Kondisi keuangan BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap defisit sekitar Rp2 triliun per bulan sebagai persoalan biasa.
Menurut Netty tekanan keuangan yang terus terjadi pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk berbenah secara menyeluruh.
“JKN adalah program strategis yang menjadi tumpuan jutaan rakyat Indonesia. Karena itu, munculnya defisit bulanan sebesar Rp2 triliun tidak boleh dianggap sebagai persoalan rutin yang cukup diselesaikan dengan suntikan dana jangka pendek,”
kata Netty dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.
Selisih Bulanan
Berdasarkan paparan pihak BPJS Kesehatan kepada Komisi IX DPR, pembayaran klaim saat ini mencapai Rp16 hingga Rp16,5 triliun setiap bulan. Sementara, penerimaan iuran hanya berada di kisaran Rp14 triliun per bulan. Selisih tersebut membuat BPJS Kesehatan harus menanggung defisit sekitar Rp2 triliun setiap bulan.





