Manuver PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan sebagai partai penyeimbang bukan oposisi dinilai sebagai sikap tak biasa. Sikap PDIP ibarat sekali dayung dua pulau terlampaui.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menganalisa demikian, karena menilai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berlaku bagi semua kader berlogo banteng itu.
Megawati ingin tegaskan bahwa partai penyeimbang adalah sikap resmi partai secara kelembagaan. Keputusannya resmi dan berlaku bagi semua kader partai secara keseluruhan,”
kata Adi kepada Owrite, Jumat, 10 Juli 2026.
Dia menyebut manuver PDIP juga untuk menjaga dua kepentingan. Adi menilai di satu sisi Megawati sebagai Ketum PDIP ingin terus merawat persahabatan politik dengan Prabowo Subianto.







