Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Panen Raya OTT Daerah, Paceklik di Pusat: Menanti Sabit KPK Cabut Gulma Elite
Nasional

(Part I) Panen Raya OTT Daerah, Paceklik di Pusat: Menanti Sabit KPK Cabut Gulma Elite

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 22, 2026 3:41 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati dan Wali Kota Madiun kepada media di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati dan Wali Kota Madiun kepada media di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)
SHARE

Senin, 19 Januari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Upaya ini kembali menunjukkan agresivitas lembaga antirasuah: dalam kurun waktu satu hari, KPK melancarkan operasi maraton yang menjaring dua kepala daerah sekaligus.

Maidi diduga memeras pengembang properti dan kontraktor dengan modus meminta fee proyek serta dana Corporate Social Responsibility yang disamarkan.

Modusnya, meminta jatah hingga 6 persen dari nilai proyek infrastruktur, salah satunya proyek pemeliharaan jalan senilai Rp5,1 miliar.

Kontraktor yang tidak sanggup membayar “upeti” dipersulit izinnya atau tidak dimenangkan tendernya.

KPK menyita bukti awal sekitar Rp550 juta – Rp600 juta, namun total penerimaan gratifikasi sejak 2025 diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sementara, Sudewo diduga melakukan jual-beli jabatan, dengan mematok tarif untuk pengisian jabatan perangkat desa (Sekdes, Kaur, dan Kasi). KPK menyita uang tunai Rp2,6 miliar yang sebagian ditemukan tersimpan dalam karung di lokasi penangkapan.

Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo berpendapat, fenomena “panen” OTT kepala daerah sebagai indikator positif pulihnya kepercayaan publik. Keberhasilan OTT tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat yang berani melapor.

OTT itu bertumpu kepada laporan masyarakat. Artinya ini tentu merupakan hal positif, masyarakat sudah (kembali) percaya KPK,”

kata Yudi kepada owrite.

Keberanian warga melaporkan pemimpin daerahnya adalah modal sosial yang mahal. Ia berharap momentum ini tidak terputus hanya di Madiun dan Pati.

Menanggapi kritik bahwa KPK terkesan pasif menunggu bola untuk kasus level tinggi, Yudi menyatakan penegakan hukum membutuhkan basis bukti permulaan yang kuat, bukan sekadar asumsi atau desas-desus semata.

Bergerak harus ada dasar, tak bisa random (asal) begitu. Tentu (publik) berharap ke depan KPK bisa pulih (kembali) menangani kasus-kasus besar,”

kata Yudi.

Bila ada isu atau kasus yang menarik perhatian masyarakat, tentu KPK bisa proaktif bergerak.

Namun, sebaliknya, lembaga itu tidak bisa sembarangan “mengincar” target; intel haram proaktif jika tidak ada indikasi perkara. Sebab semua harus sesuai koridor penegakan hukum.

Yudi secara tegas mewanti-wanti KPK agar tidak terlena dengan statistik penangkapan kepala daerah.

Ia mengingatkan bahwa “DNA” KPK dibentuk bukan sekadar untuk menangkap pejabat daerah, melainkan untuk membongkar korupsi sistemik di jantung kekuasaan negara.

Prestasi ini diapresiasi, tapi jangan berpuas diri. Sebab level KPK adalah kasus kasus besar seperti pada masa lalu: level Menteri, (anggota) DPR, dan kepala lembaga,”

ucap Yudi.

Bersih-bersih Pendopo

Berikut data statistik ‘Penindakan’ KPK, periode 2004-2025:

a. Wali kota/bupati dan wakil: 171 orang;
b. Gubernur: 30 orang;
c. Menteri/kepala lembaga: 41 orang;
d. DPRD: 277 orang;
e. DPR: 87 orang;
f. Eselon I-IV: 443 orang.

Selama dua dekade, KPK telah menindak 201 kepala daerah (171 Bupati/Wali Kota dan 30 Gubernur). Angka ini bak bumi dan langit jika disandingkan dengan penindakan terhadap menteri/kepala lembaga yang hanya menyentuh 41 orang.

Secara statistik, rasionya adalah 1:5. Artinya, untuk setiap satu menteri yang ditangkap, KPK mencokok lima kepala daerah.

Radar KPK terbukti sangat sensitif mendeteksi suap di pendopo kabupaten, namun belum optimal menembus gerbang kementerian.

Anomali serupa terjadi di cabang legislatif. Kursi DPRD terbukti jauh lebih “panas” dengan 277 legislator daerah yang dicokok.

Sebaliknya, anggota DPR hanya 87 orang yang tersentuh hukum. Dengan rasio 1:3, data ini mengirimkan pesan ironis: menjadi wakil rakyat di daerah memiliki risiko ditangkap KPK tiga kali lipat lebih besar ketimbang menjadi wakil rakyat di pusat.

Angka tertinggi dalam statistik KPK dipegang oleh kategori Eselon I–IV dengan 443 orang. Sekilas, ini terlihat impresif.

Namun, angka gemuk ini mencampuradukkan pejabat pengambil kebijakan (Eselon I/Dirjen) dengan pelaksana teknis (Eselon III/IV).

Dalam praktiknya, angka 443 ini didominasi oleh kepala dinas atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di daerah yang turut terseret saat kepala daerahnya jadi target OTT.

Tag:bupatiDPRGubernurKPKMenterioperasi tangkap tanganOTTSpillwalikota
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
2
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
3
Pajak Marketplace Ditunda ke November 2026, yang Telanjur Dipungut Dikembalikan
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Berkas P21, Tersangka Tambang Ilegal Anton Timbang Bebas ‘Main’ di Istana
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Anton Timbang di Istana Negara.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
Nasional

Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu

Kabar keberadaan sejumlah warga negara Israel di Bali belakangan jadi sorotan publik…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Wamen Kementerian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono usai meresmikan program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Episode 3 bertajuk Java Over Trip, 5 Agustus 2026.
Nasional

Bukan Cuma Peduli, KLH Ajak Gen Z Jadi ‘Ujung Tombak’ Kritik Lingkungan lewat Program Kelana

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membuka ruang bagi Generasi Z (Gen Z) untuk…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
6 jam lalu
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Nasional

Jangan Berulah, Kapolri Patrolikan Tim Siber Kejar Penyebaran Hoaks Isu Demo Agustus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi ke jajaran untuk menindak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
7 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)
Nasional

Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up