Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pertarungan dua kekuatan besar sepak bola dunia. Juara bertahan Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai puncak yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
Laga ini tak hanya mempertemukan dua tim terbaik sepanjang turnamen. Namun, juga jadi panggung duel dua generasi.
Di satu sisi ada Lionel Messi, yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhirnya. Di sisi lain, Lamine Yamal hadir sebagai bintang muda Spanyol yang banyak disebut sebagai calon penerus sang legenda.
Pertahanan Spanyol Nyaris Sempurna
Mengutip ESPN, Minggu, 19 Juli 2026, perjalanan Spanyol menuju final sempat diawali hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada fase grup. Namun setelah itu, skuad asuhan Luis de la Fuente tampil konsisten hingga berhasil mencapai partai puncak.
La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan memperlihatkan kualitas terbaiknya ketika menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal.
Tak hanya itu, Spanyol juga membukukan enam clean sheet beruntun, sebuah rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Dominasi lini belakang mereka juga tercermin dari statistik expected goals (xG) lawan yang rata-rata hanya mencapai 0,31 per pertandingan, menunjukkan betapa solidnya organisasi pertahanan Spanyol sepanjang turnamen.
Sementara itu, Argentina melangkah ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal.
Tim besutan Lionel Scaloni kembali menunjukkan karakter sebagai tim yang pantang menyerah. Sempat tertinggal lebih dulu, La Albiceleste membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, sementara Lionel Messi menyumbang dua assist.
Sepanjang fase gugur, Argentina juga tampil sangat produktif. Berdasarkan data ESPN, mereka selalu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026, yang menjadi rekor baru dalam sejarah turnamen.
Peluang Ukir Sejarah
Final ini juga membuka peluang Argentina mencatat sejarah baru. Apabila mampu mengalahkan Spanyol, La Albiceleste akan menjadi negara pertama yang menjuarai empat turnamen besar secara beruntun, yakni Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, dan Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Spanyol diperkirakan tetap mengandalkan gaya bermain berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka di bawah Luis de la Fuente.
Sebaliknya, Argentina diyakini akan mengandalkan kreativitas Lionel Messi serta transisi cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski memiliki lini belakang yang sangat solid, Spanyol diprediksi tidak boleh lengah hingga peluit panjang dibunyikan. Pasalnya, Argentina beberapa kali berhasil mencetak gol penentu pada menit-menit akhir selama perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Dengan rekor impresif kedua tim, peluang Argentina bisa mencetak sejarah. Selain itu, duel antara Messi melawan Yamal, final Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu laga paling dinanti dalam sejarah turnamen.























