Surat yang diklaim ditulis mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya untuk Kepala BGN anyar, Nanik S. Deyang, viral di media sosial.
Surat diunggah oleh akun Instagram bernama @sonysanjayabd, berisi ucapan selamat dari Sony kepada Nanik yang baru dilantik sebagai Kepala BGN. Berikut isi surat:
“Kepada Yth Ibu Nanik S. Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang diberikan kepada saya.”
Surat tersebut ditandatangani atas nama Sony. Selain surat, Sony juga mengunggah ucapan selamat melalui akun Instagram pribadinya.
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia,”
tulis dia.
Tebak-tebak Hadiah
Meski sekilas berisi ucapan selamat atas jabatan baru, namun sejumlah pihak menyoroti kalimat penutup dalam surat tersebut yang dinilai menyimpan pesan lain. Perhatian masyarakat tertuju pada ucapan “Terima kasih atas hadiah indah yang diberikan kepada saya.”
Pengamat politik, Fernando Emas, menilai surat itu memang tampak seperti ucapan selamat biasa. Namun, ia melihat ada makna lain yang bisa dibaca dari kalimat penutup.
“Kalau membaca surat Sony Sanjaya yang ditujukan kepada Nanik atas diangkatnya sebagai Kepala BGN memang terlihat hanya ucapan biasa saja. Namun, kalau membaca kalimat terakhir dari surat tersebut, sepertinya memang ada kelompok di antara pimpinan BGN,”
kata Fernando kepada Owrite.id, Kamis, 4 Juni 2026.
Fernando berpendapat kalimat “hadiah indah” yang menjadi sorotan itu berpotensi mencerminkan ketegangan di internal lembaga, terutama setelah mencuatnya kasus dugaan penyimpangan dana dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mungkin saja Sony menganggap bahwa Nanik yang memberikan informasi penyimpangan dana MBG yang dilakukan oleh Dadan cs. Apalagi Nanik yang diangkat sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan. Sehingga ada kalimat kado terindah dalam surat tersebut,”
terang dia.

Kubu
Fernando menduga munculnya kelompok atau kubu di lingkungan pimpinan BGN kemungkinan berkaitan dengan persoalan yang belakangan menyeret sejumlah pejabat lembaga tersebut.
“Kemungkinan besar terbentuknya kelompok atau kubu di kalangan pimpinan BGN karena ada penyimpangan yang sepertinya Nanik tidak mau terlibat,”
kata Fernando.
Meski demikian, Fernando menganggap pergantian kepemimpinan di BGN justru bisa menjadi momentum untuk mengakhiri friksi internal dan memperbaiki tata kelola lembaga. Saat ini Nanik memimpin, Fernando berpendapat tidak ada lagi potensi kubu di internal BGN.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa perbaikan dalam pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Sehingga diharapkan pelaksanaan program MBG akan semakin baik dan diperbaiki. Apalagi Nanik merupakan kader Gerindra yang memiliki kepentingan sama dengan Presiden Prabowo Subianto untuk suksesnya program MBG,”
kata Fernando.


