Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

PDIP Malu-malu Kucing: Sebagian Kader Gemar Kritik, Sisanya Hobi Melobi

Kader PDIP kerap mengkritik kebijakan pemerintah, sementara kader lainnya justru memberi dukungan terhadap sejumlah program pemerintah.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Dok. PDIP).

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Prabowo Subianto masih belum tegas dan terkesan memainkan dua arah dalam dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Penilaian itu muncul setelah sebagian kader PDIP kerap mengkritik kebijakan pemerintah, sementara kader lainnya justru mendukung sejumlah program pemerintah. 

Ada yang menyerang, ada yang melobi pendekatan. Sebenarnya bukan masanya lagi,”

kata Fernando Emas kepada Owrite, Minggu, 12 Juli 2026.

Konsistensi

Fernando berujar apabila PDIP memang memilih berada di luar pemerintahan, maka fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah seharusnya dijalankan secara konsisten.

Iklan

ketika PDI Perjuangan memang di luar pemerintahan dan ada program-program yang dianggap melenceng, langsung bisa dikritik,”

tutur dia

Menurut Fernando, perbedaan sikap antarkader bukanlah hal baru. Namun, publik kini mempertanyakan arah resmi yang ingin diambil partai berlambang banteng tersebut.

Misalnya kalau ada kader partai yang sama, PDI Perjuangan ada yang membela, ada juga yang mengkritik, ini sudah sejak dulu dilakukan dan sudah tak berlalku,”

ucap dia.

Kepastian sikap partai dapat dilihat dari bagaimana pimpinan PDIP merespons kader yang menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah.

Sebenarnya sikap PDI perjuangan itu seperti apa? Ketika, misalnya, menertibkan Deddy Sitorus, berarti PDI Perjuangan tidak suka, terlalu kencang kritik,”

kata dia.

Ketinggalan Zaman

Fernando mengakui pola komunikasi politik seperti itu sudah tidak lagi relevan di tengah keterbukaan informasi dan tingginya perhatian publik terhadap konsistensi partai politik.

Sikap kontrol itu tidak jelas dibuat oleh PDI Perjuangan, tetapi sebaliknya bisa membela atau mendukung program pemerintahan, ya, seperti malu-malu kucing sebenarnya untuk masuk dalam pemerintahan,”

tutup dia.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.