Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin, 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB total ada 10.232 gempa susulan yang terjadi di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026.
Dikutip dari Instagram @infobmkg, dijelaskan bahwa gempa bumi susulan di pulau Flores NTT terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,0.
Dari puluhan ribu gempa susulan tersebut, sebanyak 157 gempa dirasakan oleh masyarakat. Dan dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu.
Warga Masih Mengungsi


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan akibat gempa Flores ratusan ribu warga masih mengungsi di tempat-tempat yang lebih aman.
Data BNPB mencatat jumlah warga yang masih mengungsi akibat gempa Flores NTT per 30 Agustus 2026 sebanyak 188.161 orang. Angka ini turun 4.142 orang dibandingkan data sebelumnya.
Saat ini pengungsi masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbesar berada di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai. Masing-masing wilayah tersebut masih menampung lebih dari 50 ribu pengungsi.
BNPB mencatat sebanyak 50.574 warga masih mengungsi di Nagekeo, sementara di Manggarai terdapat 50.556 pengungsi. Selain dua kabupaten tersebut, pengungsi dalam jumlah besar masih tersebar di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.
Meski jumlah pengungsi mulai berkurang, BNPB tetap memfasilitasi warga yang ingin kembali ke rumah secara sukarela dengan menyediakan kebutuhan yang diperlukan.
Korban Meninggal


Hingga 30 Agustus 2026, BNPB juga mencatat dampak gempa berupa 111 orang meninggal dunia dan 1.631 orang mengalami luka-luka.
Sebanyak 95.567 rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan dan BNPB masih memverifikasi tingkat kerusakannya.



























