Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai kans Prabowo Subianto berpasangan dengan kader PDI Perjuangan atau tetap bersama Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029 masih terbuka lebar.
Menurut Fernando, keputusan itu ditentukan oleh peta kekuatan politik jelang Pilpres 2029. Hal itu terutama hasil kalkulasi Prabowo terhadap pengaruh politik PDIP di bawah Megawati Soekarnoputri dan kekuatan politik yang masih dimiliki Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Jadi, kemungkinan-kemungkinan itu masih bisa, termasuk mungkinkan lepas Jokowi (Gibran) dan narik masuk PDIP buat bersama di Pilpres 2029,”
kata Fernando kepada Owrite, Senin, 13 Juli 2026.
Fernando menganalisa hingga saat ini Prabowo diyakini masih mengamati berbagai skenario koalisi sebelum menentukan pasangan yang paling menguntungkan secara politik.
Tetapi, tinggal bagaimana Pak Prabowo melihat terkait dengan peluang-peluang yang akan timbul, diduetkan dengan kader PDI Perjuangan, ataupun diduetkan dengan orang yang didukung Pak Jokowi. Karena kekuatan-kekuatan politik ini juga kan perlu dipertimbangkan,”
jelasnya.
Dikatakan Fernando, salah satu faktor utama yang akan jadi pertimbangan adalah siapa yang mampu menunjukkan basis dukungan politik paling kuat menjelang kontestasi nasional 2029.
Apakah memang Pak Jokowi mampu menunjukkan bahwa kekuatan yang mendukung beliau itu, kekuatannya lebih dibandingkan kekuatan yang ada di belakang Bu Mega, yakni PDI Perjuangan,”
ujarnya.
Lebih lanjut, Fernando mengatakan bila Jokowi mampu membuktikan pengaruh politiknya masih dominan, peluang Prabowo mempertahankan poros politik bersama eks Wali Kota Solo itu akan semakin besar.
Kalau memang itu mampu ditunjukkan ya saya kira Pak Prabowo akan lebih mempertimbangkan menggandeng siapa yang diusung Pak Jokowi. Ataupun tetap menggandeng Pak Jokowi menjadi kekuatan politik di 2029 yang akan datang,”
ujarnya.
Meski demikian, ia menyampaukan seluruh skenario koalisi masih sangat dinamis karena konstelasi politik nasional masih dapat berubah hingga menjelang pendaftaran pasangan calon.
Jadi, saya kira itu masih serba terbuka, tinggal bagaimana nanti di 2029 kira-kira kontestasinya seperti apa? Kekuatan-kekuatan dari masing-masing tokoh ini seperti apa,”
tuturnya.
























