Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Terseok-seok, Harga Barang Mulai Naik-PHK Mengintai
Ekonomi Bisnis

Rupiah Terseok-seok, Harga Barang Mulai Naik-PHK Mengintai

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Mei 30, 2026 9:52 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
SHARE

Melemahnya nilai tukar rupiah sudah memberikan dampak terhadap kenaikan harga barang di masyarakat, bahkan pekerja kini terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tercatat rupiah sempat menyentuh level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Daftar isi Konten
  • Harga Barang Naik
  • Ancaman PHK
  • Perusahaan Berpotensi Gulung Tikar

Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Subandi mengatakan pelemahan rupiah saat ini telah membebani pelaku importir. Sebab, mereka harus menambah modal untuk menjalankan usahanya.

Misalkan dulu dengan Rp100 miliar dapat sekian ratus ton barang. Dengan pelemahan rupiah yang menjadi Rp17.900 itu berarti harus ada penambahan modal belanjanya saja sudah di Rp20 miliar. Artinya kalau sebelumnya Rp100 miliar sekarang harus Rp120 miliar,”

ujar Subandi saat dihubungi Owrite.id Jumat, 29 Mei 2026.

Subandi mengeluhkan, selain harus menambah modal, pengusaha juga terkena tambahan pajak atas barang impor baik Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea masuk, hingga biaya logistik.

Baca juga:
Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…
Cair Pekan Depan, Purbaya 'Guyur' Kas Daerah Rp20,5 Triliun demi… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menggelontorkan Rp20,5 triliun kepada…
Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp17.914 per Dolar AS, Intip… Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,11 persen atau 19 poin, ke level…
  • Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen
  • Cair Pekan Depan, Purbaya 'Guyur' Kas Daerah Rp20,5 Triliun demi Gaji ASN…
  • Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp17.914 per Dolar AS, Intip Pemicunya!

Harga Barang Naik

Maka dari itu, Subandi mengatakan agar industri tetap bisa survive, dilakukan sejumlah strategi. Hal ini diantaranya menaikkan harga jual barang di masyarakat.

Pertama adalah resikonya menaikkan harga jual barang. Harga jual barang itu pasti harus naik, kalau tidak jatuhnya jadi rugi,”

jelasnya.

Ia mengungkapkan, hampir semua produk yang di impor sudah mulai naik seperti bahan makanan, besi dan baja, hingga produk-produk kimia termasuk obat-obatan.

Hampir semua produk itu sudah mulai naik harganya. Misalkan bahan makanan gitu sekarang sudah mulai naik juga tuh. Besi naik, baja naik, kimia, obat-obatan juga sudah naik,”

terangnya.

Namun, Subandi menyebut tidak semua barang bisa dinaikkan harganya oleh pelaku usaha. Sebab, kondisi psikologis masyarakat mempengaruhi daya beli yang kini tengah menurun.

Masyarakat kita kalau melihat barang menjadi naik, yang tadi niat beli menjadi tidak beli. Nah itu yang kemudian harus disiasati, barangnya naik tapi tidak ada yang beli, resiko barang itu rusak tidak terserap kan di pasar atau di tingkat konsumen. Resiko barang menjadi rusak, nah kalau rusak ruginya tambah besar,”

paparnya.

Maka dari itu, banyak dari pelaku usaha menyiasati pelemahan rupiah ini dengan mengurangi volume. Langkah ini salah satunya dilakukan oleh importir kedelai.

Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis

Misalkan importir kedelai, bahan baku tahu tempe mau tidak mau, tahu tempenya ukurannya yang diperkecil, harganya tetap, atau makan minuman lah, mililiternya itu dikurangi, volume-nya dikurangi, tapi harganya tetap,”

jelasnya.

Ancaman PHK

Subandi menjelaskan, ada konsekuensi yang harus ditanggung dari penurunan volume impor ini, yakni aktivitas industri ikut turun. Artinya, pekerja terkena dampak kehilangan sebagian penghasilan.

Kalau produktivitasnya menurun, maka yang tadinya kerjaan misalkan satu hari 3 shift, itu akan dikurangi 2 shift. Dan ini sudah banyak dilakukan di industri-industri ini karena menghindari pemutusan hubungan kerja, perusahaan itu pada dasarnya tidak mau melakukan pemutusan hubungan kerja,”

jelasnya.

Menurutnya, hampir 70 persen industri berorientasi impor sudah mengarah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bila rupiah terus menerus terperosok.

Kalau berkepanjangan kan pasti merugi perusahaan, kalau merugi perusahaan mau tidak mau akan terjadi pemotifkan hubungan kerja. Mungkin hampir semua lah ya 70 persenan itu industri-industri yang berbahan baku impor itu sudah mulai mengarah ke sana kalau situasi tidak membaik gitu,”

terangnya.

Subandi mengatakan, untuk saat ini pengusaha masih mencegah agar tidak terjadi PHK, salah satunya dengan melakukan pengurangan waktu masuk kerja.

Perusahaan itu pada dasarnya tidak mau melakukan pemutusan hubungan kerja. Jadi jangan pemerintah kemudian menyalahkan perusahaan yang mem-PHK karyawan, karena tidak ada di dalam pemilik perusahaan itu ingin PHK karyawan, itu tidak ada. Kecuali situasinya tidak memungkinkan dia mempertahankan karyawan, mau gajinya gimana,”

jelasnya.

Perusahaan Berpotensi Gulung Tikar

Dalam skenario terburuk, Subandi mengatakan pelaku usaha bisa saja menutup bisnisnya bila rupiah terus saja melemah menembus level Rp20.000 per dolar AS.

Karena dengan semakin dalam pelemahan rupiah, maka pelaku usaha akan menghadapi beban berat untuk bertahan.

Apalagi kalau sampai tembus misalkan di level Rp20.00 misalkan, itu udah kayaknya collapse gitu,”

jelasnya.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah bisa meyakinkan para pelaku usaha agar tetap bisa optimis bahwa rupiah akan kembali menguat. Subandi meminta, pemerintah melakukan intervensi nilai tukar secara serius.

Ya pemerintah mengintervensi lah sehingga benar-benar tidak menganggap remeh atau tidak menganggap gampang kondisi penguatan mata uang atau pelemahan mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Karena ini pasti berdampak bukan hanya masyarakat perkotaan, masyarakat desa pun pasti berdampak,”

imbuhnya.

Dia menyebut, bila dilihat trend saat ini pengusaha masih pesimis terkait kondisi nilai tukar rupiah. Sebab, dari hari ke hari nilai tukar terus saja melemah melawan dolar AS.

Makanya pemerintah harus benar-benar serius ingin mengatasi persoalan penguatan mata uang asing terhadap mata uang rupiah, dan memberikan rasa optimis gitu loh agar supaya pengusaha ini masih benar-benar punya harapan akan pulih kembali situasinya,”

tambahnya.
Tag:Ekonomi Indonesianilai tukar rupiahPHKRupiahTenaga Kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 jam lalu
Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Kabar Pemerintah Bakal Hapus Aturan Defisit APBN 3 Persen dari PDB

Pemerintah dikabarkan akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up