Timnas Inggris berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Pada fase delapan besar, The Three Lions dijadwalkan menghadapi Norwegia di Miami Stadium pada Minggu 12 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Inggris untuk kembali melangkah ke semifinal. Namun, sejarah menunjukkan bahwa babak perempat final sering kali menjadi tantangan berat bagi Three Lions.
Inggris datang ke babak delapan besar dengan kepercayaan diri tinggi. Meski demikian, catatan sejarah memperlihatkan bahwa mereka lebih sering mengalami kegagalan dibanding keberhasilan saat tampil di fase ini.
Sejak pertama kali mencapai perempat final Piala Dunia, Inggris telah merasakan kemenangan bersejarah sekaligus kekalahan yang sulit dilupakan.
Langkah Perdana Terhenti oleh Uruguay
Perempat final pertama Inggris terjadi pada Piala Dunia 1954. Saat itu mereka harus mengakui keunggulan juara bertahan, Uruguay, dengan skor 2-4 di Basel.
Gol dari Nat Lofthouse dan Tom Finney belum cukup untuk menghentikan laju Uruguay menuju semifinal.
Empat tahun kemudian, Inggris kembali melangkah ke delapan besar dan bertemu Brasil yang berstatus juara bertahan.
Meski sempat menyamakan kedudukan lewat Gerry Hitchens, Inggris akhirnya kalah 1-3. Garrincha tampil luar biasa dengan mencetak dua gol yang membawa Brasil melaju ke semifinal.
Menyingkirkan Argentina dan Berakhir dengan Gelar Juara
Piala Dunia 1966 menjadi momen paling bersejarah bagi sepak bola Inggris. Bermain di Wembley, Three Lions mengalahkan Argentina 1-0 berkat gol Geoff Hurst pada menit ke-78.
Kemenangan tersebut menjadi awal perjalanan Inggris menuju gelar juara dunia pertama sekaligus satu-satunya hingga saat ini.
Sebagai juara bertahan, Inggris sempat unggul dua gol atas Jerman Barat melalui Alan Mullery dan Martin Peters.
Namun, Franz Beckenbauer memimpin kebangkitan Der Panzer sebelum Gerd Muller mencetak gol kemenangan pada babak perpanjangan waktu. Inggris pun tersingkir dengan skor 2-3.
Laga Legendaris Maradona
Perempat final Piala Dunia 1986 menjadi salah satu pertandingan paling ikonik sepanjang sejarah.
Diego Maradona mencetak dua gol ke gawang Inggris, termasuk gol kontroversial “Tangan Tuhan” dan aksi individu spektakuler yang kemudian dinobatkan FIFA sebagai “Gol Abad Ini”. Inggris kalah 1-2 meski Gary Lineker sempat mencetak gol balasan.
Pada Piala Dunia Italia 1990, Inggris menghadapi kejutan turnamen, Kamerun. Sempat tertinggal 1-2, pasukan Bobby Robson bangkit lewat dua gol penalti Gary Lineker dan menang 3-2 setelah perpanjangan waktu.
Kemenangan tersebut membawa Inggris kembali ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 1966.
Tendangan Ronaldinho yang Tak Terlupakan
Inggris membuka keunggulan lebih dulu melalui Michael Owen saat menghadapi Brasil. Namun, Rivaldo menyamakan skor pada laga tersebut.
Sebelum akhirnya Ronaldinho mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas jarak jauh yang mengecoh David Seaman. Brasil menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Sementara itu Pada Piala Dunia 2006, Inggris kembali harus pulang dengan cara yang menyakitkan. Setelah Wayne Rooney mendapat kartu merah, pertandingan melawan Portugal berakhir imbang tanpa gol hingga babak tambahan.
Dalam adu penalti, Cristiano Ronaldo mencetak tendangan penentu kemenangan setelah Ricardo menggagalkan tiga eksekutor Inggris. Three Lions kalah 1-3 dalam drama tos-tosan.
Piala Dunia 2018 menjadi momen kebangkitan Inggris. Setelah melewati Kolombia lewat adu penalti, pasukan Gareth Southgate mengalahkan Swedia 2-0 melalui gol Harry Maguire dan Dele Alli.
Hasil tersebut membawa Inggris kembali ke semifinal Piala Dunia setelah penantian selama 28 tahun.
Sebelum tampil di perempat final Piala Dunia 2026, Inggris telah sembilan kali mencapai fase delapan besar. Dari sembilan pertandingan tersebut, The Three Lions membukukan tiga kemenangan dan enam kekalahan.
Statistik itu menunjukkan bahwa perempat final kerap menjadi ujian berat bagi Inggris. Kini, menghadapi Norwegia di Miami Stadium, Harry Kane dan kolega bertekad memperbaiki catatan tersebut sekaligus menjaga asa untuk kembali merebut trofi Piala Dunia.





















