Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

‘Demokrasi Gimik’ Guntur Romli Soroti Pembatalan Diskusi di UI, Siapa Intervensi Kampus?

Politikus PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli mengkritik pembatalan mendadak forum diskusi publik yang sedianya digelar Forum Konferensi Republik di Kampus Universitas Indonesia (UI).

Universitas Indonesia
Ilustrasi logo Universitas Indonesia (Foto:.ppidui.org)

Politikus PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli mengkritik pembatalan mendadak forum diskusi publik yang sedianya digelar Forum Konferensi Republik di Kampus Universitas Indonesia (UI). 

Menurutnya, pembatalan sepihak itu menjadi preseden buruk bagi kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat.

Dikatakan Guntur Romli, penghentian kegiatan itu bertolak belakang dengan narasi pemerintah yang selama ini mengklaim terbuka terhadap kritik dan masukan publik.

Iklan

Pilihan EditorAdi Briantika

TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman

Di satu sisi Presiden Prabowo membangun narasi populis bahwa dirinya terbuka menerima usulan, bahkan dari anak desa melalui TikTok. Tapi itu hanya klaim, karena realitas di lapangan justru menunjukkan kebebasan berpendapat dibatasi,”

kata Guntur Romli dalam video pendeknya yang dikutip, Senin, 29 Juni 2026.

Dijelaskannya, forum Konferensi Republik dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan akademisi, aktivis, peneliti, dan masyarakat sipil untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan serta menawarkan rekomendasi kebijakan.

Konferensi Republik membawa niat baik untuk mendiskusikan arah masa depan bangsa, mengevaluasi kebijakan publik, serta merumuskan solusi bagi Republik. Tetapi justru ruang dialektika itu dibungkam secara sepihak,”

ucapnya.

Ia mengungkapkan, panitia telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diminta pihak kampus. Bahkan, izin penggunaan ruangan telah diterbitkan dan seluruh perlengkapan acara telah disiapkan sebelum kegiatan dimulai.

Menurut penuturan panitia, seluruh prosedur administrasi dan perizinan sudah dipenuhi. Bahkan barang-barang acara sudah tertata, tetapi saat acara hendak dimulai pintu ruangan justru dikunci tanpa alasan yang jelas,”

jelasnya.

Ditambahkan Guntur Romli, peristiwa tersebut memperlihatkan adanya jurang antara narasi demokrasi yang disampaikan pemerintah dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Kalau benar usulan anak desa melalui TikTok bisa didengarkan Presiden, mengapa forum yang dihadiri guru besar, dosen, peneliti, aktivis, dan masyarakat justru dilarang? Siapa yang melakukan intervensi terhadap kampus?,”

tegasnya.

Sebagaimana diketahui, forum Konferensi Republik sendiri dipimpin oleh Sudirman Said. Diskusi yang rencananya berlangsung pada, Mingau, 28 Juni 2026 kemarin mendadak dibatalkan sepihak oleh pihak Kampus UI Salemba tanpa alasan yang jelas.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal