Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan pemerintah agar pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) tak menciptakan kesan bahwa hanya ada satu jalur resmi untuk melahirkan pemimpin nasional.
JPPI menyampaikan pembangunan pendidikan tinggi harus berorientasi pada pemerataan kualitas, bukan pembentukan institusi yang eksklusif.
Mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berorientasi pada penciptaan institusi yang eksklusif,”
kata Ari kepada Owrite, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Ari, yang jauh lebih penting memastikan seluruh perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Lalu, melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik bangsa.
Di sisi lain, Ari mengatakan JPPI menghargai setiap upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan nasional. Namun, menurutnya, pembangunan kepemimpinan tak harus diwujudkan melalui pembentukan perguruan tinggi baru.
Kepemimpinan lahir dari sistem pendidikan yang sehat, terbuka, dan berkeadilan,”
ujarnya.
Ia menilai Indonesia saat ini tidak kekurangan perguruan tinggi. Tantangan yang lebih mendesak adalah meningkatkan kualitas kampus-kampus yang sudah ada agar bisa memberikan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Indonesia sedang membutuhkan keberanian untuk memperbaiki kualitas seluruh universitas yang sudah ada,”
jelas Ari.
Lebih lanjut, JPPI mengkhawatirkan pendirian URI justru berpotensi menjadi ruang reproduksi elite bila tak dibangun berdasarkan kebutuhan yang jelas dan tata kelola yang transparan.
Negara harus memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin, tanpa harus melalui satu jalur pendidikan yang eksklusif,”
ujarnya.





















