Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 8 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • DPR
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Tradisi Istana Dikritik: Stop Penghargaan Negara, Ada Penerima Terseret Dugaan Korupsi
Politik

Tradisi Istana Dikritik: Stop Penghargaan Negara, Ada Penerima Terseret Dugaan Korupsi

rahmat-tunnyHardani Triyoga
Last updated: Juni 8, 2026 6:09 pm
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
Share
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Doc: IG Badan Gizi Nasional.
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Doc: IG Badan Gizi Nasional.
SHARE

Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal melontarkan kritik tajam terhadap tradisi pemberian tanda kehormatan negara. Tradisi itu biasanya kadang dilakukan pemerintah jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Menurut Akbar, sudah terlalu banyak pejabat yang sebelumnya menerima penghargaan atas nama negara. Namun, belakangan justru tersandung kasus hukum atas dugaan korupsi. Ia mengingatkan seharusnya kondisi itu jadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah.

Melalui unggahan yang ramai diperbincangkan publik, Akbar secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan penghentian sementara pemberian berbagai penghargaan negara.

Baru Dapat Bintang Jasa dari Prabowo, Dadan Hindayana Kini Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi MBG

Yth Bapak Presiden @prabowo, saatnya memikirkan moratorium pemberian berbagai penghargaan atas nama negara kepada mereka yang dianggap berjasa,”

tulis Akbar Faizal di akun media sosial X pribadinya, yang dikutip, pada Senin, 8 Juni 2026.

Mantan politikus Partai Nasdem itu secara khusus menyinggung momentum peringatan Hari Kemerdekaan yang selama ini identik dengan penganugerahan berbagai gelar, dan tanda kehormatan kepada pejabat maupun tokoh tertentu.

Terutama pada momen peringatan 17 Agustus 2026 yang selalu menjadi ajang pemberian berbagai gelar besar,”

lanjut Akbar.

Akbar menilai negara seharusnya belajar dari berbagai kasus yang terjadi belakangan ini. Baginya, penghargaan negara kehilangan makna ketika penerimanya kemudian diketahui terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan kepentingan bangsa.

Baca juga:
Dari Pabrik ke Istana, Begini Perjalanan Said Iqbal hingga Jadi… Peta politik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)…
Di Tengah Kontroversi Korupsi MBG, Prabowo Lantik Nanik S. Deyang… Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi…
Rupiah Melemah, Faizal Assegaf Sebut Ada Dugaan Skenario Gulingkan Prabowo… Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus memantik perdebatan…
  • Dari Pabrik ke Istana, Begini Perjalanan Said Iqbal hingga Jadi Penasihat Presiden
  • Di Tengah Kontroversi Korupsi MBG, Prabowo Lantik Nanik S. Deyang Jadi Nakhoda…
  • Rupiah Melemah, Faizal Assegaf Sebut Ada Dugaan Skenario Gulingkan Prabowo Seperti 1998

Negara harus merasa terluka oleh banyaknya orang yang mendapat penghargaan bintang ini dan itu, namun kemudian belakangan diketahui adalah pengkhianat negara dalam berbagai bentuk,”

tuturnya.

Pernyataan Akbar itu muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah pejabat tinggi yang sebelumnya menerima penghargaan dari negara. Tapi, ironis karena pejabat itu belakangan terseret kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Akbar mengingatkan penghargaan paling berharga yang saat ini dibutuhkan masyarakat bukanlah seremoni atau pemberian bintang jasa kepada elite. Tapi, kepastian hukum yang adil bagi seluruh warga negara.

Yang kita butuhkan saat ini adalah penghargaan negara kpd rakyatnya berupa kepastian dan kesetaraan hukum,”

jelas Akbar.

Salah satu tokoh yang jadi sorotan adalah eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Figur akademisi yang juga pakar entomologi itu pernah dianugerahi Tanda Bintang Jasa Utama oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Mengutip dari laman resmi BGN, Presiden Prabowo pernah beri penghargaan Tanda Bintang Jasa Utama kepada Dadan. Penghargaan itu diberikan saat peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia serta 18 gudang ketahanan pangan di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Namun, ironis karena Dadan tersandung kasus dugaan korupsi MBG. Dadan pun dicopot Prabowo dari jabatannya. Nanik S Deyang kini diplot menggantikan Dadan sebagai Kepala BGN.

Tag:Akbar FaizalDadan HindayanaPejabatPenghargaanPrabowo SubiantoStop
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
2
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar Imbas Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang
By Anisa Aulia
Gedung Bank Indonesia.
5

BERITA LAINNYA

Said Iqbal usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Presiden di Istana Kepresidenan.
Politik

Said Iqbal Tancap Gas, Menteri yang Abaikan Buruh Siap Dilaporkan ke Prabowo

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengirim pesan…

rahmat-tunnyHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
40 menit lalu
Diskusi peluncuran hasil riset oleh Themis Indonesia
Politik

Riset Bongkar ‘Bom Waktu’ Pemilu 2029, Kecurangan Disebut Bisa Dimulai dari Sini

Penundaan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dinilai tidak hanya berdampak pada kepastian…

Rika PangestiSyifa Fauziah
By
Rika Pangesti
Syifa Fauziah
1 jam lalu
Serikat Buruh Menolak UMP DKI Jakarta Ditetapkan sebesar Rp5,7 juta.
Politik

Dari Pabrik ke Istana, Begini Perjalanan Said Iqbal hingga Jadi Penasihat Presiden

Peta politik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)…

rahmat-tunnyHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto beri keterangan pers kepada awak media. (Foto: Dok. PDIP).
Politik

BEM SI Ancam Reformasi Jilid II, Hasto PDIP Soroti Nasib Rupiah dan Kepercayaan Publik

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto merespons ancaman bakal adanya aksi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up