Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 13 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Indonesia Disebut Jauh Dari Krisis, Ini Alasannya
Ekonomi Bisnis

Indonesia Disebut Jauh Dari Krisis, Ini Alasannya

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 7, 2026 7:54 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Pelemahan rupiah yang terus menembus level tinggi terhadap dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran publik.

 Di tengah kondisi harga bahan pokok yang merangkak naik, dan BBM non subsidi yang semakin mahal, pemerintah tetap mengklaim Indonesia masih jauh dari ancaman krisis ekonomi seperti 1998.

Pengamat ekonomi Razikin Juraid menilai, tekanan terhadap ekonomi nasional memang nyata dirasakan masyarakat, terutama akibat dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan produksi. 

Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat Harga Barang Meroket 

Namun, ia menegaskan kondisi saat ini belum bisa disamakan dengan krisis besar yang pernah menghantam Indonesia pada 1998.

Pelemahan rupiah terhadap dolar tentu berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia, terutama pada harga impor dan biaya produksi. Tetapi kondisi hari ini tidak bisa disamakan dengan 1998 karena fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat,”

kata Razikin kepada Owrite.id, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif terkendali dibanding era krisis moneter dua dekade lalu.

Baca juga:
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Gegara Peringatan Fitch… Rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar…
Rupiah Anjlok Lagi dan Tembus Rp17.996 per Dolar AS, Investor… Nilai tukar rupiah anjlok pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Rupiah diperdagangkan…
Pasar Keuangan RI Ditutup Berdarah! Rupiah Ambruk ke Rp17.901 dan… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ambruk pada…
  • Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Gegara Peringatan Fitch Ratings
  • Rupiah Anjlok Lagi dan Tembus Rp17.996 per Dolar AS, Investor Khawatir Cadev…
  • Pasar Keuangan RI Ditutup Berdarah! Rupiah Ambruk ke Rp17.901 dan IHSG Rontok…

Cadangan devisa masih cukup, perbankan lebih sehat, inflasi relatif terkendali, serta koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi berjalan lebih baik,”

ujarnya.

Razikin juga menilai stabilitas politik nasional menjadi salah satu faktor penting, yang membuat investor masih percaya terhadap ekonomi Indonesia.

Selain itu, stabilitas politik dalam negeri juga jauh lebih terjaga sehingga pasar dan investor masih memiliki kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia,”

akuinya.

Meski begitu, lanjut Razikin, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak bisa dianggap ringan. 

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan melonjaknya BBM non subsidi tetap memberi dampak langsung terhadap daya beli rakyat.

Kenaikan harga barang, pelemahan rupiah, dan naiknya BBM non subsidi memang memberi tekanan kepada masyarakat. Namun itu belum otomatis mengarah pada krisis seperti 1998,”

jelasnya.

Ia menambahkan, krisis 1998 dipicu oleh kombinasi persoalan yang jauh lebih kompleks, mulai dari lemahnya sektor perbankan hingga instabilitas politik dan keamanan.

Krisis 1998 terjadi karena kombinasi lemahnya sektor perbankan, tingginya utang luar negeri, serta instabilitas politik dan keamanan yang saat itu tidak terkendali,”

bebernya.

Lebih jauh Razikin, kondisi saat ini berbeda karena pemerintah dan otoritas keuangan terus memperbaiki sistem pengawasan dan regulasi ekonomi.

Hari ini situasinya berbeda karena regulasi ekonomi dan pengawasan sektor keuangan terus diperbaiki, penegakan hukum semakin baik, dan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global,”

tegasnya.

Di sisi lain, Razikin mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menjaga angka makro ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu bertahan menghadapi tekanan harga.

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat produksi dalam negeri, menjaga stabilitas rupiah, memperluas lapangan kerja, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran,”

ungkapnya.

Ia juga menilai kepercayaan publik dan investor menjadi kunci utama agar ekonomi Indonesia tetap bertahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pemerintah juga perlu terus memperbaiki regulasi agar iklim investasi semakin sehat, memperkuat kepastian hukum, dan menjaga stabilitas politik nasional. Sebab dalam kondisi global yang penuh tekanan, kepercayaan publik dan investor menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia,”

pungkasnya.
Tag:dolar NaikEkonomi IndonesiaEkonomi lemahkrisis 1998pengamat ekonomiRazikin JuraisRupiah anjlok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
PDIP Abu-abu: Cermin Gengsi Gabung Pemerintah, Persulit Diri Cari Simpati Publik
By Rahmat Tunny
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
1
Fenomena Warga Patungan Bikin Jalan: Saat Gotong Royong Kalahkan Proyek Kosmetik Daerah
By Adi Briantika
Pengendara melewati akses darurat di Jembatan Kalawi Limau Manih, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (7/7/2026).
2
Dampak Warga Patungan Perbaiki Jalan-Jembatan Rusak: Pemda Lolos Jerat Hukum?
By Adi Briantika
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (8/7/2026).
3
Koperasi Alat Orang Lemah, Prabowo: Lidi Kalau Bersatu jadi Kekuatan
By Natania Longdong
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, 12 Juli, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
4
PDIP Malu-malu Kucing: Sebagian Kader Gemar Kritik, Sisanya Hobi Melobi
By Rahmat Tunny
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Latitude Energy, dan Danantara Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Gasifikasi Batu Bara RI. (Sumber: Kedutaan Besar AS di Indonesia)
Ekonomi Bisnis

Danantara Gandeng Latitude Energy dari AS, Batu Bara RI Disulap Jadi Gas Sintetis

Perusahaan teknologi energi asal Amerika Serikat (AS), Latitude Energy, dan Danantara Indonesia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Menguat, Saham RANS Naik Paling Tinggi

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Bali Bakal Jadi Pusat Finansial Internasional RI Mirip Dubai, Airlangga Beberkan Alasannya

Pemerintah memilih Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Lokasi ini…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Konglomerat RI Yakin IHSG Kembali Balik ke Level 9.000, Asal…

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah berada di level 5.000 atau menjauhi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up