Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan gangguan blackout massal di wilayah Sumatera lebih mengarah pada faktor teknis jaringan transmisi yang dipicu cuaca ekstrem daripada dugaan sabotase.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang disampaikan Bareskrim Polri, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan maupun sabotase dalam gangguan sistem kelistrikan yang terjadi. Kejadian tersebut murni diakibatkan kondisi cuaca ekstrem,”
kata Sofyano kepada Owrite, Selasa, 26 Mei 2026.
Investigasi Penyebab Gangguan Masih Berlangsung

Ia menjelaskan proses investigasi teknis masih terus berlangsung guna memastikan penyebab utama gangguan secara menyeluruh.
Karena itu, menurut dia, publik perlu menunggu hasil resmi investigasi sebelum menarik kesimpulan terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Sofyano mengatakan, dari hasil pemaparan Bareskrim dalam konferensi pers sebelumnya, kondisi tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik. Selain itu, bentuk putusnya kabel transmisi juga disebut tidak menunjukkan karakteristik pemotongan yang disengaja.
Dari hasil press conference di Bareskrim kemarin disampaikan indikasi awal memang lebih mengarah pada gangguan teknis pada jaringan transmisi yang dipicu kondisi cuaca. Apalagi disebutkan kondisi tower secara umum masih baik dan bentuk putus kabel tidak menunjukkan karakteristik pemotongan kabel yang disengaja,”
ujarnya.
Faktor Cuaca dan Gangguan Mekanis Jadi Dugaan Utama
Menurutnya, dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi masih didalami melalui sejumlah kemungkinan teknis.
Mulai dari faktor mekanis akibat gesekan dan pengaruh angin, panas berlebih karena sambungan longgar yang menimbulkan rongga, hingga tarikan atau guncangan akibat cuaca ekstrem.


