Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang merespons narasi Indonesia gelap dan suram kembali jadi sorotan. Apa yang disampaikan Prabowo itu dikritik dan dinilai keliru.
Selain dianggap keliru, Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik pernyataan Prabowo itu punya potensi bertentangan dengan konstitusi.
Sebab, sebagaimana kita ketahui, di dalam konstitusi dinyatakan bahwa seluruh negara memiliki kewajiban untuk melindungi segenap tumpah darah dan Tanah Air,”
katanya kepada Owrite, Senin, 13 Juli 2026.
Dia mengingatkan, unsur segenap tumpah darah itu termasuk rakyat. Maka itu, Ray heran dengan apa yang disampaikan Prabowo yang mempersilakan orang lain meninggalkan Tanah Air karena tak puas dengan kinerja pemerintahannya.
Itu punya potensi yang sangat kuat bertentangan dengan konstitusi,”
ujar Ray.
Dia menuturkan, ketidakpuasan terhadap pemerintah tidak dengan sendirinya merupakan ketidakpuasan terhadap Tanah Air.
Itu dua hal yang berbeda. Sebab, pemerintah itu paling maksimal 10 tahun, Tanah Air kita adalah selamanya,”
kata Ray.
Lebih lanjut, dia mengkritik cara Prabowo yang menganjurkan orang yang tak puas dengan pemerintahannya agar pergi ke luar negeri.
Ya, itu cara pandang yang keliru yang sebetulnya mendekati cara pandang otoritarian,”
lanjut Ray.
Ray menyebut istilah ororitarian karena sudah terlihat dengan cara pandang Prabowo yang seperti merasa benar.
Turunannya melihat bahwa negara itu adalah dirinya, dan oleh karena itu dia akan mempergunakan hukum untuk melindungi kekuasaannya,”
ucap Direktur Eksekutif Lingkar Madani itu.
Demikian juga dengan otoritarian, juga karena membatasi hak orang lain berdasarkan hukum yang dipikirkan oleh Prabowo.
Nah, itu yang sebut sebagai cara berpikir otoritarian,”
ujar Ray.
Dijelaskannya, kembalinya otoritarian itu jika ada seorang Presiden yang mempersilahkan warganya untuk keluar saja dari negara karena tidak puas pada pemerintahannya,
Nah, itu cara pandang otoritarian dan berpotensi bertentangan dengan konstitusi,”
sebut Ray.
Ray mengingatkan, adanya rakyat yang tak puas dengan kinerja pemerintah itu tak sama dengan rakyat yang tak puas terhadap negaranya.
Itu juga tak sama dengan orang yang kecewa kepada pemerintah tidak serta merta ia kecewa kepada bangsanya,”
sebut Ray.
Menurut dia, pemerintah di era Reformasi itu paling lama menjabat 10 tahun di era reformasi.
Oleh karena itu, saya sendiri berharap pernyataan ini harus diklarifikasi oleh Pak Prabowo,”
kata Ray.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto merespons adanya pihak yang menilai Indonesia berada dalam kondisi suram. Prabowo menyindir mereka yang tak percaya terhadap masa depan Indonesia dipersilakan mencari negara lain.
Kalau ada orang yang merasa Indonesia gelap, Indonesia suram, ya itu haknya. Tapi, kalau merasa tidak ada harapan di Indonesia, silakan cari negara lain saja!”
kata Prabowo saat Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang dikutip dari akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Senin, 13 Juli 2026.























