Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Sindir Tokoh yang Berubah Haluan Usai Dapat Jabatan, Islah Bahrawi: Jijik Lihatnya!

Fenomena berubahnya sikap sejumlah tokoh politik setelah bergabung ke lingkar kekuasaan kembali menjadi perbincangan.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas terkait kondisi perang di timur tengah dan kesiapan pemerintah hadapi Idul Fitri 1447 Hijriah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym)

Fenomena berubahnya sikap sejumlah tokoh politik setelah bergabung ke lingkar kekuasaan kembali menjadi perbincangan. 

Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Islah Bahrawi menilai ada perbedaan mendasar antara loyalis yang sejak awal mendukung Prabowo Subianto, dengan tokoh-tokoh yang dahulu dikenal sebagai pengkritik keras, namun kini justru menjadi pembela paling vokal pemerintahan.

Menurut Islah, tokoh-tokoh seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon memiliki legitimasi politik untuk berada di lingkar kekuasaan karena mendampingi Prabowo sejak masih berada di luar pemerintahan.

Iklan

Buat saya pribadi, sosok seperti Dondas (Sufmi Dasco Ahmad, red), Fahri Hamzah atau Fadli Zon, justru mereka orang-orang loyal yang mendampingi pak Prabowo sejak awal,”

tulis Islah Bahrawi yang dikutip dari akun media sosial X pribadinya, Kamis, 18 Juni 2026.

Dikatakan Islah, tidak ada yang aneh ketika loyalitas politik tersebut kemudian berbuah posisi dalam pemerintahan.

Mereka layak mendapatkan ruang kekuasaan setelah pak Prabowo berkuasa. They deserve it! Itu wajar,”

ujarnya.

Namun pandangan berbeda ia tujukan kepada sejumlah tokoh yang menurutnya pernah melontarkan kritik keras bahkan hujatan kepada Prabowo, tetapi kini justru tampil sebagai pembela paling bersemangat setelah memperoleh posisi di pemerintahan.

Menurut Islah, perubahan sikap semacam itu sulit dipahami publik karena terjadi secara drastis dan dalam waktu yang relatif singkat.

Yang saya anggap penjilat sejati itu justru mereka yang dulu mencaci maki pak Prabowo sampe mentok tapi hari ini justru memuji-muji setelah diberi jabatan dan fasilitas,”

tegasnya.

Ia mengaku merasa terganggu melihat fenomena tersebut yang menurutnya semakin sering muncul dalam dinamika politik nasional.

Jijik lihatnya. Banyak yang model begini. You name it!”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal