJ Diadukan ke DPR
Nasional

15 Tahun Sawitan Tanpa HGU, Bikin Warga Kapuas Langganan Banjir: PT KMJ Diadukan ke DPR

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 8, 2026 7:12 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Masyarakat adat Kabupaten Kapuas bertemu dengan Komisi XII DPR RI membahas konflik lahan, 8 Juli 2026.
Masyarakat adat Kabupaten Kapuas bertemu dengan Komisi XII DPR RI membahas konflik lahan, 8 Juli 2026. (Tangkapan layar TV Parlemen)
SHARE

Konflik agraria antara masyarakat adat di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan PT Kapuas Maju Jaya (KMJ) dibawa ke Senayan. 

Daftar isi Konten
  • Dugaan Pelanggaran
  • Dugaan Kriminalisasi
  • Sikap Pemda

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, warga mengaku dikriminalisasi saat memperjuangkan lahannya. Mereka juga membongkar sederet dugaan pelanggaran perusahaan, mulai dari beroperasi selama 15 tahun tanpa Hak Guna Usaha (HGU) hingga dugaan koperasi plasma fiktif.

Wakil Ketua DPP Betang Mandau Talawang, Tundan Tasin, mengatakan kedatangan masyarakat ke parlemen menjadi jalan terakhir setelah berbagai upaya penyelesaian di tingkat daerah tak kunjung membuahkan hasil.

“Kami berharap bisa pulang membawa titik terang berupa rekomendasi atau keputusan resmi dari DPR RI yang mengarahkan kasus ini harus diselesaikan. Masyarakat di kampung halaman sedang menunggu hasil nyata,”

kata Tundan, dikutip Rabu, 8 Juli 2026. 
Baca juga:
Banggar DPR: Anggaran MBG 2026 Berpotensi Dipangkas hingga Rp80 Triliun Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengungkapkan, efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis…
UAS Diadang Saat Berdakwah di Kutai, DPR Desak Polisi Beri… DPR RI menyoroti aksi pengadangan terhadap penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di…
Wacana RUU Pidana LGBTQ: Antara Kurikulum Sekolah, Hukum Pidana, atau… Pemerintah resmi menetapkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter melalui Peraturan Presiden…
  • Banggar DPR: Anggaran MBG 2026 Berpotensi Dipangkas hingga Rp80 Triliun
  • UAS Diadang Saat Berdakwah di Kutai, DPR Desak Polisi Beri Perlindungan Tokoh…
  • Wacana RUU Pidana LGBTQ: Antara Kurikulum Sekolah, Hukum Pidana, atau Ruang Terapi?

Dugaan Pelanggaran

Dalam paparannya, Tundan mengungkapkan PT KMJ mulai beroperasi sejak 2009 di Desa Sei Ringin, yang kini masuk Kecamatan Pasak Talawang. Hingga kini perusahaan itu disebut belum mengantongi HGU dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Bahkan operasional perusahaan tetap berjalan meski pernah dihentikan melalui surat mantan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang. Kemudianm, izin perusahaan juga diklaim sempat dicabut oleh mantan Bupati Mawardi dan mantan Bupati Ben Brahim, namum lagi-lagi aktivitas perusahaan tidak pernah stop.

Selain persoalan legalitas lahan, masyarakat juga menuding PT KMJ melakukan pelanggaran lingkungan. Korporasi itu disebut menanam kelapa sawit di kawasan sempadan sungai dan menutup sejumlah aliran sungai kecil demi kepentingan operasional.

“Banyak sungai kecil ditutup demi kelancaran operasional mereka. Akibatnya, wilayah kami kini sering dilanda banjir parah hingga mencapai atap rumah. Pada tahun 2022 terjadi 12 kali banjir,”

ujar Tundan.

Masyarakat juga mempersoalkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan koperasi plasma. Mereka menduga Koperasi binaan PT KMJ, yakni Koperasi Hagatang Tarung Bersama, hanya dijadikan tameng perusahaan saat berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Tak hanya itu, warga mengaku pembagian hasil plasma jauh dari harapan.

“Realisasi uang pembagian hasil koperasi sangat miris, satu keluarga hanya mendapatkan Rp150 ribu per tahun,” ungkapnya.

ujar Tundan.

Dugaan Kriminalisasi

Dalam forum tersebut, Tundan juga mengungkap dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang memperjuangkan tanahnya. Ia menyebut perjuangan warga sejak tahun 2000 melalui aksi demonstrasi maupun mediasi justru berujung penangkapan.

23 perempuan pernah ditahan selama satu malam, sementara tiga warga lainnya harus mendekam di tahanan selama satu setengah bulan. Lebih mengejutkan, kata Tundan, penyelesaian melalui keadilan restoratif hanya akan diberikan bila masyarakat bersedia melepaskan haknya hingga ke anak-cucu, agar tak menuntut persoalan lahan.

Sikap Pemda

Selain perusahaan, masyarakat turut menyoroti sikap pemerintah daerah. Mereka mengaku berkali-kali diarahkan menempuh jalur pengadilan, Sementara aparat enggan bertindak karena dugaan keterlibatan anggota DPRD dalam kepengurusan koperasi plasma.

Warga juga mempersoalkan langkah bupati yang disebut merekomendasikan pembukaan lahan plasma baru seluas 1.500 hektare. Padahal menurut mereka, tuntutan utama adalah penyelesaian sengketa lahan lama seluas sekitar 1.200 hektare yang dikuasai PT KMJ sejak 2009.

Adapun, RDP tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas surat pengaduan masyarakat yang dikirim ke Komisi XII DPR RI pada 25 Mei 2026. Tundan berharap wakil rakyat dapat mengawal penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu.

Baca juga:
Profesor UGM ke DPR: Harus Berani Kritik Presiden, Jangan Hanya… Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Madah (UGM) Prof. Zainal Arifin…
Ibarat Darah dalam Tubuh Koruptor: DPR Diminta Perjelas Definisi di… Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tak hanya didorong untuk memperkuat pemberantasan…
Baleg Pastikan Penyusunan RUU Penyadapan Tak Abaikan Hak Privasi Sipil Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menegaskan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyadapan…
  • Profesor UGM ke DPR: Harus Berani Kritik Presiden, Jangan Hanya Jadi Pemuji…
  • Ibarat Darah dalam Tubuh Koruptor: DPR Diminta Perjelas Definisi di RUU Perampasan…
  • Baleg Pastikan Penyusunan RUU Penyadapan Tak Abaikan Hak Privasi Sipil

Tag:DPRHGUKapuasKelapa Sawitkonflik agrariaMasyarakat Adat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kafe Cipete Diubek-ubek Polri, Kenapa Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Mendadak Dijaga TNI?
By Rahmat Baihaqi
Suasana rumah Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Jalan Radio I, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 8 Juli 2026.
1
AHY Unggul Telak dari Gibran, Kompetensi hingga Kinerja Disebut Bak Bumi dan Langit
By Rahmat Tunny
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
2
Ketua MPR Diutus ke Iran Tuai Pro-Kontra, Langkah Prabowo Dinilai Masih Konstitusional
By Rika Pangesti
Dosen yang juga pakar hukum tata negara Fahri Bachmid.
3
Apa Itu Kombucha? Kenali Manfaat, Kandungan, dan Cara Mengonsumsinya 
By Ossid Duha Jussas Salma
Kombucha
4
Ketua MPR Diutus ke Iran, Langkah Prabowo Dikritik Tak Sejalan dengan Prinsip Ketatanegaraan
By Natania Longdong
Ketua MPR Ahmad Muzani berjalan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan
5

BERITA LAINNYA

Makna bendera rainbow LGBT
Nasional

Perpres Prabowo soal LGBTQ Diprotes Amnesty, Dinilai Picu Diskriminasi dan Intimidasi

Amnesty International Indonesia merespons Peraturan Presiden atau Perpres yang mengklasifikasikan penyebaran budaya…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Suasana rumah Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Jalan Radio I, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 8 Juli 2026.
Nasional

Kafe Cipete Diubek-ubek Polri, Kenapa Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Mendadak Dijaga TNI?

Kediaman Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.
Nasional

Amnesty International Kritisi Soal Perpres LGBTQ yang Masuk Ancaman Non Militer

Amnesty International Indonesia merespons Peraturan Presiden tentang Kebijakan Umum Pertahanan Nasional, yang…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu (sumber: Anisa Aulia/Owrite)
Nasional

Purbaya Tegaskan Rencana RI Beli Rudal BrahMos dari India Pakai Anggaran Kemhan 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait rencana Indonesia membeli rudal jelajah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up