Gedung sembilan lantai yang masih dalam tahap pembangunan di kota Angeles, Filipina ambruk pada Minggu, 24 Mei 2026.
Hingga kini, jumlah korban terus bertambah, tercatat 4 orang dinyatakan meninggal dunia sementara 17 lainnya masih dalam proses pencarian.
Sebagian besar korban hilang merupakan pekerja konstruksi yang sedang tidur di lokasi proyek. Pemerintah Filipina menyebut ada sekitar 70 orang bekerja di lokasi tersebut, namun ada beberapa yang sudah pulang karena akhir pekan.
Sejauh ini, sedikitnya 26 orang telah berhasil diselamatkan sejak proses evakuasi dimulai.
Salah seorang pekerja, Alfredo Albis (55), mengaku sedang tidur di barak pekerja yang berjarak sekitar lima meter dari bangunan saat gedung tiba-tiba roboh.
Ia juga mengungkapkan bahwa, dua sepupunya masih terjebak di bawah reruntuhan.
Mereka bekerja di sini untuk menghidupi keluarga mereka, dan sekarang masih hilang,”
kata Alfredo.
Dilansir dari Aljazeera, salah satu korban tewas merupakan warga negara Malaysia yang berada di penginapan dekat lokasi kejadian.
Tertimpa Material Bangunan
Penginapan tersebut ikut tertimpa material bangunan yang runtuh. Selain itu, satu tamu lain dilaporkan mengalami luka, namun berhasil menyelamatkan diri.
Kedutaan Besar Malaysia di Manila mengkonfirmasi adanya dua warga negaranya yang terdampak insiden tersebut. Satu orang dipastikan selamat, sementara status satu warga lainnya masih dalam proses verifikasi.
Pada tahap awal ini, Kedutaan Besar dapat mengkonfirmasi bahwa dua warga negara Malaysia terdampak bencana tersebut, dengan satu orang dipastikan selamat. Kedutaan Besar saat ini sedang memastikan status warga negara Malaysia kedua,”
tulis pernyataan resmi kedutaan Malaysia.
Tim penyelamat masih menggunakan alat pemindai termal untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.
Jika sudah tidak ditemukan kemungkinan korban selamat, petugas akan mulai menggunakan alat berat untuk membersihkan puing dan mengevakuasi korban.
Juru bicara Bureau of Fire Protection Filipina, Jenny Sajili mengatakan proses pencarian dilakukan secara manual karena pergerakan kecil pada reruntuhan bisa memicu longsoran baru dan membahayakan korban maupun tim penyelamat.
Operasi penyelamatan pada bangunan runtuh sangat menantang karena pergerakan kecil dari tim penyelamat bisa membuat reruntuhan bergeser dan menghimpit korban di bawahnya,”
kata Sajili.
Wali Kota Angeles, Carmelo Lazatin mengatakan pemerintah setempat masih mencari pemilik gedung untuk meminta penjelasan terkait proyek tersebut, termasuk jumlah pasti pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.
Hingga kini, penyebab ambruknya gedung masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.


