Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Biadab! HP Korban Jadi Alat Teror, Pelaku Penembakan 3 Pegawai Jayawijaya Kini Diburu
Nasional

Biadab! HP Korban Jadi Alat Teror, Pelaku Penembakan 3 Pegawai Jayawijaya Kini Diburu

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
Last updated: September 11, 2026 5:20 pm
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 jam lalu
Share
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Foto: AI).
SHARE

Pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diduga tak hanya membawa handphone milik salah satu korban. Pelaku juga menggunakan handphone untuk menghubungi dan mengejek keluarga korban melalui video call.

Daftar isi Konten
  • Rekam Jejak Kriminal
  • Tiga Tewas Ditembak

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan pelaku tercatat dua kali berkomunikasi dengan keluarga korban menggunakan nomor yang berasal dari handphone korban.

Dia video call ada dua kali menggunakan nomor korban yang handphonenya dibawa oleh pelaku,”

kata Yusuf, Jumat, 11 September 2026.

Dari jejak komunikasi itu, penyidik kemudian mengantongi identitas dua pelaku yang diduga terlibat dalam penembakan. Keduanya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat dalam berbagai tindak kriminal di Papua.

Ini salah satunya yang sudah kita identifikasi, namanya inisialnya PN yang satu KT,”

ujar Yusuf.
Baca juga:
Identitas Pelaku Terkuak, Satgas Cartenz Buru Pembantai Pegawai Dinas Pertanian… Satgas Operasi Damai Cartenz memburu pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten…
3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Ditembak Mati TPNPB Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas diduga jadi korban penembakan Tentara Pembebasan…
Ganti Operator Tanpa Kehilangan Nomor HP, DPR: Patut Dipertimbangkan Terutama… Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai gagasan agar masyarakat…
  • Identitas Pelaku Terkuak, Satgas Cartenz Buru Pembantai Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya
  • 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Ditembak Mati TPNPB
  • Ganti Operator Tanpa Kehilangan Nomor HP, DPR: Patut Dipertimbangkan Terutama dari Perlindungan…

Rekam Jejak Kriminal

Yusuf mengatakan PN dan KT bukan nama baru dalam sejumlah kasus kriminal di Papua. Keduanya disebut pernah terlibat dalam kasus penculikan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang berhasil dibebaskan pada 2024.

Selain itu, keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan kasus pembantaian pekerja PT Istaka Karya pada 2019. Dalam kasus tersebut, kelompok pelaku terlibat dalam aksi perampokan, penculikan hingga pembunuhan terhadap sejumlah pekerja di Papua.

Yusuf juga menyebut kelompok PN dan KT terlibat dalam penembakan ketika pembukaan Festival Lembah Baliem di Wamena.

Meski memiliki rekam jejak tersebut, kepolisian belum dapat memastikan penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya dilakukan oleh kelompok criminal bersenjata (KKB) tertentu.

Yusuf mengatakan kelompok itu selama ini diduga melakukan aksi secara acak terhadap korbannya.

Kalau terkait dengan kelompok tertentu, masih terlalu jauh kami untuk menilai seperti itu, sebab biasanya mereka melakukannya secara random,”

jelas Yusuf.
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas

Menurut Yusuf, rangkaian aksi yang dilakukan para pelaku menunjukkan adanya pola untuk menebarkan teror dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Kalau modus yang mereka lakukan, ini mereka memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan,”

ujar Yusuf.

Tiga Tewas Ditembak

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas setelah ditembak oleh kelompok yang disebut sebagai TPNPB-OPM di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, sebanyak 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Dalam perjalanan kembali ke Wamena, rombongan tersebut dicegat sejumlah pelaku yang membawa senjata api. Tiga pegawai kemudian ditembak, sedangkan delapan pegawai lainnya dilepaskan.

Berdasarkan keterangan korban selamat, pelaku diduga merupakan anggota TPNPB dari wilayah Nduga.

Tiga korban tewas masing-masing berinisial WB (24) dan AR (49), yang merupakan perempuan, serta AAM (35), seorang laki-laki. Ketiganya sudah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena.

Sementara itu, Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom mengakui pihaknya menembak ketiga pegawai tersebut.

Baca juga:
Jarang VC Orang Tua Pas Merantau Bukan Berarti Kamu Berhati… Pernah nggak sih kamu sadar, kalau makin ke sini kok makin jarang…
Buron Pencuri Rumah Kosong di Tangerang Akhirnya Diciduk, Emas 30… Pelarian S, pelaku spesialis pencurian rumah kosong di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang,…
Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal… Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menilai penyidik masih berpeluang…
  • Jarang VC Orang Tua Pas Merantau Bukan Berarti Kamu Berhati Dingin, Ini…
  • Buron Pencuri Rumah Kosong di Tangerang Akhirnya Diciduk, Emas 30 Gram Dijual…
  • Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal Lebih Berat

Sebby mengaku mendapatkan laporan dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Darakma Brigjen Egianus Kogeya. Dalam laporan tersebut disebutkan pasukan TPNPB di Kota Wamena menahan mobil yang ditumpangi para korban di Jalan Trans Wamena-Tiom sekitar pukul 15.15 WIT.

Para penumpang kemudian diperiksa, termasuk barang bawaan mereka. Sebby mengatakan pihaknya sudah memeriksa barang bawaan dan meminta seluruh penumpang untuk tetap di mobil dan tenang.

Namun, karena panik dan kaget ketiga korban melarikan diri. Maka kami tembak mati, karena jika selamat mereka akan melaporkan atau membocorkan informasi kepada militer Indonesia terkait keberadaan pasukan TPNPB di Distrik Muliama,”

kata Sebby.

Tag:HandphonePapua PegununganPelakuPenembakan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka hingga Tanjung Priok Disorot
By Natania Longdong
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
2
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
3
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
4
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
Nasional

2.800 Korban dalam 12 Kasus Keracunan MBG, Persoalan Dinilai Sudah Sistemik

Sedikitnya 2.800 orang disebut menjadi korban dalam 12 kasus keracunan selama pelaksanaan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
30 menit lalu
Personel Basarnas Banten bersiap untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak.
Nasional

Basarnas Punya Tiga Hari Lagi, DPR Desak Pencarian Jurnalis Hilang Dimaksimalkan

Pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, memasuki hari keempat. Komisi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya di perairan Selat Sunda.
Nasional

Tim SAR Temukan Benda Diduga Pelampung Saat Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Tim SAR gabungan menemukan sebuah benda yang diduga merupakan pelampung saat melakukan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ilustrasi palu pengadilan.
Nasional

BRAN Didesak Bisa Ajukan Konflik Agraria ke Pengadilan, Bukan Jadi Hakim Sekaligus

Urban Poor Consortium (UPC) mendukung rencana pembentukan Pengadilan Agraria dalam Rancangan Undang-Undang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up