Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Trump Tangkap Presiden Venezuela, Dunia di Ambang Hukum Rimba?
Internasional

Trump Tangkap Presiden Venezuela, Dunia di Ambang Hukum Rimba?

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: Januari 8, 2026 1:30 pm
Hadi Febriansyah
Dusep Malik
Share
Bendera AS dan Venezuela.
Bendera AS dan Venezuela. (Sumber: Istimewa)
SHARE

Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya sebagai tindakan yang serius, berbahaya, dan bertentangan dengan hukum internasional.

Daftar isi Konten
  • Penegakan Hukum Harus Dilakukan di Venezuela
  • Indonesia Diminta Bersikap Tegas Meski Bermitra dengan AS
  • Dinilai Melanggar Prinsip Dasar Hukum Internasional
  • Indonesia Diminta Aktif Bersuara di Forum Global

Dino, yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kritik terhadap langkah Washington tidak hanya datang dari luar negeri. Menurutnya, sejumlah anggota Kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun sebagian Partai Republik, juga menilai tindakan tersebut ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Dari hasil sekilas riset kami, para pakar hukum independen dan kredibel, baik dari Barat maupun Global South, umumnya menyimpulkan bahwa tindakan AS di Venezuela melanggar hukum internasional dan Piagam PBB,”

kata Dino dalam pernyataan sikap FPCI dikutip Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa mayoritas anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki pandangan serupa terkait pelanggaran hukum internasional dalam kasus Venezuela.

Lebih lanjut, Dino membandingkan langkah AS di Venezuela dengan invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979. Kala itu, Moskow melakukan operasi militer untuk menyingkirkan Presiden Hafizullah Amin yang berseberangan dengan Kremlin, lalu menggantikannya dengan rezim pro-Soviet.

Dino juga menekankan bahwa dukungan sebagian masyarakat terhadap perubahan rezim tidak dapat dijadikan pembenaran atas intervensi militer.

Bahwasannya sebagian warga Venezuela kini bersukacita menyambut perubahan rezim ini tidak mengubah hakikat persoalannya, sebagaimana euforia rakyat Irak pada 2003 yang diakui sendiri oleh Presiden Trump, tidak mengubah kenyataan bahwa invasi AS terhadap Irak tetap adalah kebijakan yang salah,”

imbuhnya.

Penegakan Hukum Harus Dilakukan di Venezuela

Dino menyebut sikap FPCI sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga mengkritik penangkapan Presiden Maduro. Ia menegaskan bahwa proses hukum, jika memang diperlukan, harus dilakukan sesuai prinsip kedaulatan negara.

Kami di FPCI juga berpendapat bahwa jika memang Presiden Maduro harus diadili, maka itu harus dilakukan di Venezuela, oleh pengadilan Venezuela, dan dengan jaminan proses peradilan yang fair,”

tegasnya.

Menurut Dino, tujuan utama agresi militer AS di Venezuela sangat jelas, yakni menguasai sumber daya minyak negara tersebut demi kepentingan perusahaan energi Amerika. Dalam situasi persaingan global atas sumber daya alam yang semakin tajam, penggunaan kekuatan militer untuk mengganti rezim dinilai menciptakan preseden berbahaya.

Ia memperingatkan bahwa langkah semacam ini berpotensi menyeret dunia menuju tatanan internasional yang semakin tidak stabil. Dirinya juga melihat AS tidak dapat mengklaim bahwa hanya mereka sendiri yang ‘berhak’ untuk menggulingkan pemerintahan lain dan menciduk pemimpinnya.

Dino menilai sikap eksepsionalisme yang mengedepankan kepentingan sepihak tidak akan diterima oleh mayoritas negara di dunia. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru dapat memperparah ketidakpastian global.

Ia memperingatkan agar dunia tidak jatuh ke dalam pembagian wilayah pengaruh, di mana kekuatan militer menjadi penentu utama dan aturan internasional diabaikan.

Indonesia Diminta Bersikap Tegas Meski Bermitra dengan AS

Dino juga mengingatkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki hubungan Comprehensive Strategic Partnership. Meski demikian, kemitraan tersebut tidak seharusnya menghalangi Indonesia untuk bersikap kritis dalam isu-isu prinsipil.

Dalam konteks Venezuela, sebagaimana Palestina, ia mendorong pemerintah Indonesia untuk menyampaikan pandangan secara terbuka dan tegas kepada Washington.

Sebagai sesama mitra, selalu ada ruang untuk kritik yang sehat. Ingatlah bahwa kemitraan ini didasarkan pada kesetaraan, kedaulatan dan sikap saling menghormati, bukan subordinasi. Jika AS tersinggung dikritik Indonesia, maka berarti AS bukan mitra sejati Indonesia. Apalagi AS sendiri sudah sering mengkritik Indonesia,”

katanya.

Menurut Dino, tindakan AS di Venezuela jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip utama yang selama ini dipegang Indonesia, seperti non-intervensi, penyelesaian damai sengketa, penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah, serta kemandirian politik negara lain.

Ia menegaskan, menjaga prinsip-prinsip tersebut adalah kunci agar tatanan dunia tidak berubah menjadi arena hukum rimba.

Sebelumnya, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat bukan sekadar isu regional, melainkan peringatan serius bagi negara lain, termasuk Indonesia. Menurutnya, secara teori, kejadian serupa bukan tidak mungkin terjadi di negara lain jika kedaulatan hukum internasional terus dilemahkan.

Ini menjadi pelajaran yang sangat besar bagi Indonesia. Hal seperti ini tidak boleh terjadi pada bangsa kita. Ketika sudah sampai pada kondisi seperti itu, tentu situasinya tidak sederhana,”

kata Teuku kepada owrite.

Dinilai Melanggar Prinsip Dasar Hukum Internasional

Lebih jauh, Teuku menilai langkah Presiden AS Donald Trump dalam kasus Venezuela telah mencederai sendi-sendi utama hukum internasional. Ia menyebut berbagai pernyataan dan kebijakan Trump selama ini sebagai bentuk pelecehan terhadap prinsip hubungan antarnegara.

Pernyataan-pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Donald Trump, termasuk soal Kanada, jelas menjadi tamparan keras terhadap hukum internasional. Dalam hubungan antarnegara, prinsip kedaulatan dan keutuhan wilayah (sovereignty and territorial integrity) harus dihormati,”

ujar Teuku.

Ia menambahkan bahwa sekalipun Amerika Serikat memanfaatkan persoalan internal Venezuela, tindakan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan secara etika global. Tindakan Amerika Serikat, meskipun memanfaatkan kelemahan dalam negeri Venezuela, tetap dapat dinilai sebagai perbuatan yang tidak etis.

Indonesia Diminta Aktif Bersuara di Forum Global

Teuku menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap pasif. Menurutnya, praktik mempermainkan hukum internasional harus dilawan secara terbuka melalui berbagai forum internasional agar tidak menjadi preseden yang berulang.

Ia menekankan bahwa membawa isu ini ke panggung global merupakan langkah konkret yang bisa diambil Indonesia untuk menjaga tatanan dunia berbasis hukum.

Waspadai Aktivitas Asing dan Ketergantungan Alutsista

Selain aspek diplomasi, Teuku juga menyoroti pentingnya kewaspadaan nasional. Ia mengingatkan bahwa pergerakan manusia, teknologi, serta keberadaan pangkalan militer asing di sekitar wilayah Indonesia harus terus diawasi secara ketat.

Setiap aktivitas yang dinilai tidak wajar, kata dia, perlu terdeteksi sejak dini demi menjaga kedaulatan negara.

Indonesia, menurut Teuku, merupakan negara dengan posisi strategis yang rawan terhadap kepentingan global. Ia menilai pengalaman negara lain menunjukkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan selalu ada, terlebih ketika ketergantungan terhadap impor alat utama sistem persenjataan (alutsista) masih tinggi.

Sebagian besar alutsista Indonesia diketahui berasal dari luar negeri, mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Prancis, Jepang, China, hingga Korea Selatan. Kondisi ini, menurut Teuku, harus menjadi bahan evaluasi serius dalam merancang strategi pertahanan jangka panjang.

Tag:dino patti djalalHukum rimbaNicolas MaduroTrumpVenezuela
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kapal tanker raksasa Iran
Internasional

Iran Raup Cuan Besar, 36 Juta Barel Minyak Diekspor Usai MoU Damai dengan AS

Menurut platform pelacakan kapal TankerTrackers, Iran mendapat keuntungan besar karena telah mengekspor…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama petinggi militer Israel.
Internasional

Tokoh Zionis Bongkar Skenario Potensi Perang Israel vs Mesir, Dunia Diminta Waspada

Israel diramal bakal berperang dengan Mesir pada 15 tahun mendatang. Prediksi itu…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Sumber: X/ @RussianArmy_)
Internasional

Geger! Rumor Zelensky Tewas Kena Serangan Rudal Rusia, Hoaks atau Fakta?

Sebuah rumor beredar luas di platform X, yang mengklaim bahwa Presiden Ukraina…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
Presiden Donald Trump
Internasional

Pedas! Trump Sindir Israel Cuma Robohkan Gedung, Hizbullah Tetap Tak Bisa Lenyap

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kecewa terhadap manuver Israel terhadap kelompok…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up