Aspirasi masyarakat Pati tidak berhenti pada persoalan keamanan dan kepastian hukum. Forum Komunikasi Rakyat Pati mendorong pemerintah mengembangkan potensi ekonomi daerah seperti hilirisasi ketela yang dapat menjadi jalan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong Pati menjadi kawasan ekonomi strategis.
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yulianti mengatakan pengembangan ekonomi Pati diarahkan pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi besar. Selain pertanian, sektor maritim, perikanan, industri, hingga logistik juga masuk dalam usulan.
Tadi saya bisa menyimpulkan bahwa tuntutannya itu ada sekitar lima, yaitu percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, optimalisasi peran aparat penegak hukum dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Pati, penguatan kesejahteraan petani ketela melalui hilirisasi dan pengembangan Pati sebagai kawasan ekonomi strategis,”
kata Sari dalam audiensi Forum Komunikasi Rakyat Pati dengan pimpinan DPR RI di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
3 Komoditas Terintegrasi
Menurut Sari, konsep kawasan ekonomi strategis yang diusulkan tidak hanya bertumpu pada satu komoditas. Ada tiga sektor utama yang ingin diintegrasikan, yakni industri agro dan pangan, maritim dan perikanan, serta industri dan logistik Pantura.
Hilirisasi ketela menjadi salah satu sorotan karena komoditas tersebut selama ini menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat Pati.
Forum Komunikasi Rakyat Pati berharap hasil pertanian tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade merespons usulan tersebut. Dia mengatakan DPR akan meminta kajian mengenai potensi pengembangan ketela di Pati melalui Danantara.
Bagaimana masyarakat Pati ingin adanya hilirisasi terhadap ketela. Untuk itu mungkin nanti saya akan meminta teman-teman di Danantara untuk melakukan kajian,”
kata Andre.
Menurutnya, kajian tersebut dinilai penting untuk memastikan rencana hilirisasi tidak hanya berhenti sebagai wacana. Andre ingin melihat lebih dulu seberapa besar potensi komoditas ketela di Pati dan apakah pengembangannya memungkinkan untuk dieksekusi.
Bagaimana potensi pengembangan terhadap potensinya ketela itu di Pati. Nanti kita akan minta untuk bikin kajian,”
ujarnya.
Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang kuat, DPR menyatakan siap memberikan dukungan melalui Komisi VI. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Pati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kalau memang berpotensi dan bisa dieksekusi, tentu kami di Komisi VI nanti akan memberikan dukungan penuh agar pertumbuhan ekonomi di Pati lebih berkembang,”
kata Andre.
Menurut Andre, hilirisasi tidak boleh sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung kepada petani sebagai produsen bahan baku.
Sehingga masyarakat bisa sejahtera, petani bisa sejahtera-sejahtera dan ekonomi juga bisa tumbuh dengan baik,”
ujarnya.


Kekhawatiran Masyarakat Pati
Dorongan pengembangan ekonomi ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat Pati terhadap dampak polemik yang berkembang terhadap iklim investasi. Perwakilan nelayan Pati sebelumnya menyebut investor mulai ragu masuk akibat citra daerah yang dinilai terdampak pemberitaan mengenai keresahan di Pati.
Perwakilan nelayan Pati, Agung, mengatakan kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ekonomi daerah.
Dengan adanya keresahan yang hanya segelintir orang, kita nelayan Kabupaten Pati sangat terasa dampaknya. Dari investor-investor yang akan masuk, semuanya ketakutan akan Kabupaten Pati,”
kata Agung.
Agung meminta pemerintah melihat langsung kondisi Pati dan tidak hanya mengandalkan narasi yang berkembang di ruang publik.
Mohon dari Bapak semuanya perwakilan kita, minta turun ke lapangan, turun ke Pati, lihat ini Pati,”
ujarnya.
Dia menilai Pati memiliki modal ekonomi yang cukup besar, terutama dari sektor perikanan. Karena itu, kondisi daerah yang kondusif dinilai penting agar potensi ekonomi tersebut bisa terus berkembang.
Karena Kabupaten Pati merupakan lumbung perikanan Indonesia,”
kata Agung.


























