Sebuah gedung sembilan lantai yang sedang dalam pembangunan di sebuah kota di utara ibu kota Filipina runtuh pada Minggu pagi, 24 Mei 2026.
Insiden itu membuat puluhan pekerja masih terjebak di dalam reruntuhan, dan 22 pekerja lainnya berhasil keluar meski mengalami luka-luka.
Diketahui, gedung itu runtuh saat badai petir di Kota Angeles, provinsi Pampanga, utara Manila.
Lebih dari 100 polisi dan personel pemerintah lainnya berupaya menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan,”
kata Brigjen polisi Jess Mendez, dikutip dari Nikkei Asia, Minggu, 24 Mei 2026.
Mendez, yang berada di lokasi runtuhnya gedung, mengatakan belum ada laporan langsung tentang korban jiwa, tetapi menambahkan bahwa 22 pekerja yang berhasil keluar dari gedung mengalami luka-luka.
Ia juga belum bisa langsung mengatakan berapa banyak pekerja yang terjebak di dalam gedung yang runtuh. Namun Jay Pelayo, kepala kantor informasi Kota Angeles, mengatakan setidaknya 30 pekerja mungkin masih terjebak di reruntuhan.
Informasi mengenai jumlah pekerja keseluruhan disampaikan oleh seorang mandor konstruksi yang berhasil berlari keluar gedung saat gedung itu roboh.
Sebagai informasi, kota Angeles dulunya merupakan lokasi salah satu pangkalan Angkatan Udara AS terbesar di luar daratan Amerika, hingga ditutup pada awal tahun 1990-an, yang membantu mengembangkan Angeles dan kota-kota serta daerah sekitarnya menjadi pusat hiburan dan komersial di wilayah Luzon, Filipina utara.



