Tinggal beberapa hari lagi momen libur sekolah akan tiba. Pastinya banyak orang tua yang sudah merencanakan untuk mengajak anak-anak berlibur, baik di dalam maupun luar negeri.
Saat berlibur, tidak sedikit masyarakat yang memilih menggunakan pesawat sebagai moda transportasi karena lebih cepat dan praktis.
Meski demikian, perjalanan udara juga dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kesehatan.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dr Citra Ariani, SpKP, MBiomed, mengatakan duduk dalam waktu lama, perubahan tekanan udara di kabin, kurangnya asupan cairan, hingga pola makan dan tidur yang berubah dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lelah dan menyebabkan gangguan kesehatan.
Keluhan yang paling sering itu nyeri telinga, terutama kalau kita sedang tidak fit atau merasa pilek,”
ujar dr Citra Ariani dalam keterangannya.
Tekanan Udara
Menurut dr Citra, kondisi tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan tekanan udara antara bagian dalam dan luar telinga.
Selain nyeri telinga, penumpang juga kerap mengalami pusing, mual, atau mabuk perjalanan.
Bisa karena dehidrasi dan juga tekanan psikologis, misalnya bagi orang yang belum terbiasa naik pesawat dan merasa takut,”
jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi darurat di pesawat memang jarang terjadi. Namun, beberapa kasus seperti serangan jantung tetap mungkin terjadi meski tidak umum.
Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum terbang menjadi hal penting.
Untuk itu, dr Citra menyarankan kepada masyarakat sebelum melakukan perjalanan udara sebaiknya menerapkan pola hidup sehat.
Tidur cukup, makan secukupnya, dan tetap beraktivitas fisik itu sangat membantu agar tubuh tetap fit,”
katanya.
Selain itu juga disarankan untuk tidak dudul terlalu lama, lakukan peregangan ringan atau berjalan sejenak di kabin untuk membantu sirkulasi darah.
Kita bisa lakukan senam sederhana supaya kaki tetap memompa darah kembali ke jantung,”
tandasnya.

