Anggaran sewa lisensi aplikasi Zoom Meeting milik Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp5,79 miliar untuk periode April sampai Desember 2026 ramai jadi pembicaraan publik.
Berdasarkan data dari laman Indonesia National Procurement (INAPOC), paket pengadaan dengan kode 66709041 tersebut tercatat dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) BGN. Paket ini bernama “Sewa Lisensi Aplikasi Zoom Meeting/Conference Webinar” dengan total pagu anggaran Rp5,79 miliar.
Jika dirata-rata, nilai anggaran tersebut setara dengan sekitar Rp633 juta per bulan. Padahal, jika dilansir dari laman resmi Zoom, biaya layanan aplikasi Zoom hanya sekitar 200-300 ribuan per bulan.
Informasi ini jadi pembicaraan luas setelah diunggah oleh akun Instagram @andiryzafardiansyah. Dalam unggahannya, ia menyoroti besaran anggaran tersebut dengan nada sindiran.
“Sebagai warga negara yang baik, yang selalu mendukung program pemerintah. Kita wajib memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya setiap upaya BGN melakukan optimalisasi program MBG. Jangan lihat angkanya yang besar, tapi lihatlah nama paketnya. Bukankah itu menunjukkan kerendahan hati Petinggi BGN, yang berniat memperkaya diri tapi tetap tampak sederhana? Ini ciri-ciri orang mulai dan baik hati kan?” Tulis caption postingannya.
Unggahan tersebut sontak menarik perhatian netizen. Dalam satu hari saja, postingan itu tercatat memperoleh lebih dari 20,5 ribu tanda suka, 1.975 komentar, 6.022 repost, dan 9.380 kali bagikan.
Sejumlah netizen mempertanyakan urgensi dan besaran anggaran yang dinilai cukup besar untuk layanan konversi daring.
“Ini zoom yang kapasitasnya menampung seluruh rakyat Indonesia kah?” tulis akun Instagram @fffiiik***.
“Kenapa ga beli aja satu akun terus dipake barengan semua kementrian sih, kan bisa nanti tiap admin kementerian tuh megang gitu, astaga boomer yakali semua megang dan pake gitu… Padahal bisa juga berdayain gmeet. Mendikdasmen kan harusnya ada yang email belajar id, aneh sumpahhhhhhhh anehhhh” komentar @goingmar***.
“Ahh gapapa kok, yang penting anak-anak dapat makan gratis, mau subscribe spotify atau netflix sekalian pak?” ungkap akun @naralog***.
“Mereka keasikan mark up sana sini yang gabisa masyarakat lihat harga aslinya, sampe lupa harga zoom bisa dicek di websitenya langsung” komen akun @yoseph.marpau***.
“Kayaknya proyek MBG ini anak emas banget ya, kok presiden dan bawahannya diem bae dengan kejanggalan yang banyak ini, mantap bener nih si Dadan sampai KPK juga ngga berani nyentuh” tulis @In***.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait rincian kebutuhan maupun alasan pengadaan tersebut.


