Penetapan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya sebagai tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi total bahkan menghentikan sementara program andalannya.
Hal itu dilontarkan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Kasus hukum yang menyeret tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut dapat menjadi faktor eksternal yang selama ini dibutuhkan Prabowo untuk mengambil langkah terhadap program andalannya itu.
“Saya pernah memprediksi suatu saat nanti Pak Prabowo akan menghentikan MBG, tapi memang dia harus punya alasan untuk bisa menghentikan MBG itu tanpa harus datang dari dirinya,”
kata Hendri, Kamis, 4 Juni 2026.
MBG merupakan program unggulan Prabowo yang tidak mudah dihentikan secara sepihak tanpa menimbulkan konsekuensi politik. Artinya, dia tidak bisa menghentikan program tersebut karena harus ada faktor eksternal yang akhirnya membuat dia menyetop MBG.






