Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Guru Besar UII Semprot Program Prabowo, Ingatkan Ancaman Revolusi Bila Aspirasi Diabaikan

Prof. Masduki sebut kemampuan pemerintah melakukan koreksi terhadap kebijakan bermasalah menjadi ukuran penting menjaga kepercayaan publik.

Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI
Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI

Kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat di tengah meningkatnya sorotan terhadap kondisi ekonomi, dan sejumlah program strategis nasional. 

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Masduki menilai, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program yang dinilai bermasalah, dan tidak tepat sasaran.

Dalam pernyataannya di video pendek yang viral, Masduki turut menyoroti penggunaan anggaran negara yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius, termasuk terkait aktivitas dan perjalanan pejabat negara di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat.

Iklan

Pemborosan-pemborosan terutama perjalanan Prabowo ke Paris bersama Seskab Teddy,”

kata Masduki yang dikutip, Minggu, 14 Juni 2026.

Prabowo Harus Dengar Kritik dan Aspirasi Publik

Prof. Masduki menilai, pemerintah harus segera mendengar kritik dan aspirasi publik yang berkembang. Evaluasi terhadap program-program yang menuai polemik harus dilakukan sebelum ketidakpuasan masyarakat semakin meluas.

Kita minta di kesempatan sore hari ini, kalau Presiden kita Prabowo dan Wakil Presidennya masih waras dan pro rakyat untuk segera meninjau ulang seluruh program yang kebermasalah tadi,”

ucapnya.

Dikatakan, Prof. Masduki, kemampuan pemerintah untuk melakukan koreksi terhadap kebijakan yang dianggap bermasalah menjadi ukuran penting dalam menjaga kepercayaan publik. 

Kegagalan Program Munculkan Tuntutan Perubahan

Dalam bagian paling tajam dari pernyataannya, Masduki menyebut kegagalan melakukan evaluasi terhadap program-program yang dipersoalkan dapat memunculkan tuntutan perubahan yang lebih besar.

Kalau tidak bisa ditinjau ulang berarti tidak kompeten dan saatnya untuk melakukan apa? Revolusi!”

tegasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.