Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno mengaku minat masyarakat untuk liburan di dalam negeri masih sangat kurang.
Selain karena harga tiket pesawat yang mahal, tapi juga karena banyak yang menganggap liburan ke luar negeri lebih keren.
Menurutnya, dengan adanya kenaikan tiket pesawat hingga 13 persen dan adanya perang di Timur Tengah ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di dalam negeri.
Ketika keluar negeri ada yang kurang aman, dengan berbagai pembatalan pesawat, dengan adanya kondisi geopolitik seperti ini, kemudian dengan tertekannya kurs rupiah juga, kesempatan lah sebetulnya bagi masyarakat juga untuk lebih mengenal lagi Indonesia,”
ujar Pauline kepada Owrite.id, Senin, 13 April 2026.
Pauline menambahkan, travel agen yang ada dalam naungan ASTINDO sendiri telah menyiapkan berbagai paket wisata. Hal tersebut telah diantisipasi sejak lama.
Kalau travel agen itu kan bukan pemadam kebakaran ya, kita itu kan sudah mempersiapkan, kita kan palugada, jadi kita sudah mengantisipasi dengan membuat paket-paket wisata domestik, sekarang tinggal marketingnya perlu dicreate, market itu kan nggak bisa diubah sewaktu-waktu begitu saja, jadi memang harus konsisten, nah ini yang sudah kita bangun dari sekian tahun yang lalu. Kita buat di Indonesia aja travel fair untuk mempromosikan desinasi pariwisata Indonesia kepada masyarakat,”
paparnya.
Menurut Pauline, hal yang penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan adalah dengan memperbaiki infrastruktur. Begitu pula pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus punya visi yang sama untuk pengembangan pariwisata Indonesia.
Ketika mereka tidak mengutamakan pariwisata atau mengutamakan perjalanan pengembangan pariwisata daerah, mereka nggak akan mau spend di situ. Dan itu harus persisten, tadi saya bilang persisten dan konsisten. Itu harus didukung dan perbaikan infrastruktur. Kemudian juga meningkatkan standar pelayanan di desinasi,”
jelasnya.
Selain itu perlu adanya promosi secara besar-besaran mengenai destinasi wisata di setiap daerah.
Promosi itu nggak bisa yang cuma satu bulan, dua bulan, begitu nggak ada yang datang, udah langsung ditinggal, nggak kayak gitu. Promosi masif itu kan perlu berbagai macam cara, exposure, branding, lalu juga meng-create market. Ada tahapan-tahapannya kan, sampai bisa jadi barang. Bali juga sekarang rame kan, nggak dalam satu dua tahun,”
Tambahnya.



