Persebaya Surabaya memasuki fase akhir preseason sebelum menghadapi Super League 2026/2027. Francisco Rivera Cs tengah jalani pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian dari upaya mematangkan kesiapan tim.
Rombongan tim Bajul Ijo bertolak ke Thailand pada Selasa, 18 Agustus 2026 dan dijadwalkan kembali ke Surabaya pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pemusatan latihan ini menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi berbagai hasil yang telah diperoleh sepanjang masa persiapan.
Rangkaian preseason Persebaya telah dimulai sejak pekan pertama Juli 2026. Hingga memasuki agenda di Thailand, tim asuhan Bernardo Tavares tersebut sudah melewati tujuh pertandingan.
Lima di antaranya berlangsung dalam ajang Piala Presiden 2026. Hasilnya cukup positif karena Ernando Ari dan kawan-kawan berhasil menjuarai turnamen tersebut.
Berbagai data dan catatan yang dikumpulkan selama satu bulan preseason kini menjadi bahan evaluasi. Tim pelatih akan berusaha perbaiki sejumlah aspek selama berada di Thailand.
Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,”
kata Tavares, dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Momentum Bangun Kekompakan
Selain meningkatkan kesiapan fisik dan permainan, Tavares memanfaatkan training camp di Thailand untuk pererat hubungan antarpemain.
Menurut pelatih asal Portugal itu, dengan berada satu lingkungan selama hampir sepanjang hari bisa membantu para pemain membangun kedekatan yang lebih kuat. Hal itu dibandingkan saat menjalani aktivitas rutin di Indonesia.
Ketika berada di Indonesia, terkadang kami hanya bertemu saat latihan dan pertandingan. Di sini, para pemain bersama hampir 24 jam,”
tutur pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Dia bilang skuad Persebaya perlu membangun kebersamaan seperti keluarga.
Karena ketika menghadapi masa-masa sulit, kami membutuhkan satu sama lain,”
lanjut Tavares.
Kekompakan dianggap jadi modal penting bagi Persebaya karena perjalanan kompetisi musim depan akan berlangsung panjang. Berbagai tantangan berpotensi muncul dan membutuhkan kerja sama seluruh anggota tim.
Pemilihan Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan juga bukan tanpa alasan. Tavares ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para pemain dengan menghadirkan suasana, lingkungan, serta tantangan yang tidak mereka temui dalam rutinitas sehari-hari di Surabaya.
Lingkungan baru, lawan yang berbeda, dan suasana latihan yang berbeda akan membantu kami berkembang. Itu yang kami inginkan dari proses ini,”
ujarnya.
Situasi tersebut diharapkan bisa berikan stimulus tambahan kepada pemain sekaligus bantu tim berkembang sebelum kompetisi resmi dimulai.
Persebaya tak hanya mengejar peningkatan fisik dan taktik selama berada di Thailand. Mentalitas pemain juga jadi salah satu perhatian utama Bernardo Tavares.
Ia ingin setiap pemain memahami tanggung jawabnya di dalam tim serta memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi maksimal demi kepentingan bersama.
Kami ingin mereka memahami arti menjadi pemenang sekaligus menjadi rekan setim yang baik,”
jelasnya.

























