Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Kenapa Penangkapan Maduro oleh Trump Jadi Alarm bagi RI, Ini Penjelasannya
Internasional

Kenapa Penangkapan Maduro oleh Trump Jadi Alarm bagi RI, Ini Penjelasannya

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: Januari 6, 2026 2:06 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Penangkapan Ilegal Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS. (Sumber: X/@manolo_realengo)
Penangkapan Ilegal Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS. (Sumber: X/@manolo_realengo)
SHARE

Pasukan elite Amerika Serikat Delta Force melakukan operasi militer di Istana Miraflores, Caracas, pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap atas tuduhan perdagangan narkoba.

Daftar isi Konten
  • Pengamat: Indonesia Harus Belajar dari Kasus Maduro
  • Hubungan RI-AS Kompleks dan Penuh Kepentingan
  • Sikap Indonesia Dinilai Sudah Tepat dan Terukur
  • Akademisi UPH: Penangkapan Maduro Preseden Berbahaya
  • Negara Berkembang Diminta Lebih Waspada

Pasangan tersebut kemudian diterbangkan keluar dari Venezuela dan kini berada dalam tahanan Amerika Serikat. Mereka diperkirakan akan dibawa ke New York untuk menjalani proses pengadilan.

Peristiwa ini dinilai bukan sekadar penegakan hukum lintas negara, melainkan tindakan sepihak Washington yang mengirimkan pesan simbolik mengkhawatirkan: hukum internasional dapat dikesampingkan ketika kepentingan negara adidaya dipertaruhkan.

Pengamat: Indonesia Harus Belajar dari Kasus Maduro

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai penangkapan Presiden Venezuela menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Ia menegaskan kejadian serupa secara teori bisa saja terjadi di negara lain, termasuk Indonesia.

Ini menjadi pelajaran yang sangat besar bagi Indonesia. Hal seperti ini tidak boleh terjadi pada bangsa kita. Ketika sudah sampai pada kondisi seperti itu, tentu situasinya tidak sederhana,”

kata Teuku kepada owrite.

Skenario Darurat dan Risiko Kekacauan Konstitusi

Teuku kemudian menguraikan kemungkinan skenario terburuk jika kondisi serupa menimpa Indonesia. Menurutnya, proses pengalihan kepemimpinan dalam situasi darurat bukan perkara mudah dan berpotensi menimbulkan konflik internal.

Apakah mudah mengangkat kepemimpinan dalam kondisi darurat seperti itu misalnya dengan sistem triumvirat? Lalu, siapa yang dimaksud dengan triumvirat? Secara konstitusional, forum triumvirat terdiri dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Panglima TNI,”

ujar Teuku.

Pertanyaannya, apakah mereka bisa benar-benar solid atau tidak? Jika kompak tentu bagus, tetapi jika tidak, maka akan menjadi masalah besar. Lalu, di mana posisi Wakil Presiden? Secara konstitusional, Wakil Presiden sebenarnya bisa naik menggantikan posisi tersebut,”

tegasnya.

Ia menilai kondisi seperti ini membuka celah intervensi asing dalam urusan domestik.

Semua ini, lanjut Teuku membuka berbagai kemungkinan yang dapat direkayasa oleh pihak luar untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Karena itu, Indonesia harus berpikir lebih dalam dan abstrak. Jangan menganggap persoalan ini sebagai hal biasa, sebab ini bukan masalah sepele.

Hubungan RI-AS Kompleks dan Penuh Kepentingan

Teuku juga menyoroti relasi Indonesia dan Amerika Serikat yang menurutnya bersifat kompleks. Meski Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump mengklaim memiliki hubungan persahabatan yang kuat, potensi konflik tetap ada.

Amerika bisa menjadi kawan, tetapi juga memiliki potensi sebagai lawan. Banyak isu strategis yang perlu diperhatikan: mulai dari laporan-laporan internasional, PT Freeport, penambangan laut dalam, hingga wilayah strategis seperti Aceh dan kawasan Nikobar–Andaman,”

ujar Teuku.

Belum lagi penemuan sumber energi baru di berbagai pulau. Siapa yang akan mengelolanya? Tentu banyak negara besar, termasuk Amerika Serikat, yang memiliki kepentingan di sana,”

tambahnya.

Ia mengingatkan agar Indonesia belajar dari pengalaman negara lain yang sumber daya alamnya akhirnya dikuasai pihak asing.

Sikap Indonesia Dinilai Sudah Tepat dan Terukur

Terkait penangkapan Maduro, Teuku menilai sikap Indonesia sudah berada di jalur yang benar dan sesuai hukum internasional.

Sikap Indonesia sebenarnya sudah sangat jelas. Pemerintah menyatakan kesetiaannya pada hukum internasional, serta menegaskan bahwa setiap konflik harus diselesaikan secara damai. Indonesia juga secara tegas mendorong adanya deeskalasi konflik atau penurunan ketegangan,”

kata Teuku.

Ia menambahkan bahwa pendekatan diplomasi hukum adalah pilihan paling realistis bagi Indonesia.

Pendekatan berbasis hukum internasional menjadi pilihan paling tepat. Prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa konflik harus diselesaikan secara damai, dan posisi ini tidak dapat dibantah oleh siapa pun,”

ucap Teuku.

Memang, sikap ini mengecewakan sebagian masyarakat Indonesia yang berharap pemerintah bersikap lebih keras. Namun, pemerintah harus tetap bersikap realistis. Menegaskan kepatuhan pada hukum internasional sambil tetap menjaga kehormatan negara adalah langkah paling bijak,”

pungkasnya.

Akademisi UPH: Penangkapan Maduro Preseden Berbahaya

Dosen Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Edwin Tambunan, menilai penangkapan Maduro sebagai preseden serius bagi negara-negara berkembang. Ia menyebut narasi pemberantasan narkoba hanyalah pembenaran atas agenda dominasi.

Pertama, makna subjektif. Dalam perspektif AS, penangkapan dilakukan karena Maduro dianggap sebagai pelaku kejahatan. Salah satu tuduhan yang disampaikan adalah Maduro terlibat narcoterrorism yang mengganggu kepentingan keamanan AS. Terkait hal ini AS merasa punya dasar hukum melakukan penangkapan tanpa menghormati kedaulatan Venezuela karena dilakukan sebagai self-defense,”

ucap Edwin kepada owrite.

Menurut Edwin, pesan simbolik dari penangkapan ini sangat jelas.

Makna yang kedua bersifat simbolik. Penangkapan terhadap Maduro menjadi pesan kuat kepada seluruh negara musuh-musuh AS bahwa negara adidaya ini sanggup melakukan cara apapun apabila kepentingannya terganggu. Di luar kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan di balik alasan yang disampaikan AS, pesan simbolik ini merupakan tujuan penting dari tindakan penangkapan,”

jelas Edwin.

Negara Berkembang Diminta Lebih Waspada

Edwin menegaskan bahwa hukum internasional dan organisasi global kerap tak berdaya ketika berhadapan dengan negara besar. Mengandalkan dukungan negara adidaya lain pun, menurutnya, bukan jaminan keamanan.

Ia mencontohkan Ukraina yang hancur meski mendapat dukungan Barat, serta Venezuela yang tak mampu berbuat banyak meski mendekat ke Rusia dan China.

Situasi ini, menurut Edwin, menjadi pengingat keras bagi negara-negara seperti Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menavigasi hubungan internasional di tengah persaingan global yang semakin brutal.

Tag:Donald TrumpHeadlinehukum internasionalNicolas MaduroOperasi MiliterSpillVenezuela
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
3
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
4
Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN
By Anisa Aulia
Kereta Cepat Whoosh
5

BERITA LAINNYA

Kondisi Lebanon saat digempur militer Israel.
Internasional

Penentuan Perang Timur Tengah, Lebanon – Israel Masuki Putaran Negosiasi Terakhir

Hari ketiga dan terakhir dari putaran ketujuh negosiasi Lebanon-Israel yang dimediasi AS…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

RI Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Hambat Peace Plan dan Perparah Derita Rakyat Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Internasional

Diterpa Isu Lengser, Presiden Iran Tegaskan Tetap Pimpin Perjuangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat akan menaiki pesawat kepresidenan
Internasional

Tarif Baru Trump Digugat Rakyatnya, 25 Negara Bagian Tuding Gedung Putih Langgar Hukum

Koalisi yang terdiri atas 25 negara bagian dan satu persemakmuran di Amerika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up