Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 27 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Peta Politik Bergeser, Sejumlah Tokoh Sulut “Loncat” dari Partai Lama ke Gerindra
Politik

Peta Politik Bergeser, Sejumlah Tokoh Sulut “Loncat” dari Partai Lama ke Gerindra

rahmat-tunnyAmin Suciady
Last updated: Mei 27, 2026 5:47 pm
Rahmat Tunny
Amin Suciady
Share
Gambar lambang sejumlah partai politik
Gambar lambang sejumlah partai politik. (Gambar: kesbangpol.palangkaraya.go.id)
SHARE

Perpindahan sejumlah tokoh politik di Sulawesi Utara ke Partai Gerindra memantik perhatian publik. 

Fenomena ini dinilai bukan sekadar dinamika biasa, melainkan cerminan pergeseran peta kekuatan politik menjelang kontestasi mendatang.

Sejumlah nama besar tercatat bergabung ke Gerindra, di antaranya Wali Kota Bitung Hengky Honandar yang sebelumnya bernaung di NasDem, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat dari Golkar, serta delapan staf khusus gubernur, termasuk mantan Sekretaris PSI Sulut Kristo Ivan Ferno Lumentut.

Direktur Executive Partner Politik Indonesia Abubakar Solissa menilai, fenomena perpindahan kader antarpartai bukan hal baru dalam politik nasional.

Menuju 2029, Gerindra Disebut Siapkan Kekuatan Lewat Merger

Perpindahan kader partai ke partai lain sudah menjadi fenomena politik di Indonesia sejak reformasi bergulir. Banyak tokoh-tokoh penting dan populer yang memutuskan pindah dari partai asalnya disebabkan oleh banyak faktor,”

kata Solissa kepada owrite.id.

Menurutnya, terdapat sejumlah alasan utama yang mendorong seorang politisi mengambil langkah tersebut.

Menurut saya, ada empat faktor penting yang membuat seseorang itu harus memilih hengkang ke partai lain,”

ucapnya.
Baca juga:
Safari Politik Jokowi Jadi Taruhan, Dongkrak Elektabilitas atau Malah Jadi… Kembalinya Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke panggung publik lewat rencana safari…
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat… Seorang anggota DPRD Jember bernama Achmad Syahri As Siddiqi atau yang akrab…
Golkar Mendominasi, Bambang Soesatyo Diangkat Jadi Komisaris Lippo Karawaci PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) merombak, jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat…
  • Safari Politik Jokowi Jadi Taruhan, Dongkrak Elektabilitas atau Malah Jadi Bumerang?
  • Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai…
  • Golkar Mendominasi, Bambang Soesatyo Diangkat Jadi Komisaris Lippo Karawaci

Pertama, peluang elektoral. Peluang terpilih atau bisa masuk di parlemen menjadi faktor penting. Pasalnya, sambung Sollisa, keberadaan seseorang di partai tidak terlalu membawa optimisme untuk kepentingannya di pemilu mendatang dapat tercapai.

Kedua, konflik internal. Adanya konflik di internal partai yang membuat seseorang tidak nyaman melanjutkan perjuangan politiknya, sehingga migrasi ke partai lain menjadi pilihan yang tepat untuk diambil.

Ambisi PSI Kuasai Jateng Dipertanyakan: Kader Tak Jelas, Program Kabur, Modal Cuma Nama Jokowi

Diakui Solissa, perbedaan arah politik turut menjadi alasan lain yang tidak kalah penting, hingga seseorang memilih pindah ke partai lain.

“Ketiga, perbedaan pandangan politik. Faktor kecocokan terhadap arah dan kebijakan partai, perubahan haluan partai, atau berpindahnya loyalitas kepada tokoh elit tertentu di luar partai disinyalir menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang memilih keluar dari partai,”

ungkapnya.

Dan yang keempat, adanya kekecewaan terhadap kepemimpinan di partai. Ketidakpuasan terhadap gaya pengelolaan partai yang dinilai terlalu otoriter, sentralistik, tidak adanya transparansi hingga berjarak dengan nilai-nilai demokrasi yang di anut di Indonesia.

Baca juga:
Kecam Pemukulan Ronald Sinaga, PSI: Tindakan Barbar, Tak Boleh Ada… Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam tegas tindakan kekerasan yang dialami Wakil Ketua…
Mundur dari PSI, Ade Armando Ogah Partai Ikut Jadi Sasaran… Ade Armando secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia…
Citra Institute Kupas Manuver 'Political Block' Nasdem Wacana pembentukan blok politik antara Partai Nasdem dan Partai Gerindra saat menjadi…
  • Kecam Pemukulan Ronald Sinaga, PSI: Tindakan Barbar, Tak Boleh Ada Ruang Premanisme
  • Mundur dari PSI, Ade Armando Ogah Partai Ikut Jadi Sasaran Tembak
  • Citra Institute Kupas Manuver 'Political Block' Nasdem

Kalkulasi Politik

Solissa menilai, keputusan sejumlah tokoh di Sulawesi Utara bergabung dengan Gerindra tak lepas dari kalkulasi politik terhadap kekuatan partai tersebut saat ini.

Mungkin keempat politisi itu menghitung peluang mereka sangat besar lolos ke parlemen jika bergabung dengan partai Gerindra yang saat ini menjadi penguasa di republik ini,”

bebernya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa fenomena ini merupakan hal yang lazim dalam dinamika politik Indonesia.

Jateng jadi Medan Perang Partai Gajah VS Partai Banteng, Lebih Kuat Jokowi atau Megawati?

Intinya kepindahan politisi dari partai satu ke partai lain itu hal yang biasa, apalagi ada diantara mereka sudah beberapa kali pindah partai. Itu hal biasa ya,”

tutupnya.

Perpindahan ini memperlihatkan bagaimana arah angin politik mulai terbaca oleh para elite daerah, sekaligus menjadi sinyal bahwa kontestasi politik ke depan akan semakin kompetitif.

Tag:GolkarPartai GerindraPartai NasDemPSISulawesi Utara
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rupiah ‘Berkurban’ Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
1
TNI Makin Dalam ke Ranah Sipil, DPR Dituding Gagal Jadi Penjaga Demokrasi
By Ani Ratnasari
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
2
Batal Berhaji, Purbaya Rogoh Kocek Pribadi Boyong Sapi 1 Ton ke Ciganjur
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
3
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 27 Mei 2026 Didominasi Cerah Berawan
By Ivan
Ilustrasi Berawan
4
Rupiah Loyo Sendirian se-ASEAN ke Rp17.834, Purbaya Bingung: Ini Tidak Masuk Akal!
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Foto udara kawasan Masjid Agung Baitul Makmur di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh
Politik

Selamatkan Aceh, DPR Desak Otsus Tetap Berlanjut Tanpa Batas

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Muslim Ayub, menegaskan pentingnya keberlanjutan Dana…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Politik

Tak Penuhi Kuota 30 Persen Perempuan, Partai Terancam Gagal Ikut Pemilu

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai dukungan partai politik menjadi faktor…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
5 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Politik

Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat Harga Barang Meroket 

Pemerintah menyebut kondisi ekonomi nasional masih terkendali dan jauh dari ancaman krisis…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
6 jam lalu
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Politik

Safari Politik Jokowi Jadi Taruhan, Dongkrak Elektabilitas atau Malah Jadi Bumerang?

Kembalinya Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke panggung publik lewat rencana safari…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up