Isi draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang tersebar di publik dinilai masih jauh dari ekspektasi publik jika rumusan tidak tegas diarahkan untuk menyasar hasil kejahatan, khususnya tindak pidana korupsi.
Anggota DPR RI Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus mengingatkan rumusan yang terlalu umum dan multi tafsir berpotensi membuat UU tersebut justru menyasar masyarakat biasa, pihak swasta hingga kelompok yang kritis terhadap pemerintah.
“Kalau UU Perampasan Aset tidak spesifik hanya menyasar tindak pidana korupsi dan para koruptor, bukan tidak mungkin menyasar kelompok kritis, masyarakat biasa, swasta dan lainnya,”
kata Deddy, dikutip dari laman Facebook-nya, Minggu, 6 September 2026.
Persoalan tersebut menjadi serius apabila kewenangan besar dalam UU Perampasan Aset berada di tangan aparat penegak hukum yang belum sepenuhnya bersih. Terlebih jika kekuasaan hukum dapat dipengaruhi kepentingan penguasa yang tidak terbuka terhadap kritik.






